"bunda, manda mau mengejar bunda..." teriak salsa melengking di kelas. Aku bertahan tidak menengok ke arah datangnya suara. di depanku, wajah kecil bulat dengan mata elangnya menatap tajam menungguku bereaksi. kernyit diantara dua alisnya menandakan ia mulai terganggu.
"Nabil, ayo dilanjutkan, nak," usikku pelan. Tanpa berkedip ia kembali menekuni buku soal dan sibuk berhitung dengan sempoa.
"bunda ichaaa, manda benar-benar ke sana lho," kali ini suara Bunda Atik lebih tinggi dari biasanya. Panik !
dengan berat hati (karena tidak sesuai dengan rencanaku semula) akhirnya perhatian kualihkan ke sosok manis berkepang dua yang merayap ke arahku. Liurnya menetes banyak sekali. Anak-anak yang lain membolakan matanya kearahku.
"manda mau belajar dengan bunda Icha..." ujarnya dengan senyum bangga.
"manda mau belajar dilantai ?" tanyaku masih mencoba mengoreksi skenario "mandiri" yang telah kususun sebelumnya.
"tidak !" liurnya menetes membasahi kemeja dan sebagian rambutnya.
mataku sejajar dengan matanya yang indah...[ah manda...]
"terus ? manda mau belajar dimeja ?"tanyaku lagi. ia mengangguk. tersenyum.
"kalau begitu, coba naik ke kursi sendiri, bisa ?" mengangguk lagi.
BRAK ! cresssss..manik-manik sempoa berwarna orange berjatuhan, terpisah dari kerangkanya.
"NABIL NGGAK MAU BELAJAR !!!" Bunda Ulin di dekatnya terlonjak.
anak-anak yang lain berseru kaget dan protes melihat sempoa rusak, dilemparkan Nabil.
"Bundaaa, Tio dan Axcel berantem !"
"huwaaaaaaaa !!!" disudut yang lain Didit dan Vael serius menirukan smackdown.
Liur manda masih menetes. Ia sudah duduk rapih diatas kursinya
Bunda Rara meringis kewalahan melerai Tio dan Axcel.
Bunda Atik menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menawan Didit yang masih berniat mengk.o kan Vael...
"Tepuk Siap !"
"YAP ! ... buka mata krek-krek, buka telinga kre-krek, goyangkan jempol, goyangkan jari, terbang melayang, tinggi melayang...jatuh dipangkuan. SIAP !
kelas sementara tenang...
Nabil masih ngambek
wajah Tio masih memerah tangis
Axcel masih bersisa air mata
Vael mencangkung sedih diatas bangkunya
Didit masih tertawan dipelukan Bunda Atik
"bunda icha, bunda icha..."colek sebuah tangan kecil
"saya benar tidak mengerjakannya ?"tanya bola mata kejora itu sambil memperlihatkan buku latihannya.
"NAbilll !" terikan Tio membuka kembali tirai panggung...
jam belajar belum usai...

---------------------------------------------------------------
tak pernah membuat bosan. Anak.