bintang's posts with tag: sekitar kita
kura-kura tanpa tipu juarai lomba lari bagaimana bisa? bisanya bagaimana? singa, monyet, ular, serigala pun harimau, murka hanya satu yang terduduk-duduk biasa, ; babi hukum rimba diguncang-guncang satu-satu coba dalih kurang-kurang bagaimana sekarang? sekarang bagaimana? berembug urun taji dari awal sampai hasil dikaji marmut memekik lengking "kamu! itu makan taik?" Pelaku nyengir tak berdosa. biasa ; babi Harus apa? Apa harus? semua bertanya-tanya Sang hakim, raja langit bijak laksana bertitah "panggil kura-kura" Rusa kalah lomba, berlari terpincang-pincang sebelum sampai, maklumat tiba : kura-kura telah mati sang juara. Hukum Rimba kembali tegak semua bubar. "ayo kamu! kembali pulanglah!" pelaku hanya menyeringai ia berak dulu ; babi ah...
Rangkailah kata dari rahim sendiri jelma rupamu ada, berdiri susah, jelas! jika tak bersabar apalagi malas berkobar-kobar ditambah sanjung puji popular Kamu! bahkan bayang, malu, menyingkir tak serta akan simbol pemikir yang nyata hanya pelintir huh! bermalu diri lah pada cermin letakkan tanda si pegiat rupanya hanya plagiat ------------------------------------------- muak membaca berita plagiat dan pembajakan # tulisan tetralogi Andrea Hirata "Maryamah Karpov" yang sudah beredar padahal aselinya baru akan launching September *info sastrabelitong.multiply.com* # artikel Pak Romi Satria Wahono yang di plagiat oleh 'akademisi'# tulisan Putu Wijaya dan seorang pujangga barat yang diaku karya sendiri # mengingat crita yang sama sebangun kang Deni Baonk *malaikat dan iblisnya*, mas Agung Mbot *pengokot*, Mbak Helvy Tiana Rosa * Mc Allister* , pak Agus Anwar dan lain yang masih bererot lagi. ------------------------------------------------- mencuri jadi budaya!sikat!
 | Janji! | Apr 23, '08 5:56 AM for everyone |
Pagi-pagi sekali begitu kita paut janji
ku kira itu sungguh-sungguh cepat gegas ku melepas subuh
bayang datang tengah hari tak ku sua mata dan hati ------------------------------- apakah pemda a.k.a LLAJR mengubah rutemu?
Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423Berapa banyak lagi do'a-do'a yang menggelombang menuju langit, menyepuh sembilu yang merajam hati...
kaitan ini dimaksudkan sebagai taujih bagi setiap pelayan masyarakat. Bahwa, ada banyak yang harus dibenahi.. bahwa ada banyak yang perlu dilatih... bukan hanya kecakapan dan ketrampilan untuk menyambung hidup melainkan ketrampilan memahami sesama... berlatih untuk merasai cinta yang sebenar... ... belajarlah-belajarlah untuk minimal...bersimpati...jika tak bisa berempati...
Seorang gadis, belum remaja, memohon... dalam isakan yang kuat-kuat ditahan, semoga gelap kan cepat datang, agar ia dapat kembali pulang.
Tiap hari ia melinting kertas mengubah kuku jarinya kusam dan keras Tak mengapa, itu tak berarti apa-apa tak mengapa itu tidak berarti tak apa-apa
hanya sanggup pada bayang mata ia gapai-gapai kata tolong jauhkan tangan-tangan berkeringat yang menjalanya di kamar mandi atau di gudang kosong saat istirahat atau alasan pura-pura sang binatang bertampang manusia
seorang gadis, belum remaja terus memohon airmatanya menjelma darah keluar dari celah kedua kakinya
----------------------------------------------------- ...
Saat belajar Hukum Waris *yang baru saya tahu detailnya setelah kuliah" tidak pernah terbayang betapa syari`at Allah yang satu ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum.
Film dan Sinetron di tv pun sama-sama membodohi masyarakat -sengaja atau tidak sengaja-. bagaimana tidak ? dari zaman pertama kali sinetron muncul di tv (menggantikan serial drama yang lebih bervariasi temanya) sampai saat ini sinetron tidak jauh-jauh dari perebutan harta warisan. Jika penggambaran sinetron itu keluarga tanpa agama atau tidak jelas beragama apa sih...mungkin bisa dimaklumi, tapi jika penggambarannya adalah orang berpendidikan dengan agama -Islam- yg lumayan (yg biasanya menjadi korban :p) aneh (atau bego ?) kalau tak satupun yang pernah menggali bagaimana sebenarnya hukum waris dalam Islam.
Sinetron dan film kan penggambaran realita warganya. ya, bolehlah dalih ini digunakan. karena ternyata. UGH TERNYATA !!! sebagian besar masyarakat Islam di Indonesia menjauh dari mengenal Hukum Waris dalam Islam. Tapi boleh dong berharap ada-lah sinetron yang mencerdaskan dari sisi penggarapan data yang menguatkan inti cerita, bukan sekedar gambar rumah besar, wajah cantik dan cakep serta kerutan seram atau bahkan teriakan bak film horor.
Warisan dalam Islam adalah hudud (ketetapan) yang -BAHKAN- dalam AlQur`an disebutkan dengan detail.
waris adalah harta peninggalan seseorang yang wafat wajib dibagi. Jadi tidak ada istilahnya bagi-bagi warisan semasa ortu masih hidup. D'oh nyumpahin ortu meninggal ya ? ---------------------------------------------------- Sungguh Allah betapa hebatnya Dia yang paling tahu sekrup kita yg longgar
coba... kita tetangganya...
coba... dia kenal kita...
coba... kita ada didekat dia ...
coba... kita yg jadi penulis skenarionya...
itu ucapan yang hampir selalu ada saat saya dan teman2 sedang
nonton tv yg isinya lebih banyak tayangan kekerasan (ya berita, ya
sinetron, ya humor..argggghhh...)
tunggu saja, kalu aku kaya !
dan, lagi dan lagi ucapan kami itu ditimpali teman saya demikian...
kalu saya kaya...anak-anak yg tertindas, sini saya kumpulin, disayangi, beri perhatian dan pembinaan yang benar...
sini, saya kumpulin preman-preman di jalanan *pada dasarnya mereka itu
punya potensi kebaikan yg besar* hanya salah langkah saja...
terusssss ??? *tidak bosan2nya kami mendengar dia membuat sketsa masa depannya yg kaya...
hingga suatu saat..tiba2 saya teringat tentang sebuah riwayat, suami
isteri yang sangat miskin. demikian miskinnya sehingga pakaian
shalatpun bergantian. Hingga sang suami taksempat memperpanjang do'a
setelah sholat hanya agar sang isteri dapat segera menunaikan shalat.
demikian miskinnya sehingga suatu ketika sang suami diminta sang isteri untuk mengadu pada pemimpin mereka...
hari pertama, pergilah sang suami menuju rumah pemimpinnya...hanya
sebentar saja, suami itu pulang ke rumah. "bagaimana " tanya sang
isteri penuh harap. Sang suami menggeleng pelan..."aku malu..."
ahhh...desah sang isteri menahan kekecewaannya...
hari kedua, sekali lagi sang isteri meminta sang suami untuk menghadap
sang pemimpin..."temuilah pemimpin kita, yang penting kau bisa
berhadap-hadapan dengan beliau itu sudah cukup," pinta sang isteri. dan
pergilah sang suami...
tidak lama kemudian terdengar suara sang suami pulang...wajahnya merah
dan keruh...'ah tentu tidak bertemu, pemimpin yang mulia' pikir sang
isteri. ia pun menelan keinginannya dalam-dalam
hingga disuatu kesempatan. saat shalat jama`ah selesai ditunaikan.
Pemimpin yang mulia itu menahan langkah si suami untuk beranjak.
"ada apa fulan ? mengapa shalatmu selalu terburu2 ?" si suami tertunduk
malu, pelan-pelan ia menjelaskan keberadaan keluarganya. ia tahu sang
pemimpin itu tidak lebih kaya dari dirinya. namun permohonan sang
isteri terbayang diwajahnya. "mintalah do'a pada sang pemimpin, agar
kita dimudahkan rezeki" demikian pinta sang isteri berkelebat.
"andai saja kami berkelapangan rezeki, mungkin ibadah kami akan tambah lama dan tekun" ujarnya meminta pada sang pemimpin...
sang pemimpinpun tersenyum dan menadahkan tangannya untuk berdo'a bagi keluarga itu...
haripun berganti...berjalan sebagaimana sunatullah...
kini, tidak terlihat lagi sang suami atau isterinya beribadah jama`ah di masjid
ada apakah gerangan ? bukankah do'a yang telah panjatkan sang pemimpin
telah diijabah ? bukankah kerja keras mereka telah terlihat hasilnya ?
bukan hanya sekedar ada melainkan telah menjadi saudagar kaya raya...
itukah yg menahannya untuk beribadah ???
lalu dimanakah niat tulus yang dulu sempat terujar ?
kabarkan, sungguh kerugian bagi mereka yg lalai...
-----------------------------------------------------------
aaaaahhhh... "Ya Allah yg membolak-balikkan hati, kokokkuatteguhkan hatiku dalam iman kepadamu" aamiin...

ada asrama AURI dibelakang bandara.
jauhhhh di belakang bandara, tempatnya tidak akan membuat orang melirik
dua kali kecuali mereka yang mau membuat film-film sosial dengan tema
"merana"
itu kata yang sempat terpikirkan dibenak saya waktu crita tentang Bapak dan Ibu Pardi ini bergulir.
Bapak dan Ibu Pardi sudah lama tinggal di asrama AURI itu. Mereka
berdua tidak punya anak kandung. Jadilah semasa hidupnya mereka
menggambil anak asuh empat orang. Anaka-anak itu mereka sekolahkan
hingga sarjana. sekarang bahkan keempat-empatnya telah jadi PNS,
menikah dan hidup mapan.
beberapa tahun lalu pak Pardi meninggal dunia...
namun hanya ada tetangga dan segelintir pejabat bandara yg datang mengkebumikannya.
anak yang empat itu tidak satupun menampakkan wajah mereka.
pernah, kata Bu Pardi sambil meletakkan tongkat yg sering digunakannya
untuk berjalan, semasa Pak Pardi hidup, mereka ke rumah salah satu
anaknya. Tapi kemudian tidak bisa berlama-lama. "Bapak sakit hati..."
jelas bu Pardi...
waktu ke sana, isteri anaknya itu tidak mau menemui Pak Pardi dan Bu
Pardi. ia-isteri anaknya itu- kalau mau keluar rumah, lewar pintu
samping karena Pak Pardi sedang ada di ruang depan. Waktu Pak Pardi
bertanya "kenapa ?"
sang anak menjawab "makanya kalau bapak ke sini, sekalian diliat
halaman yg kotor, atau ibu...ditengok dapur saya, kali-kali ada yg
kotor..."
WHATTTTTT ???? *ini ekspresi saya pas sedang dicrita-in*
jadi maksud si anak, bapak-ibu asuhnya itu kudu beres-beres rumahnya ? ARGGGGHHH...
----------------------------------------------------------------
adakah yang mengatakan cinta saja cukup ?
bagiku, iya ! cinta saja cukup, jika benar2 memahaminya...
----------------------------------------------------------------
hari ini, kiriman cinta untuk Bu Pardi. Tak pernah ada yg dilewatkan
Allah dihari pembalasan kelak. dan cintamu ibu, begitu indah...
---------------------------------------------------------------
gambar diambil dari google

| |