bintang's posts with tag: pengalaman
Jadi, para suami... jika isterinya ada kegiatan berkemah, silahkan didukung! disupport, dibantu... ya..ya memang... saya sendiri kalau pulang ke rumah dan tidak mendapati isteri, saya seperti... sebuah kapal yang ditinggalkan pelabuhan...
*para suami tertawa, mengangguk-anggukan kepala* *para isteri, tersenyum...tersanjung? :D*
*saduran dari pertemuan dgn Ust. Tifatul Sembiring*
 | Lapor! | Jun 9, '08 1:15 AM for everyone |
cuplik dari kejadian di MUTU :
# apel pagi : Lapor kelompok delapan jumlah 10 orang, hadir 6 orang, ijin 4 orang, 3 menyusui dan 1 piket tenda ...
# dari megaphone panitia: "ibu melahirkan kurang dari tiga minggu dilarang ikut flying fox!
seruw...haruw
Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423Berapa banyak lagi do'a-do'a yang menggelombang menuju langit, menyepuh sembilu yang merajam hati...
kaitan ini dimaksudkan sebagai taujih bagi setiap pelayan masyarakat. Bahwa, ada banyak yang harus dibenahi.. bahwa ada banyak yang perlu dilatih... bukan hanya kecakapan dan ketrampilan untuk menyambung hidup melainkan ketrampilan memahami sesama... berlatih untuk merasai cinta yang sebenar... ... belajarlah-belajarlah untuk minimal...bersimpati...jika tak bisa berempati...
sebelumnya bagian pertama bisa diliat di
SINI
bagian kedua ditengok di
SINI
----------------------------
Ini benar-benar kondisi yang tidak bisa kupecahkan !
lampu-lampu bandara satu-satu mulai dimatikan...
para karyawan, pramugari dan agen2
tiket mulai keluar menuju mobil jemputannya masing2 untuk istirahat
dari penatnya kerja seharian. Dan aku ??? masih dengan mushaf ditangan
sambil terus memohon-mohon pada Allah mencari belas kasihanNya. *Allah
tahu aku nggak bermaksud korupsi uang papa* berulang-ulang aku
memantapkan diri 
seorang berseragam satpam menghampiriku.
"maaf, mbak...tadi saya liat sudah
check-in ?" *kata pembuka itu masih melekat rapat dimemori ini. Aku
menolehkan kepala dan melihat seorang bapak berumur sekitar 40-an
dengan wajah khas orang timur. Segera, tanpa basa basi ku ceritakan
kondisi dompetku dan "aku tentunya" yg berhenti di depan satpam tax
bandara. diperhatikannya dengan cermat tiketku dan sesekali berdecak.
"Wah, mbak, taxnya nggak seberapa
nilai tiketnya ! kenapa tadi tidak ke desk sempati air saja ? kami bisa
bantu lewat bawah, langsung ke pesawatnya,"
aku menyeringai lebar *meneketehe ?*
eh ini ungkapan zaman sekarang artinya...mana kutahu ? *dengan sikap
memelas* -asalnya ungkapan ini tidak saya ketahui, ada yg tahu ?-
"trus ? mbak ini ada yg jemput ?"
kuceritakan lagi dari mana asalnya diri yg setengah terseret waktu dan
kini duduk pasrah dibandara, dari awal hingga post terakhir bandara...
"Ikut saya aja, mbak, keberangkatan mbak ke Menado besok kita urus.
Cahaya itu ada !!! segera-segera ! dengan cepat menangkapnya ditangan. Alhamdulillah...
"mbak, ke rumah saya dulu malam ini," oke...saya tersenyum lega...
beberapa saat bapak itu menghilang dan kemudian muncul dengan...sepeda motor ?
WHAT !!! apa nggak salah niy
saya ? "maaf, mbak, mobil jemputan kami sedang di bengkel, jadi hari
ini kami pulang sendiri2," Ouw..Ooouw...okeh...ini daruri kan ya
?kudekap tas tenteng *yg alhamdulillah kuisi satu jilbab dan satu
gamis* diletakkan diantara tempat dudukku dan si bapak satpan sempeti
air *hijab dunks agh* ...kamipun melaju...
ditengah-tengah perjalanan...
Ini sinetron ! ini benar2 sinetron !
hujan menggerimis tiba-tiba, laju motor masih mantap. namun tidak
berapa lama, hujan menumpahkan airnya yang lama disimpennya erat-erat
ke bumi. Deras. Dan rela nggak rela motor yg dibawa bapak satpam pun
menepi ke sebuah teras rumah berbentuk warung yang gelap tanpa lampu.
Hafalan ayat ku rapal berulang2, argh Allah mengikuti persangkaan
hambaNya. jangan berpikir negatif. jaga pikiran untuk harus berpikir
positif ! kami menepi tidak berapa lama, karena hujanpun mulai reda dan
boleh diterabas. Motor kembali melaju. Tapi memang hujan sedang ingin
bermain-main dengan hatiku :p, kembali ia mengguyur kami dengan hebat.
Menepi-menepi...kali ini disebuah teras rumah makan yang
remang-remang...piyuh...
beberapa orang bapak2 datang sambil
menggoda si bapak dan aku, entah apa yg mereka katakan, yang pasti
telingaku memang tidak sedang on untuk mereka. Setelah agak reda
kamipun meneruskan perjalanan *deuh kamiii* :p
perjalanan agak lama...dan sampailah
saya dan si bapak ke sebuah rumah petakan. Aku dipersilahkan masuk dan
...kok sepi sekali ???
"isteri saya asal Palembang. Ia dan
anak saya sudah lebih dulu mudik" LHO ? jadi ? dengan memberikan
keterangan terakhir itu si bapak permisi sebentar, keluar.
saya deskripsikan dulu rumah
petakan si bapal. Rumah tipe 25 punya kamar mandi satu, dapur
satu, ruang tamu satu dan ruang tidur yang hanya dibatasi oleh dinding.
*sekali lagi ruang tidur bukan kamar tidur* karena baju basah kuyup,
jadilah saya beberes dulu..Alhamdulillah...kok ya bawa baju satu dan
jilbab di tas tentengan yaks ? Allah emang Maha Pemelihara :-) ...
setelah berganti pakaian kering, saya melanjutkan tilawah. Iyalah !
horor dunks kalu tidur2an :p agak lama barulah si bapak datang...
beliau kaget ! lho ? blom tidur ?
huwawwww...! gimana njelasinnya yaks. Agh, jujur kacang ijo saja ! saya
jelasin aja pake contoh yg rada2 serem. Bayangin kalu ada perampokan
besar di rumah sebelah, dan dicurigai pencuri itu lari ke rumah
ini, terus orang2 ngegerebek rumah ini, ditemukan saya dan bapak yg
tidak punya hubungan apa-apa...repot kan ? lagi pula, bapak, sambung
saya, memperlunak analogi tadih...saya sedang mengkhatamkan bacaan
Qur`an saya dihari2 terakhir ramadhan, jadi saya jarang tidur
*kedengarannya gak aneh, kan ?* si bapak mengangguk2 anggukkan
kepalanya *itu setelah ngotot2-an duluw lho*
akhirnya pamit keluar lagih. Kali ini
tidak lama. sambil senyum beliau mengajak saya ke rumah sebelah. Saya
di kenalkan dengan pemilik rumah kontrak petakan itu. Bapaknya aseli
solo, ibunya orang betawi, punya anak 3. dan si bapak "satpam" tadih
sudah ijin untuk menitipkan saya disitu dan si ibu betawi itu dengan
ikhlasnya menggusur kamar ke tiga anaknya untuk saya tempati yang
ditemani si ibu betawi :P ...
berniat nggak bakal tidur sampe sahur,
tapi letih emang nggak bisa dibohongi, saya pulas ditengah2 ngobrol
asik dengan si ibu. dan dibangunkan untuk sahur. !sigh
sahur-shalat subuh dan...tadaaaa...saya dan si bapak satpam pamit untuk bermotor lagi...*hiks kenapa jadi kebiasaan beginih ?*
sesampainya di bandara saya diminta
bapak satpam untuk menunggu di luar, beliau masuk dulu sambuil bawa
tiket saya, kemudian keluar lagi *tentu juga sambil membawa tiket saya*
tapi sudah terstempel TRANSIT ! huwaaakekekek... :D saya
masuk..melewati si satpam bandara yg tadi malam...diantar sama bapak
satpan sampe duduk di pesawat...
ada yang aneh dari cerita saya nggak ?
ada ! saya blom pernah menyebut nama
bapak satpamnya !kerna itu, alhamdulillah sebelum pesawat lepas landas,
saya minta alamat bapak satpam. yang langsung di berikan dengan kartu
nama. Nama bapak itu Pak Robert satpam Sempati air...
dipesawat saya terharu...betapa, begitu banyak orang yg menolong ...
saya memang belum sampe rumah, belum
bisa bilang..finnally... tapi yg memohon untuk
dipelihara Allah, sungguh tidak merugi...
*ada rasa bersalah setiap mengingat kejadian ini*
karena ditengah kecemasan saya *walo
kliatannya cool* saya lupa bertanya nama bapak-ibu pemilik rumah
petakan dan bapak sopir taxi itu, bahkan...setelah sempati air
bangkrut, sayapun tidak bisa menemukan jejak bapak Robert...
apakah mereka malaikat ?
lautan do`a dan ucapan terima kasih saya pada mereka semuwa... --------------------------------------------------------------------------------------
Ps. kejadian saat saya menumpang dirumah pemilik rumah petak itu
berlangsung hampir jam 12 malem *saya aja sampe melotot liat detak
detik sijarum jam*
---------------------------------------------------------------------------------------
Hari terus berputar gak peduli dengah siapapun yang sedang panik dan
puzzzhiing. Tiket bus ataupun kreta tidak juga kunjung ada...
O ya sebelum lupa dicritakan, untuk tiket bus atau kreta sengaja nitip
ke teman yg biasa ngelajo. Akhirnya di H-4 sang teman datang dengan
wajah kuyu, penuh dengan pendar-pendar keletihan yang sangat serta
ekspresi yang disetel memelas...ough... keknya tidak perllu dijelaskan juga sudah paham kan situasinya ?
Iya ! betul ! anda benar ! tidak ada satupun tiket kreta atau bus yang
dapat diperjuangkan dengan harga "normal" lebaran. Dia kalah ngotot
dengan para calo yg tentunya lebih sangat berpengalaman dari dirinya.
Dan semua itu bisa dimaklumi...
tapi persoalan saya kan masih belum terselesaikan !!!
Akhirnya "JDENGGGG !!!" dengan sedikit pemaksaan dari Mbak Kanti *ouw
mbak kostku yg penuh perhatian, lembut dan TOP deh* di buatlah mission
impossible banged...
kaluw normally naik kapal laut,
dengan dana sigap siap sedia musibah *yg mestinya dimiliki oleh negara
kita setiap saat karena struktur alam Indonesia yg dipenuhi oleh
kekuatan alam yg seringkali susah diprediksi..eips lho ?
kemana-mana...intinya...dana taktis yg saya miliki hanya cukup untuk
mengejar kapal yg lewat *disetiap pelabuhan ?* :p
ada satu pilihan yg saya belum coba...pilihan radikal...naik sepeda ? hohoho...BUKANNN ! blom lah sedramatis ituw...
Pilihannya adalah... naik pesawat
Radikal ??? iya dong, jaman itu,
dengan dirikuw yg baru semester 5 ? (info terakhir itu
penting gak siy ? :p) nyari2 duit juga baru bisa dibilang main2...jelas
saja NGGAK PUNYA JATAH BELI TIKET PESAWAT! heks 1,3 - 2 jt d'oh berapa
kali lipat dari tiket kapal ?
tapi yg radikal itu kadang2 suka
jeblos dari lubang jarum kan ??? demikian ! akhirnya saya menghubungi
satu persatu teman menjual dan menarik saham *eh emang dulu istilahnya
begituw lho* akhirnya-akhirnya ??? ku dapati sejumlah uang tiket ke
Menado plus lebih dikiitttt...*tiket ke Gorontalo fullbooked :(*
H-3, jadilah saya memesan tiket.
Ngubek-ngubek agen se-Bogor akhirnya dapat yg termurah 1,6 jt. oke
deiii. diambil ! pesan pagi jam 8 ambil jam 3 sore, berangkat jam 5
sore dengan bus damri. Siip !
dirumah beres2 barang yg akan dibawa. Dibantu Mbak Kanti. Ary, teman sekamar sudah berangkat ke temanggung.
telphone berdering. "Cha, telpun," Oke ! hari ini rasanya hati sangat ringan...legaaa...
Telpun dari Teh Iif, suaranya penuh
harap untuk dimaklumi. Ia tahu saya lagi beberes untuk pulang mudik
hari ini, tapi urusan kegiatan besar yg rencananya akan kami laksanakan
sebulan setelah lebaran "bermasalah" dan membutuhkan dirikuw dimasjid,
segera...
liat jam, oke ! tidak masalah ! mbak
Kanti yg mengomel panjang pendek dibelakang...terang aja, baju2 saya
blom ada yg di packing rapih...
perjalanan ke masjid ternyata paraaah
!!! bogor macet total tanpa merayap...hu.hu.hu...bisa sampe jam berapa
ke masjid ?akhirnya, tiba di Masjid jam berdetak menuju angka 11.
Setelah memapar panjang kali lebar kali tinggi bergantian antara Teh
Iif dan Anng akhirnya disimpulkan permasalahn yg akut ada pada ketua
panitia, jadilah yg harus dipanggil adalah ketua panitia. kalau tidak
bisa, kita yg ke rumahnya. Hagh !? dimana tuh rumahnya ? jam kan terus
berdetak !!!
setelah
mewasiati macem2 sang ketua panitia yg *alhamdulillah bisa datang ke Masjid
setelah dzuhur*, dengan berat hati, saya menelphun mbak Kanti untuk minta tulung membawakan
serentengan tas2 saya dan tentunya mengepak barang2 yg berseliweran
diantara tas2 ituw. Kami janjian di agen tempat pembelian tiket.
sampai di agen, Mbak Kanti sudah ada
disana, pukul 3 kurang tujuh menit *ingat banget exactly deh jam2nya
sangking deg2-an* tiketnya blom datang ! huwaa ??? Pfffff...menunggu,
menunggu dan menunggu...lama banget hingga 4.30 sore. "sebenarnya, ada
nggak niuh tiketnya ?" was2 mulai bergelayut di dada...H-3 sodara2...
Tiket selese, pukul 5 kurang. Segera
bergegas ke terminal bus Damri. Lari-lari, beneran berlari sepenuh hati
mengejar angkot. Sampai di pemberhentian Damri...airmata rasanya malu
juga untuk keluar. Damrinya baru saja berangkat lima menit sebelumnya.
Untuk hal yg satu ini saya benar - benar merasakan apa yg disering
disebut-sebut kata pepatah,* jika ingin tahu rasanya menyesal
tanyakanlah pada si telat 1 menit sebelum bus terakhir yg dapat
dinaikinya* saya sih tidak 1 menit, lima menit ! tapi rasanya gigi mau
rontok aja semuwa...
merogoh2 dompet. duit tinggal berapa
ya ?lho ini duitnya ? tinggal seratus kurang ??? "ada di dompet yg satu
lagi. Di ransel," kata Mbak Kanti. Ouh...mengelus dada...bernego dengan
para supir taksi. ongkos normal 120-150 rb, paling poll ada yg bisa
turun sampe 90 rb. Harus hemat2 ! aku kan masih harus melanjutkan
perjalanan menado-gorontalo.
Dan, hiyaaaa, hip2 huray, alhamdulillah, Allah emang Maha pemelihara deh tiba2 ada bapak2 menawarkan 65 rb, katanya ia juga punya anak sepantaran saya yg sedang kuliah di Jawa sanah. Aih terharu ...
dalam perjalanan ke bandara, saya
menghitung pengeluaran tax tol yg dikeluarkan bapak itu...whalah, 65 rb
dapet apa ? akhirnya setelah nyampe di bandara dengan sangat malu2 saya
memberikan bapak itu 75 *hatur nuhun pisan, bapak...saya bisanya
hanya nambah segitu* syukurnya gak abis2 deh sama bapak itu. *duit di
dompet -yg kubawa- tinggal ribuan2 yg gak jelas*
alhamdulillah, check in. pesawat baru
akan berangkat jam tujuh lebih seperempat. Sebelum memasukkan barang2,
aku harus mengubek2 ke dua tasku untuk mencari dompet yg satunya
lagih...*aku kan harus bayar tax bandara*
Masya Allah ! nggak ada ? aseli nggak
ada ! keluar, mencari telpun kartu ke bogor *eh sekarang apa masih ada
telpun umum kartu ?* di seberang Mbak Kanti terdengar prihatin
mengabarkan dompetku yg memang masih tertinggal di tempat tidur.
lemes ! bingung harus mo ngapain.
dicoba aja duluw melewati petugas tax.
Kuberitahukan pada petugas itu *dengan tanpa malu* bahwa aku tidak
punya cukup uang untuk membayar tax bandara. Tampangku disetel cukup
memprihatinkan Hiks, apakah bapak itu bisa terenyuh dengan
keadaanku ? ternyata TIDAK sodara ! aku malah diceramahi ttg perpu no sekian sekian dengan lancar dan suara lantang. aku mundur teratur...
bhehehehe...dititik ini saya heran
juga, saya dengan tenangnya membaca qur`an diruang tunggu diluar *oya,
barang sudah masuk bagasi*
Jam 07.15 malam pesawat sempati air
*udah nggak ada sekarang !* memanggil2 namaku dengan 2 bahasa. gimana
dunks ? dan byebye...pesawatpun lepas landas. jam terus berdetak ! trus
aku harus kemana ? bagaimana caranya untuk keluar dari bandara ? kan
harus pake duit juga ?
satu-satu lampu mulai dimatikan...huwaaaaaa...
*kepanjangan yaks ? bersambung lagi ya...* (Insya Allah)
Tahun itu saya berencana pulang
kampung untuk berlebaran. Semua persiapan sudah
dibuat. Tugas kuliah semua sudah selesai. Urusan asistensi
praktikum sudah dibereskan. Daftar pesanan oleh-oleh teman-teman
sefakultas sudah ditangan *ugh!yg bener aja Ndro...masak pesen ulekan
Gorontalo ? :P* Proyek selepas ramadhanpun sudah tidak ada
tanggungan…lega rasanya…
Hari “H” jadwal mudik saya,
telphone dan pager (duh masih masa2nya pager boooo) tidak berhenti
berbunyi ngucapin selamat jalan dan embel-embelnya*tengkiyu guys*
Rencana hari itu :
Pamitan dengan PA yg kebetulan
rumahnya tetangga-an
telp. Masjid untuk pesan2 terakhir
ngambil duit di bank untuk beli
tiket
ke tanjungpriok beli tiket disana
Tas travel jinjing
satu, isinya segepok baju dan bibit bunga titipan papa,tas ransel
isinya buku-buku bacaan penghilang suntuk selama dikapal *fiuh
beratnya* dan satu tas gandeng kecil yg cukup diisi seperangkat alat
bebersih, satu handuk, satu jilbab kaos dan satu gamis. Gorontalo I’m
coming…he he he…kangen banget hampir dua tahun tidak pulang.
Baru keluar pagar
kost, ketemu Utuy *sesama asisten statistik*. ”de’ diminta Pak
Meno kumpul asisten jam 8,” saya melihat jam…30 menit lagi…ugh
??? oke...saya balik lagi ke kost, meletakkan sekumpulan tas yang
bergelantungan di badan saya dan segera menuju kampus. Jadi
rencananya berubah :
ke kampus kumpul asisten
pamitan P.A kali aja
ada di kampus
ngambil duit di bank
pulang ke kost telp
masjid trus ke P.A lagi kalu nggak ketemu dikampus
meluncur ke tanjung
priok
acara
kumpul2 dengan asisten, seperti biasa berlangsung tidak lebih dari
satu jam. Menengok ruangan P.A masih kosong. Berdagh-dagh
sama
teamn-teman dan segera menuju bank. Ketemu teman sekost-sekamar yang
memandang dengan penuh teguran kerna masih saja beredar di sekitar
kampus. “nggak ketinggalan kapal, cha ?” he.he.he…segera kabur
sebelum diceramahi panjang pendek .
Ngantri di bank, deuh kalau lagi begini kepikiran kenapa nggak buka
atm saja ???. Tapi malezzz dey…setelah giliranku tiba…BELUM ADA
TRANSFERAN YG MASUK, MBAK ! ^%&*())!!!! APPPPPPPAAAAA ???
dohhhhhhhhhh !!!duit tiket saya sebenarnya sudah dikirim papa sejak 4
bulan yg lalu, hanya saja…tiket kapal kan nggak bisa dibooking 4
bulan sebelumnyaaaaaa!!! Jadi waktu teman tersayang ada yg butuh, oke2
aja *dengan catatan diganti sebelum hari “H” keberangkatanku !!!*
cepat-cepat aku ke
wartel, nelpun si teman tersayang. GLEKH..anaknya sudah mudik, kata ibu kostnya. Uwaaaaaaaaaaa !!! terus
aku pulang pake apa dong? Ini kapal terakhir yang nyampe Gorontalo
sebelum lebaran !!! panik ??? sedikit sih...banyakannya
kezzzhhaalll. Kepala rasanya berasap...
”Ada
apa ?” tiba-tiba roommate sudah ada didepanku...lagi...pasti
tampangku mengenaskan, kerna wajahnya ikutan mendung. Sambil diam
kami berdua berjalan cepat menuju kost. Segera, setelah sampai di
rumah, masukin tas-tas yg siap berangkat ke dalam kamar,
nyanyi-nyanyi setengah kesal dan meluncur ke kamar mandi. Harus
di adem-in kalu nggak meledak !!! Abis sholat...curhat abis sama Ari,
myroommate. Hu.hu.hu…bingung !!!
Setelah ademan
dikit, kita memilah-milah situasi yg kuhadapi *ciehhh* akhirnya
diambil 3 opsi.
Ngelajo alias pulang berantai.
Dari Bogor naik kreta atau bus ke Surabaya dari Surabaya naik kapal
ke ujung pandang dari ujung pandang naik bus ke Gorontalo
bilang papa kalu ada trouble dan
minta lagi duit tiket
nggak jadi pulang !!!
hu.hu.hu opsi no. 2
kagak brani !!!kagak tega !!! aih...papa siy oke aja kaleee...tapi
kan...tapi kan...???
opsi ke 3 ??? gila
!!! selain dakyu yg kangen, itu mah bisa bikin papa merundung rindu
dan mama blingsatan he.he.he
akhirnya opsi pertama yg paling mungkin....
BUT...u know h-8
lebaran...emang ada tiket kreta ato bus yg murah, meriah dan lapang
??? kelaut aje kaleee !!!
[bersambung ding !]
---------------------------------------
tahun itu sengaja di beri warna yg beda biar pada ngeh, ini crita beberapa tahun yg silam

"dia kabarnya masih begitu2 saja ! nggak ada maju-majunya, malah semakin aneh !"
"kirimkan salam sayang saya padanya, boleh ?" mata teman saya itu berputar tak suka.
"dia tidak akan berubah lebih baik pun jika kau mengirimkan samudera cinta," ucapnya capek...
lalu tiba2 aku diingatkan tentang bagaimana cintanya Musa pada Fir`aun...
ditengah kepongahan fir`aun yang menepuk dadanya "ana rabbukumul a`la"
... bahkan Musa masih berucap "ya..abatii..." (ya ayahandaku -kata yg
digunakan mengandung kehalusan tanda kasih sayang)
apakah dia sepongah fir`aun ? masya Allah...TENTU TIDAK !!!
lalu siapakah kita ? sederajatkah keimanan kita dengan Nabi Musa a.s ?
arrrggghhh...lalu mengapa kita harus berpaling dari dia ?
lebih lagi...
cinta ini rasanya tidak akan hilang untuk dia
dia yang diam-diam menangis ketika saya tidak bisa menangis
dia yang tanpa kata meletakkan makanan kesukaan saya -hasil olahan
tangannya sendiri- saat saya tergeletak di rumah sakit... *terima kasih
banyak, cinta*
dia yang ...
seringkali bisa memahami saya tanpa perlu ucap penjelasan
jika beda hari ini...
semoga Allah mengizinkan untuk bersama dihari-hari ke depan...
seperti garangnya umar yang datang bergabung
seperti teguhnya hamzah yang ikut berjajar...
-----------------------------
kernanya...selalu ada cinta untukmu ... mysista ...

apa yang membuat hidup ini selalu terlihat indah selain bersyukur ?
Tiga hari di Surabaya membuat saya berulangkali bersyukur betapa Allah
memilihkan tempat sebaik-baiknya bagi kemampuan saya untuk hidup :-).
Tiga hari di Surabaya membuat saya cepat2 ingin kembali ke Malang dan
menghitung ulang berapa banyak nikmat yang telah saya lewatkan...
H-I Surabaya
tidak terlalu bermasalah.
H-2 Surabaya
Alhamdulillah, bisa ketemu pak I. Prayitno, kumpul2 bareng utusan berbagai wilayah dan daerah..senengnya....
H-2 masih di Surabaya
Nginap di sekitar RS. Soetomo [ini kudu, kerna jauh2 hari teman-teman sudah nelpun2 untuk ketemuan]
"Maaf ya mbak, airnya butek, air BPAMnya ngucur sekehendak hatinya... "
"Maaf ya mbak, panas banget, pake kipas angin saja ya..."
"Maaf ya mbak, ntar malam banyak nyamuk, ganas2 lagih..."
pikir saya,
air butek ? alhamdulillah masih ada airnya...
panas banget ? blom kepikiran gimana panasnya neraka...(ya Allah semoga Engkau jauhkan)
banyak nyamuk ? ini yang mengherankan !
RS Soetomo tidak terlalu jauh ! FK Unair juga deket ! Akbid...ada !
lah koq bisa banyak nyamuk siy daerah situ ? tidak hanya di kontrakan
teman2 saya itu, tapi juga di warung-warung makan, wartel...heeeghhh...
tapi ya...alhamdulillah nyamuk, bukan kecoa yang bau atau ulat yang bisa masuk ke setiap lubang di tubuh kita, kan ?
hari ke-3 masih di surabaya
pusing dan meriang datang lagih...weks...keknya emang harus bedrest ?
hari ke 4
Malang...ah...kangen ...
------------------------------------------------------
betapa indahnya selalu diingatkan Allah (bagi sodara2 yg tinggal di Surabaya)
betapa bersyukurnya tinggal di Malang ...
Sabtu-Minggu kemarin, tiba-tiba demam. Kudu istirahat ? errr itu bukan obat paling manjur bagi saya.
Kerna ada teman yang mo pindahan dan emang udah janji mo bantu-in
jadilah malam-malam bolak-balik dengan motor angkut barang ....
untung demamnya nggak pake pusing jadi lumayan lah untuk menantang udara malang yang *lagi dingin2nya*
sempat istirahat bentar untuk makan malam *tengkiyu dindin bubur ayamnya*
trus bolak-balik lagih ...
senin, lumayan adem
selasa mimisan ...huyeyyyyyy 
baru saja mimisan berhenti ada sms masuk "kak, bantu-in dong ada yg
baru beli laptop Toshiba satelit A105 centerio 1.66 core
duo...bermasalah"
belum dibalas...hp dah bunyi ...
"may..errr...you...help..mydaughter ?"
"oui"
ckckckck...dari jam 4 sore sampe jam 7 di plaza Dieng sekedar
memperjelas laptop yg dibeli kemaren, cuma gara2 tekhnisi yang dikirim
ke hotel untuk install salah waktu menjelaskan beberapa keuntungan
laptop toshiba itu *ato gara2 tehnisi itu gak bisa explain in english,
mommy-nya Yani gak bisa bicara bhs indonesia dan untuk bicara in
english juga rada2 bad
jadi...sebenarnya bantuan tekhnikku *yang secuil* tidak dibutuhkan hanya bantuan bahasa...errrr...
tapi oke juga sepanjang jalan bisa belajar bahasa france sama mommy...
balik-balik ke rumah...tepar...capek banget...
XL bocor ! telpon ke mana aja gak pake pulsa...
setengah ngantuk telpun Thebrother...dia asik2 curhat...saya terlelap...
-------------------------------------------------
*judulnya agak2 nggak nyambung*
subuh ...
taltilutit...taltilutit...
hp diangkat
"ya ?"
dari seberang : "assalamu`alaykum"
jawab : "wa'alaykum salam warahmatullah..."
seberang : "afwan (baca maaf) bisa dengan pak makmur .. ?"
jawab : "hhaaah ? afwan salah sambung"
5 menit kemudian ...hp bunyi lagih
"assalamu'alaykum" suara yg sama
"afwan, masih salah nomer" heuheuhue sokteudotorg-nya muncul
siang
hp bunyi lagih
"assalamu`alaykum"
"wa'alaykum salam warhmatullah ..."
"bisa dengan Pak Makmur ?" ...haaaaahhhhh ? ini yg tadi pagi ?
"afwan...ini bukan nomernya pak Makmur" errrrrr
jelang sore
bunyi hp agak lama. sebelum diangkat diperhatikan...lho kode interlokal dari kampung halaman
"assalamu'alaykum..."
"wa'alaykum salaam warahmatullah wa barakaatuh.."lengkap jawabnya *what a bad news ?*
"bisa dengan pak Makmur ?" lho ? ini yg masih dari pagi ...
"afwan, pak...antum (baca anda) tau nomer ini dari siapa ya ?"
"dari ummu azzam (baca : ibunya azzam)"
"errrr...ini bukan nomer ibu upik, ini nomer adiknya...afwan" saya baru inget 'Pak Makmur' itu nama suami kakak
"oh afwan..." ditutup
besoknya ada misscall dari nomer yg sama "dicuekin ajah" salah lagi pasti ...
besoknya lagi ...
nomer kakak memanggil di hp ...
setelah salam...dan kaba-kabari...
"kak..tau nomer ini nggak -sambil menyebutkan nomernya-"
"kenapa ? nelpun kesini yaks ?"
"salah informasi tuh...heuheuheu...lucu abizz...ntar deh dicrita-in via e-mail"
"disini rame tugh kerna salah info "
------------------------
setelah baca e-mail ... heks %^&**()(_)+_#@!!!
uhm..glekh...lagi seneng nih  alhamdulillah... kemarin habis ikut training fasilitator yang akan memilih 10 terbaik untuk jadi fasilitator di student amazing camp. rada-rada pede gak pede sigh kerna ternyata yang ikut rata2 sudah punya kelompok pelatihan yang rada2 sukses didaerah masing-masing. peserta ada yang dari sidoarjo, ponorogo, madiun, kediri, surabaya, banyuwangi, dan lainnya...malang pastinya ada... setelah slesai training kita diberitahu kalau yang the best ten-nya akan dikabarkan lewat telphone, hingga tanggal 25 June. tanggal 25 June sudah lewat...tidak ada telphone dari panitia student amazing camp...hayah...emang blom qualified kali jek ! life must go on...kembali ke kerja-an yang ada :p eips, sore tgl 29 June, saat berehat ria di kost temen ada telp. untuk saya...uhm ??? kok ada yg tau saya lagi main di sini ? pikir saya saat itu... taraaa !!! telphone dari panitia student amazing camp PSAMC : mbak, hpnya gak bisa dihubungi ? Saya : iya. maaf. PSAMC : anda diterima sebagai calon fasilitator, mbak Saya : uhm ? tanggal berapa hari ini ? (saya sedang dikerja-i ya ?) PSAMC : oooh...pengumumannya memang ditunda hingga tanggal 29, mbak.he he he. maaf Saya : alhamdulillah, bener yak diterima ? alhamdulillah...eh kok masih pake kata calon ? PSAMC : he he he...kan harus tanda tangan mou dulu, mbak. Kami tunggu dikantor ya. Mounya kami kirimkan lewat e-mail Saya : oh...ya...ya... PSAMC : kami tunggu besok, mbak. Terima kasih. Saya : kembali... ***saya gak sadar belum nanya, tau dari mana saya ada di kost teman saya ini ???
| |