bintang's posts with tag: myself
Link: http://www.bartleby.com/141/index.htmlThe Elements of Style --William Strunk, Jr.-- Asserting that one must first know the rules to break them, this classic reference book is a must-have for any student and conscientious writer.
"bunda...," jejak-jejak kaki menghambur menuju. dengan sigap tubuh besar itu membungkuk, jongkok, merengkuh gemintang-gemintang yang bersinar. Larik kenanganpun menyergap haru... Aku menjelma kanak, menjemput senyum dan sapa cinta Bu Asma yang selalu terentang lebar merengkuh kami dalam peluk selamat datang dan salam pulang. Setiap. Selama kami berada.
Ibu Asma,cinta... terima kasih adalah cermin cintamu yang membekaliku dengan rasa hangat ini.
Ya Rabb, terimalah amalan-amalan baiknya, ampuni dosa-dosanya dan lapangkanlah kuburannya. pertemukan kami dalam sebaik-baiknya pertemuan. Amien ------------------------------------------------------------------------------- mengingat wali kelas 1 SD
pertanyaan itu muncul dari Dini, tamu 'belum' MP melihat kedekatan dan kebaikan hati Nicco yang dengan penuh cinta -cieeeh- mengantarkan Dini dan Bumil ke seantero Gorontalo saat kali pertama jumpa... emang kayak apa sih MP ? begitu kira-kira pertanyaan selanjutnya yang kemudian dijawab dengan menceritakan segepok kisah plus kasih  MP ... sambil tukar dan koment tentang hal ihwal mpers...dalam otak saya berputar ujaran...sayang sekali naisbitt tidak ketemu MPers Indonesia saat menulis buku high tech-high touch"nya jika saja bertemu..ia akan menemukan dahsyatnya high touch karena high tech  ada beberapa id yang turut tersebut dalam obrolan kami saat makan malam itu...ada banyak. sekedar untuk mencomot kisah-kisah yang mewakili karakter id mpers... - uni wirda dengan CAB-nya - kang cepy dengan ustadz gaulnya - menhariq yang tersambungkan dengan mas Agung (Mbot) kerna crita duka yang super kocak ituw, de el-el de el el intinya.... saat Dini bertanya...trus gimana caranya bikin MP ? Done ! virus itupun menyebar..heuheuheu... ----------------------------------------------------- big love 2 bumil and Dini
He he he sekali lagi ada kiriman. Kali ini parcel cinta dari Jeng Vie rada njelimet kerna kudu milah-milih dulu *lagi kenapa cuma 8 siiiyyy... he he he
beginilah kira-kira adanya delapan ituw :
- SKSD. Tadinya mo saya tulis "kepede-an" tapi itu hanya salah satu penyebab 'penyakit SKSD' ini. salah dua dan salah berikutnya juga ada. :p.
- Senang Menjajal. Jajal apa saja. Waktu SD saya pernah daftar dipengajian yang katanya khusus untuk orang kompleks, -dakuw bukan orang kompleks situ- ah tapi ketrima juga ding
. Pernah juga iseng ikut lomba MTQ khusus warga kepolisian -padahal sa'keluarga besarpun tak ada yg ambil upah jadi polisi- boleh harapan 1. Sekarang, sudah se-udzur kek gini juga masih senang jajal2an. - Ngemil. Terlebih Kacang dalam bentuk apasaja bisa jadi pengganti makan berat
- Masak, suka juga. Lebih nyaman kalu sendiri, bisa berekspresi dengan segala jenis bumbu tanpa harus berkewajiban menjawab 'eyyy mengapa begitu, mengapa begini..
- belum dibuang kalu belum rusak. Segala baju, kaos, sepatu, sendal yang saya pake, sayang bener kalu belum rusak banget untuk gak di pake. kernanya selalu ada orang-orang disekitar saya yang berinisiatif untuk membuang dan menghilangkan barang-barang itu dari pandangan saya.
- Cuek. eh harusnya ini bertolak belakang dengan nomer 1 ya ? tapi begitulah, kalu dibutuhkan 'penyakit' ini selalu tepat datangnya :-)
- Senang banget memberi nama panggilan sayang ke orang lain. Lebih seneng lagi kalu nama itu diterima sebagai tanda cinta juga. heuheuheu...
- Autis
kalu lagi baca buku atau sedang corat-coret saya bisa lupa kejadian di sekitarnya. Kalu perlu bicara dengan saya saat demikian, kudu ditowel duluw...
yaks demikian 8 dari saya...mohon maaf saya belum sempat menghadiahkannya ke orang lain
prolog- Siapa saja yang akan mengisi trainingnya ? (saya bertanya) - Rencananya selain antum -saya maksudnya-, Abu Waqfah -err..beliau saya kenal-, Koordinator Outbond IqraClub Gorontalo -dia menyebutkan namanya, tapi saya tidak kenal-, dan Pak Im Ketua IqraClub Gorontalo (teman saya menjelaskan) - Eh, Pak Im itu alumni smun 3, lho (teman saya memberitahu. teman saya ini kebetulan guru di smun 3, tapi bukan alumnus smun 3)) - angkatan berapa ? kalau senior, Insya Allah kenal. Kalau adik angkatan, mungkin dia yg kenal saya -he.he.he bukannya kepede-an, tapi begitulah sistem di almamater saya itu- - se-angkatan kita deh kalu tidak salah (maksudnya se-angkatan saya) - oh...siapa namanya ? (tanya saya) - teman saya menyebutkan nama lengkap dari Pak Im- - Nggak kenal. Mungkin semasa smu, tidak aktif (ujar saya kali ini kepede-an) Babak I (di Training) - Kak Icha, tidak kenal Pak Im ? (tanya adik kelas yang mewakili Pak Im) ternyata Pak Im-nya berhalangan hadir - Tidak. (jawab saya yakin) - Itu lho, suaminya Bu Dewi. - kalu Bu Dewi saya kenal, tapi Pak Im-nya, tidak. (yakin saya lagi) Babak II (di pertemuan yang lain) - Eh, Kata Pak Im, kalian teman sekelas lho... (teman saya yang guru di smun3 itu tiba2 memulai pembicaraan) - Pak Im yang mana ? (tanya saya, benar-benar lupa) - Hah ! Pak Im ketua Iqro`Club, Suaminya Bu Dewi... (teman saya kelihatan gemas) - O ya ? (saya tidak yakin) - Iya ! - errrhhmm *berusaha mengingat* - Siapa nama lengkapnya ? (tanya saya lagi, berusaha memanggil ingatan) - Teman saya menyebutkan nama lengkapnya - Nggak ingat ! (putus saya sedikit heran) - he he he padahal Pak Im pede banget, dikenal lho... (teman saya berniat meledek Pak Im) - emmm...nanti saya tanya Linda -teman sekaligus sepupu saya-. Ingatannya bagus. Babak III - Nda, kita punya teman yang namanya Lukman Rahman ? (tanya saya, saat ingat) - Uhm ? -Linda meneguk cepat minumannya- Siapa ? (tanya Linda memperjelas) - Saya mengulang pertanyaannya - iyaa ! murid pindahan dari manado, kelas 2. itu lho..yang pernah meraih peringkat 2 olimpiade matematika, kalu tidak salah... - oOo (bulet) yang itu...emang nama panggilannya Im ? (heran saya tidak bisa mengingat) - Bukan. di kelas dia dipanggil Lukbar, Lukman Baru...Lha ente kan yang kasih nama begitu ? - arghhh...yang itu...halaaah... Babak IV (di tokonya Bu Dewi, isteri Pak Im) - Bu Ica, apa kabar ? (ada bapak2 menyapa) - Khayr, alhamdulillah (setengah tidak fokus) - Kemarin mengisi pelatihan di sma 3 ya ? (tanya bapak itu lagi) - Iya. (mulai memperhatikan) ada anak laki-laki berteriak "abi-abi" kemudian beralih memanggil "umi-umi" ke arah Bu Dewi. - Antum, Pak Im ? (tanya saya sambil menahan senyum geli) - iya. Ini lho umi, Bu Ica ini teman sekelas Abi waktu sma. (Pak Im, menjelaskan ke Bu Dewi) - Lha, iya. Kata kak Ica, dia tidak ingat kalu punya teman namanya Im, adanya Lukbar. Pak Im tergelak... - Saya heran banget lho, bu Ica, waktu teman2 iqra bilang, antum tidak kenal saya. - (saya nyengir bersalah) .. lha Pak Im itu pindahan, trus waktu kelas 3 kita sudah beda kelas...lagi pula nama bekennya Lukbar bukan Im... (terang saya ...membela diri  ) -------------------------------------------------------------------- EndingTapi setelah dipikir2...saya ini orangnya dulu, super cuek (semoga tidak sampai sekarang ...) sekolah saja seperti hanya numpang lewat..jadi...mungkin bakal ada daftar teman2 yang terselip dalam ingatan.
Sudah hampir tiga bulan di rumah... pertanyaan favorit yang disukai setiap orang [yang kenal] saat pertama bertemu adalah "kapan datang ?", "balik lagi nggak ke Jawa ?", "sudah terangkat dimana ?"  untuk pertanyaan yang terakhir suka bikin dakuw meringis...karena jawabanku dipastikan dengan gelengan kepala. Dan berlanjutlah pertanyaan terakhir itu dengan ajakan/perintah/usulan untuk segera menjadi pegawai honorer di instansi A/B/C dan menghubungi bapak A/ Ibu B, etc. Plus info daerah-daerah pemekaran yang butuh PNS. di kampungku tercinta ini, orang seringkali dianggap tidak kerja kalo bukan pegawai negeri....ouch ! bagiku, menjadi PNS adalah pilihan tawaran kerja *tawaran lho bukan menawarkan diri :p* di luar Gorontalo. Means, kaluw jadi PNS dakuw daptarnya di luar Gorontalo. Atau PNS-nya jadi guru atau dosen...bolehlah... kaluw di Gorontalo, inginnya sih tetap dijalur non PNS. duuuh semoga !! hampir tiga bulan di Gorontalo. Ngapain aja ? bantu mengembangkan lembaga pendidikan non formal menggagas pendidikan anak dari usia 4 thn hingga dewasa kerja yang sedikit-sedikit bersinggungan dengan kebijakan DIKNAS -dan kemudian membuatku makin ogah untuk ikut menceburkan diri ke dunia PNS...ekhhh...- --------------------------------------------------------------------------------------------------- untuk pertanyaan ke dua...jawabannya...tentatif :D haturan terima kasih banyak untuk myboss di Malang dan rekanan
Ia yang besar dengan was-wasakan hangus dibakar ragu ... Ia yang besar dengan prasangka akan menjadi abu sebelum kebenaran
Apa bedanya was-was dengan waspada ? Apa bedanya prasangka dengan berhati-hati ?
was-was itu membesarkan cemas, meruntuhkan waspada. Prasangka itu membobol kepercayaan, membuat gelap mata -walau- pada kebenaran. Ekhm...tidak menjawab pertanyaan, ya ? 
kalau punya prasangka buruk pada orang lain, sering sekali tanpa disadari ada saja cara dan celah untuk mencari pembenaran prasangka itu. Bukan sebaliknya, mencari kesalahan dari timbulnya prasangka itu. Kata banyak orang begitu memang cara kerja imunitas sistem perasaan kita. Kalau ada yang aneh-aneh, terasa aja deh ! ups ! begitukah ?
saya jadi ingat sebuah cerita (Anak-anak langit, kalu tidak salah judulnya).. dengan latar belakang tragedi tiananmen si penulis meceritakan kisah pemimpin sebuah negara yang ngotot mencari salah seorang pemuda yang dituduh sebagai pemrakarsa gejolak tiananmen. pemuda itu adalah salah seorang cucu dari sepasang kakek yang pernah dibutakan para tentara pendukung si pemimpin. ia berada ditengah-tengah lapangan itu karena.............
pemuda itu kebetulan adalah anak yang pintar dan oleh kakeknya ia ditunangkan dengan seorang gadis -yang tidak cantik dan tidak manis- anak seorang pegawai negara *atau yang berhubungan dengan pejabat negara degh*
untuk menjamin nasib anak perempuannya, pejabat negara itu *sebut saja demikian ya* mengirimkan si pemuda ini ke Amerika. ya-ya beasiswa... dikisahkan di Amerika si pemuda ini bertemu dengan gadis amrik yang disukainya. Singkat cerita, pacarnya itu diberitahukan pada keluarga tunangannya -walau pada akhirnya ia putus dengan gadis Amrik setelah lulus- dengan hati berdarah-darah karena diputuskan oleh pacarnya yang Amrik si pemuda pulang ke negaranya.
Tapi apa mau dikata, si pejabat negara merasa diremehkan dengan kelakuan si pemuda. Ia memberikan katebelece ada semua instansi untuk tidak menerima si pemuda lulusan Amrik ini.
Apa mau dikata..? pekerjaan tidak ada. di rumah sering di tegur dan dimarahi sepsang kakek dan neneknya. satu-satunya kegiatan adalah...
ia bertemu dengan teman sma-nya yang telah menjadi seorang anti kemapanan. Masih mahasiswa *atau ? lupa bagian yg ini*
bersama temannya itu ia -yang aseli pengangguran- diajak bergabung dengan aksi tiananmen.
lalu kenapa ia dituduh sebagai pemrakarsa aksi tutup mulut hingga berdarah2 para mahasiswa di Tiananment ? 1. hanya karena ia memakai kaus yang ditulis dalam bahasa inggris 2. karena ia satu2nya pemuda yg dapat diajak bicara reporter asing -dengan bhs inggris- 3. karena wajahnya dianggap pemberontak...hahhhhhhhhh ???
kok jadi kayak review buku ya ? bukan ! yang ingin saya coba utarakan adalah... jika otak ini sudah disetel gelombang prasangka maka yang dapat diterima gelombang it adalah hal-hal yang sesuai dengan gelombang itu.
dalam agama saya, prasangka itu HARAM, dalam bahasa lain...terlarang atau dilarang keras
"maka jauhilah prasangka..."
jadi ? sebenarnya apa bedanya prasangka dan berhati-hati ???
------------------------------------------------------------------------------------------- ikatan ini bukan hanya bisa dimengerti dengan teori. Akan lebih indah jika semua tertancap tuang dalam gerak, isyarat dan kata. Prasangka, apa yang lebih buruk dari rayap ukhuwwah itu ?
 | Ruang | Feb 6, '07 3:20 AM for everyone |
Selalu ada ruang yang kosong yang siap ditempati oleh jejak dan kenangan memberikan kelengkapan pada hari menyiapkan kesempurnaan di hati
Selalu ada ruang yang terkunci menyimpan selaksa harap yang usang sejarah mencatatnya begitu menggenapkan cacatnya sebuah ragu
Selalu ada ruang yang penuh mendekatkan sekat-sekat yang melepuh menghadirkan kekuatan walau rapuh menciptakan kebesaran karena padu
Selalu ada ruang ajaib karena adakalanya masa menjulang ke langit karena sepertinya selalu saja ada yang menghilang karena setiapnya kita adalah pemilik sihir-sihir yang lupa
----------------------------------------------------- bisakah kau menerka ruang manakah kuletakkan rindu yang selalu kau tanyakan itu ?
Karakter dipengaruhi oleh berbagai hal. Lingkungan, gen, gender dan pengalaman merupakan hal-hal utama yang diakui membentuk karakter seseorang. Menurut psikotest tentang kecenderungan karakter, saya termasuk karakter korelis kuat dengan sedikit bayang-bayang sanguinis. karakter korelis : pemimpin, otoriter, ekstrim : cepat marah, cepat calm down, tepat mengambil keputusan, enthusiastic, menggebu-gebu, dll analisa : mama-papa termasuk orang yang doyan organisasi dan kumpul-kumpul. Kakak juga termasuk maniak organisasi, abang ? walo selalu menghindar, tetap saja kepilih jadi pemimpin anu ato ketua inu... bagaimana si bungsu ini tidak terpengaruh ??? Menurut banyak orang *juga menurut pelajaran sosiologi pedesaan* karakter orang luar jawa : terang-terangan, jujur *ato polos ?* :p dan sederhana analisa : daerah di luar Jawa tidak banyak yang punya adat keninggratan *lebih banyak dicelupi oleh budaya Islam atau budaya animisme* jadi demikian karakter ini juga dipengaruhi... ada banyak orang yang mengambil kesimpulan bahwa orang yang berkutat dengan sains, MIPA atau tehnik itu tidak romantis, tidak bisa berbanyak kata, tidak bisa berbasa-basi, yang dominan dipake logikanya... benarkah hal ini juga memberi asupan pengaruh ? dan sayapun tertawa saat komentar-komentar seperti ini mampir : "Kalo mbak ica yang minta, itu artinya harus !" *d'oh oriter bangedkah saya ? :( "cha, dirimu yang ngundang, dong ! pasti ikhwannya gak ada yang berani nolak ! :p Saat ditanya kenapa waktu dikasih tugas bilang, bisa. Tapi pas hari 'h' ternyata gak dibikin "soalnya, waktu dirimu ngasih tugas, gak tau bagaimana bilang gak bisa.." *heeehhh !!!* Lucunya, saat bedah karya di FLP ranting semua pengurus hampir berkata sepakat : karyanya, elbintang banged... cerita mengalir cepat tiba-tiba selesai, maksudnya jelas, kata2nya lugas, romantismenya khas bahasanya orang tehnik... *HALAAAAHHHH !!!* :)) *maksudnya gak romantis blas ?*  jadi inget satu kritikan buat saya, kalau mimpin rapat koordinasi, kata2 saya dianggap terlalu cepat dan tiba2 selesai. jadinya, mereka yang terbiasa rapat tanpa menulis, bisa cepat lupa apa saja yang sudah ditugaskan :D -------------------------------------------------------------------------------------------------- ada yang mengatakan karakter dipengaruhi bintang yang menaunginya, ada yang
beranggapan karena hari kelahiran, ada yang menyambungkan dengan tahun,
bulan, bahkan kejadian-kejadian yang terjadi saat kelahiran seseorang. -------------------------------------------------------------------------------------------------- iseng-iseng saya menyambung-nyambungkan karakter dengan beberapa hal ini : Aries, Mars, bergolongan darah O, hari rabu, Api, Emperor, Star, Naga, Air, umar bin khattab, mush'ab bin umair, hitam, laut, taekwondo ... whoaaaaa... -------------------------------------------------------------------------------------------------- korelis dan perfectionist itu deket banged ya ? -------------------------------------------------------------------------------------------------- "Dan shibgah Allah semoga selalu menjadi arahan karakter ini...Ya Allah...amiin"
tahun 2003, bulan November. hari ke 2 Ramadhan...
"de`, nambah tugas untuk ramadhan ini boleh ?" ketua umum masjid datang
dengan cengar-cengir khasnya meminta bantuan. Siapa juga mau nolak ? 
ada permohonan ke masjid untuk memberi makan gratis 100 orang
musafir dan yatimpiatu selama ramadhan. syaratnya hanya satu : standar
makanannya harus bukan makanan yg biasa-biasanya.
jadi, demikian. ditengah persiapan beberapa training dan beberapa
kegiatan diluar kota, saya juga membentuk tim kecil bareng teman2 untuk
membuat kegiatan makan gratis itu lancar dan sesuai standar yg di minta.
hari pertama berlangsung lancar. alhamdulillah. kebahagiaan tiada
terkira melihat senyum bahagia dari teman2 sesama perantau dan
adik-adik yatimpiatu yang dijamu. Teman saya Septina bahkan, sepanjang
buka shaum sampe makan malam selesai matanya terus berkaca-kaca kadang
pula saya sempat menjemput satu-dua bening dimatanya yang tidak kuasa
ditahan. Ah, Septina salah satu dari beberapa teman saya yang telah
yatim piatu sejak SMP. Bagaimana rasanya tidak memiliki ayah dan ibu ?
detail wajah-wajah adik-adik yatimpiatu itu saya rekam bersama do'a.
hari ke lima ramadhan. setelah shalat isya, jelang tarawih...
"mbak, tadi siang k`upie nelpun ke kost..."
"oya ? tumben siang-siang...ada apa ya ?" saya asyik mengedit film yang akan ditonton bareng, besok.
"ayah mbak...tadi siang sudah nggak ada," saya menoleh
"apa ?"
"ayah mbak...tadi siang meninggal," kosong. dengan [sok] tenang saya meraih dompet dan bersegera ke wartel depan masjid.
menelphone rumah. tidak lama di seberang mengangkat telphone. suaranya
terdengar lumayan gaduh...om -kakak mama- yang menerima...hanya
mendengar suara salam saya, segera om berteriak memanggil
kakak...telphone berpindah ke kakak...
"de`...kuatkan ? sudah tiba masanya papa. i know u a tough sista..."
"papa meninggal... jam berapa ? dimakamkan jam berapa ?" kakak mengabarkan singkat...
"boleh bicara dengan mama ?" ada jeda disana. 'dd itu, papa banged'...ah
ya, mama mungkin masih sangat shock. ya sudah. telpon ditutup. saat
itu, malam rasanya tidak akan berakhir. tephone dan hp berdering hingga
subuh. dari saudara dan teman-teman...
...papa...
...bagaimana wangi tubuhmu ?..aku bahkan hampir tidak ingat...
"bagaimana rasanya, mbak icha ?" seorang adik yang juga sangat dekat
dengan ayahnya bertanya dengan agak segan dari seberang telphone pukul
3 pagi. saat sahur...
"bagaimana ?..."bingung
"sekarang tidak terasa apa-apa. kosong," kami tertawa lirih. ayahnya
sedang dirawat dirumah sakit. sudah beberapa kali cuci darah. sedangkan
papa, pagi hingga 30 menit sebelum meninggal masih sempat cuci mobil,
bantu mama ke pasar dan nelpun beberapa saudara untuk mengingatkan
acara buka shaum di rumah..
paginya, ada telpun dari penanggungjawab dana makan gratis yatim piatu se Malang untuk janji bertemu.
ah. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah telah memberi saya kehidupan yang lama bersama papa. penghiburanMu sunggu jeli.
Juni, 2006
di televisi jogja di guncang gempa...
ratusan keluarga kehilangan sanak keluarga, rumah dan semua harta bendanya...
tak bersisa, tak terkira, tak disangka...
dihari yang sama...
hanya karena salah informasi dan komunikasi yang macet, hampir 500 buah
buku2 saya *yang lebih dari 4 tahun dikumpulkan* tidak bersisa...
dijual ke tukang loak, oleh penjaga rumah...
"pantesan mbak, bukunya tebal2 dan masih bagus2, ternyata bukan buku untuk diloakkkin ya...?" tanya beliau lugu...
mata saya gerimis. perpustakaan kecil yang saya cicil sedikit demi
sedikit...hilang begitu saja. Belum lagi ada beberapa buku pinjaman
yang belum saya sempatkan untuk dikembalikan...
sesak rasanya...
berkaca pada mereka yang kehilangan di Jogja...
Alhamdulillah, ya Allah. Terima kasih, hanya buku itu yang lenyap, bukan kesempatanku dibumi...
terima kasih...
pelajaranMu sungguh halus.
-----------------------------------------------------------------------
*melihat buku yang baru saja duikembalikan teman dengan nomer 532...
sebelumnya bagian pertama bisa diliat di
SINI
bagian kedua ditengok di
SINI
----------------------------
Ini benar-benar kondisi yang tidak bisa kupecahkan !
lampu-lampu bandara satu-satu mulai dimatikan...
para karyawan, pramugari dan agen2
tiket mulai keluar menuju mobil jemputannya masing2 untuk istirahat
dari penatnya kerja seharian. Dan aku ??? masih dengan mushaf ditangan
sambil terus memohon-mohon pada Allah mencari belas kasihanNya. *Allah
tahu aku nggak bermaksud korupsi uang papa* berulang-ulang aku
memantapkan diri 
seorang berseragam satpam menghampiriku.
"maaf, mbak...tadi saya liat sudah
check-in ?" *kata pembuka itu masih melekat rapat dimemori ini. Aku
menolehkan kepala dan melihat seorang bapak berumur sekitar 40-an
dengan wajah khas orang timur. Segera, tanpa basa basi ku ceritakan
kondisi dompetku dan "aku tentunya" yg berhenti di depan satpam tax
bandara. diperhatikannya dengan cermat tiketku dan sesekali berdecak.
"Wah, mbak, taxnya nggak seberapa
nilai tiketnya ! kenapa tadi tidak ke desk sempati air saja ? kami bisa
bantu lewat bawah, langsung ke pesawatnya,"
aku menyeringai lebar *meneketehe ?*
eh ini ungkapan zaman sekarang artinya...mana kutahu ? *dengan sikap
memelas* -asalnya ungkapan ini tidak saya ketahui, ada yg tahu ?-
"trus ? mbak ini ada yg jemput ?"
kuceritakan lagi dari mana asalnya diri yg setengah terseret waktu dan
kini duduk pasrah dibandara, dari awal hingga post terakhir bandara...
"Ikut saya aja, mbak, keberangkatan mbak ke Menado besok kita urus.
Cahaya itu ada !!! segera-segera ! dengan cepat menangkapnya ditangan. Alhamdulillah...
"mbak, ke rumah saya dulu malam ini," oke...saya tersenyum lega...
beberapa saat bapak itu menghilang dan kemudian muncul dengan...sepeda motor ?
WHAT !!! apa nggak salah niy
saya ? "maaf, mbak, mobil jemputan kami sedang di bengkel, jadi hari
ini kami pulang sendiri2," Ouw..Ooouw...okeh...ini daruri kan ya
?kudekap tas tenteng *yg alhamdulillah kuisi satu jilbab dan satu
gamis* diletakkan diantara tempat dudukku dan si bapak satpan sempeti
air *hijab dunks agh* ...kamipun melaju...
ditengah-tengah perjalanan...
Ini sinetron ! ini benar2 sinetron !
hujan menggerimis tiba-tiba, laju motor masih mantap. namun tidak
berapa lama, hujan menumpahkan airnya yang lama disimpennya erat-erat
ke bumi. Deras. Dan rela nggak rela motor yg dibawa bapak satpam pun
menepi ke sebuah teras rumah berbentuk warung yang gelap tanpa lampu.
Hafalan ayat ku rapal berulang2, argh Allah mengikuti persangkaan
hambaNya. jangan berpikir negatif. jaga pikiran untuk harus berpikir
positif ! kami menepi tidak berapa lama, karena hujanpun mulai reda dan
boleh diterabas. Motor kembali melaju. Tapi memang hujan sedang ingin
bermain-main dengan hatiku :p, kembali ia mengguyur kami dengan hebat.
Menepi-menepi...kali ini disebuah teras rumah makan yang
remang-remang...piyuh...
beberapa orang bapak2 datang sambil
menggoda si bapak dan aku, entah apa yg mereka katakan, yang pasti
telingaku memang tidak sedang on untuk mereka. Setelah agak reda
kamipun meneruskan perjalanan *deuh kamiii* :p
perjalanan agak lama...dan sampailah
saya dan si bapak ke sebuah rumah petakan. Aku dipersilahkan masuk dan
...kok sepi sekali ???
"isteri saya asal Palembang. Ia dan
anak saya sudah lebih dulu mudik" LHO ? jadi ? dengan memberikan
keterangan terakhir itu si bapak permisi sebentar, keluar.
saya deskripsikan dulu rumah
petakan si bapal. Rumah tipe 25 punya kamar mandi satu, dapur
satu, ruang tamu satu dan ruang tidur yang hanya dibatasi oleh dinding.
*sekali lagi ruang tidur bukan kamar tidur* karena baju basah kuyup,
jadilah saya beberes dulu..Alhamdulillah...kok ya bawa baju satu dan
jilbab di tas tentengan yaks ? Allah emang Maha Pemelihara :-) ...
setelah berganti pakaian kering, saya melanjutkan tilawah. Iyalah !
horor dunks kalu tidur2an :p agak lama barulah si bapak datang...
beliau kaget ! lho ? blom tidur ?
huwawwww...! gimana njelasinnya yaks. Agh, jujur kacang ijo saja ! saya
jelasin aja pake contoh yg rada2 serem. Bayangin kalu ada perampokan
besar di rumah sebelah, dan dicurigai pencuri itu lari ke rumah
ini, terus orang2 ngegerebek rumah ini, ditemukan saya dan bapak yg
tidak punya hubungan apa-apa...repot kan ? lagi pula, bapak, sambung
saya, memperlunak analogi tadih...saya sedang mengkhatamkan bacaan
Qur`an saya dihari2 terakhir ramadhan, jadi saya jarang tidur
*kedengarannya gak aneh, kan ?* si bapak mengangguk2 anggukkan
kepalanya *itu setelah ngotot2-an duluw lho*
akhirnya pamit keluar lagih. Kali ini
tidak lama. sambil senyum beliau mengajak saya ke rumah sebelah. Saya
di kenalkan dengan pemilik rumah kontrak petakan itu. Bapaknya aseli
solo, ibunya orang betawi, punya anak 3. dan si bapak "satpam" tadih
sudah ijin untuk menitipkan saya disitu dan si ibu betawi itu dengan
ikhlasnya menggusur kamar ke tiga anaknya untuk saya tempati yang
ditemani si ibu betawi :P ...
berniat nggak bakal tidur sampe sahur,
tapi letih emang nggak bisa dibohongi, saya pulas ditengah2 ngobrol
asik dengan si ibu. dan dibangunkan untuk sahur. !sigh
sahur-shalat subuh dan...tadaaaa...saya dan si bapak satpam pamit untuk bermotor lagi...*hiks kenapa jadi kebiasaan beginih ?*
sesampainya di bandara saya diminta
bapak satpam untuk menunggu di luar, beliau masuk dulu sambuil bawa
tiket saya, kemudian keluar lagi *tentu juga sambil membawa tiket saya*
tapi sudah terstempel TRANSIT ! huwaaakekekek... :D saya
masuk..melewati si satpam bandara yg tadi malam...diantar sama bapak
satpan sampe duduk di pesawat...
ada yang aneh dari cerita saya nggak ?
ada ! saya blom pernah menyebut nama
bapak satpamnya !kerna itu, alhamdulillah sebelum pesawat lepas landas,
saya minta alamat bapak satpam. yang langsung di berikan dengan kartu
nama. Nama bapak itu Pak Robert satpam Sempati air...
dipesawat saya terharu...betapa, begitu banyak orang yg menolong ...
saya memang belum sampe rumah, belum
bisa bilang..finnally... tapi yg memohon untuk
dipelihara Allah, sungguh tidak merugi...
*ada rasa bersalah setiap mengingat kejadian ini*
karena ditengah kecemasan saya *walo
kliatannya cool* saya lupa bertanya nama bapak-ibu pemilik rumah
petakan dan bapak sopir taxi itu, bahkan...setelah sempati air
bangkrut, sayapun tidak bisa menemukan jejak bapak Robert...
apakah mereka malaikat ?
lautan do`a dan ucapan terima kasih saya pada mereka semuwa... --------------------------------------------------------------------------------------
Ps. kejadian saat saya menumpang dirumah pemilik rumah petak itu
berlangsung hampir jam 12 malem *saya aja sampe melotot liat detak
detik sijarum jam*
---------------------------------------------------------------------------------------
Hari terus berputar gak peduli dengah siapapun yang sedang panik dan
puzzzhiing. Tiket bus ataupun kreta tidak juga kunjung ada...
O ya sebelum lupa dicritakan, untuk tiket bus atau kreta sengaja nitip
ke teman yg biasa ngelajo. Akhirnya di H-4 sang teman datang dengan
wajah kuyu, penuh dengan pendar-pendar keletihan yang sangat serta
ekspresi yang disetel memelas...ough... keknya tidak perllu dijelaskan juga sudah paham kan situasinya ?
Iya ! betul ! anda benar ! tidak ada satupun tiket kreta atau bus yang
dapat diperjuangkan dengan harga "normal" lebaran. Dia kalah ngotot
dengan para calo yg tentunya lebih sangat berpengalaman dari dirinya.
Dan semua itu bisa dimaklumi...
tapi persoalan saya kan masih belum terselesaikan !!!
Akhirnya "JDENGGGG !!!" dengan sedikit pemaksaan dari Mbak Kanti *ouw
mbak kostku yg penuh perhatian, lembut dan TOP deh* di buatlah mission
impossible banged...
kaluw normally naik kapal laut,
dengan dana sigap siap sedia musibah *yg mestinya dimiliki oleh negara
kita setiap saat karena struktur alam Indonesia yg dipenuhi oleh
kekuatan alam yg seringkali susah diprediksi..eips lho ?
kemana-mana...intinya...dana taktis yg saya miliki hanya cukup untuk
mengejar kapal yg lewat *disetiap pelabuhan ?* :p
ada satu pilihan yg saya belum coba...pilihan radikal...naik sepeda ? hohoho...BUKANNN ! blom lah sedramatis ituw...
Pilihannya adalah... naik pesawat
Radikal ??? iya dong, jaman itu,
dengan dirikuw yg baru semester 5 ? (info terakhir itu
penting gak siy ? :p) nyari2 duit juga baru bisa dibilang main2...jelas
saja NGGAK PUNYA JATAH BELI TIKET PESAWAT! heks 1,3 - 2 jt d'oh berapa
kali lipat dari tiket kapal ?
tapi yg radikal itu kadang2 suka
jeblos dari lubang jarum kan ??? demikian ! akhirnya saya menghubungi
satu persatu teman menjual dan menarik saham *eh emang dulu istilahnya
begituw lho* akhirnya-akhirnya ??? ku dapati sejumlah uang tiket ke
Menado plus lebih dikiitttt...*tiket ke Gorontalo fullbooked :(*
H-3, jadilah saya memesan tiket.
Ngubek-ngubek agen se-Bogor akhirnya dapat yg termurah 1,6 jt. oke
deiii. diambil ! pesan pagi jam 8 ambil jam 3 sore, berangkat jam 5
sore dengan bus damri. Siip !
dirumah beres2 barang yg akan dibawa. Dibantu Mbak Kanti. Ary, teman sekamar sudah berangkat ke temanggung.
telphone berdering. "Cha, telpun," Oke ! hari ini rasanya hati sangat ringan...legaaa...
Telpun dari Teh Iif, suaranya penuh
harap untuk dimaklumi. Ia tahu saya lagi beberes untuk pulang mudik
hari ini, tapi urusan kegiatan besar yg rencananya akan kami laksanakan
sebulan setelah lebaran "bermasalah" dan membutuhkan dirikuw dimasjid,
segera...
liat jam, oke ! tidak masalah ! mbak
Kanti yg mengomel panjang pendek dibelakang...terang aja, baju2 saya
blom ada yg di packing rapih...
perjalanan ke masjid ternyata paraaah
!!! bogor macet total tanpa merayap...hu.hu.hu...bisa sampe jam berapa
ke masjid ?akhirnya, tiba di Masjid jam berdetak menuju angka 11.
Setelah memapar panjang kali lebar kali tinggi bergantian antara Teh
Iif dan Anng akhirnya disimpulkan permasalahn yg akut ada pada ketua
panitia, jadilah yg harus dipanggil adalah ketua panitia. kalau tidak
bisa, kita yg ke rumahnya. Hagh !? dimana tuh rumahnya ? jam kan terus
berdetak !!!
setelah
mewasiati macem2 sang ketua panitia yg *alhamdulillah bisa datang ke Masjid
setelah dzuhur*, dengan berat hati, saya menelphun mbak Kanti untuk minta tulung membawakan
serentengan tas2 saya dan tentunya mengepak barang2 yg berseliweran
diantara tas2 ituw. Kami janjian di agen tempat pembelian tiket.
sampai di agen, Mbak Kanti sudah ada
disana, pukul 3 kurang tujuh menit *ingat banget exactly deh jam2nya
sangking deg2-an* tiketnya blom datang ! huwaa ??? Pfffff...menunggu,
menunggu dan menunggu...lama banget hingga 4.30 sore. "sebenarnya, ada
nggak niuh tiketnya ?" was2 mulai bergelayut di dada...H-3 sodara2...
Tiket selese, pukul 5 kurang. Segera
bergegas ke terminal bus Damri. Lari-lari, beneran berlari sepenuh hati
mengejar angkot. Sampai di pemberhentian Damri...airmata rasanya malu
juga untuk keluar. Damrinya baru saja berangkat lima menit sebelumnya.
Untuk hal yg satu ini saya benar - benar merasakan apa yg disering
disebut-sebut kata pepatah,* jika ingin tahu rasanya menyesal
tanyakanlah pada si telat 1 menit sebelum bus terakhir yg dapat
dinaikinya* saya sih tidak 1 menit, lima menit ! tapi rasanya gigi mau
rontok aja semuwa...
merogoh2 dompet. duit tinggal berapa
ya ?lho ini duitnya ? tinggal seratus kurang ??? "ada di dompet yg satu
lagi. Di ransel," kata Mbak Kanti. Ouh...mengelus dada...bernego dengan
para supir taksi. ongkos normal 120-150 rb, paling poll ada yg bisa
turun sampe 90 rb. Harus hemat2 ! aku kan masih harus melanjutkan
perjalanan menado-gorontalo.
Dan, hiyaaaa, hip2 huray, alhamdulillah, Allah emang Maha pemelihara deh tiba2 ada bapak2 menawarkan 65 rb, katanya ia juga punya anak sepantaran saya yg sedang kuliah di Jawa sanah. Aih terharu ...
dalam perjalanan ke bandara, saya
menghitung pengeluaran tax tol yg dikeluarkan bapak itu...whalah, 65 rb
dapet apa ? akhirnya setelah nyampe di bandara dengan sangat malu2 saya
memberikan bapak itu 75 *hatur nuhun pisan, bapak...saya bisanya
hanya nambah segitu* syukurnya gak abis2 deh sama bapak itu. *duit di
dompet -yg kubawa- tinggal ribuan2 yg gak jelas*
alhamdulillah, check in. pesawat baru
akan berangkat jam tujuh lebih seperempat. Sebelum memasukkan barang2,
aku harus mengubek2 ke dua tasku untuk mencari dompet yg satunya
lagih...*aku kan harus bayar tax bandara*
Masya Allah ! nggak ada ? aseli nggak
ada ! keluar, mencari telpun kartu ke bogor *eh sekarang apa masih ada
telpun umum kartu ?* di seberang Mbak Kanti terdengar prihatin
mengabarkan dompetku yg memang masih tertinggal di tempat tidur.
lemes ! bingung harus mo ngapain.
dicoba aja duluw melewati petugas tax.
Kuberitahukan pada petugas itu *dengan tanpa malu* bahwa aku tidak
punya cukup uang untuk membayar tax bandara. Tampangku disetel cukup
memprihatinkan Hiks, apakah bapak itu bisa terenyuh dengan
keadaanku ? ternyata TIDAK sodara ! aku malah diceramahi ttg perpu no sekian sekian dengan lancar dan suara lantang. aku mundur teratur...
bhehehehe...dititik ini saya heran
juga, saya dengan tenangnya membaca qur`an diruang tunggu diluar *oya,
barang sudah masuk bagasi*
Jam 07.15 malam pesawat sempati air
*udah nggak ada sekarang !* memanggil2 namaku dengan 2 bahasa. gimana
dunks ? dan byebye...pesawatpun lepas landas. jam terus berdetak ! trus
aku harus kemana ? bagaimana caranya untuk keluar dari bandara ? kan
harus pake duit juga ?
satu-satu lampu mulai dimatikan...huwaaaaaa...
*kepanjangan yaks ? bersambung lagi ya...* (Insya Allah)
saya punya kekurangan ! banyak banged yang pasti ! :D
salah satunya...mata saya yg minus. Kerna minus ini, ada yg senyum
tidak tertangkap oleh kemampuan mata saya. ada teman yang pake baju
baru, nggak bisa lagi saya kenali, turunan tangga masih satu undakan
lagi sering jadi penyebab kecelakaan kecil kerna tidak terlihat.
saya juga harus sering sok pede dengan membalas senyum orang dan sapaan yg lewat walo samar...
TAPIIII...
dengan kekurangan saya yang satu itu...toh saya masih bisa hapal dengan
orang-orang yang saya pernah temui. kalu nggak hapal nama, minimal saya
ingat pernah kenal dimana atooo...wajahnya nggak asing2 banged dengan
memori saya...
jadi...
kalau tiba-tiba ada orang yang senyum2 trus tanya2 kerja dimana ? mudik nggak ? msekarang tinggal dimana ?
padahal wajah, nama dan cirinya2 tidak bisa saya identifikasi di memory saya...
ya saya kudu bilang "sorry, kita pernah kenal dimana ya ???"
dan pyuhhhhh...maap2 saja kalu dengan seabrek kerja-an jelang lebaran ini saya ogah untuk main tebak-tebak buah manggis...
kalu emang nggak mau dikenal dan ngintil sambil senyum2 plus bertanya yg beranak pinak..afwaaaannn deyyy, u bothering me alot...
jadi maap-maap saja...walo lebaran sudah mo dekat..dan sekarang lagi shaum ramadhan...
kalu teman2 nanya..siapa de` ? *sambil nunjuk ke sosok kamu...
saya jawab "sorry, nggak kenal !"
nggak apa-apa ya... :D
Jika ada yang bertanya, topik apa yang aku tak bosan-bosannya berbicara pada orang lain ?
aku akan cepat menjawabnya tentang papaku
moment yg serem...
saat ketahuan papa, bikin mama marah...hu.hu.hu...
di suruh minta maaf sambil cium kaki mama...tapi blum sampai nyium kaki biasanya mama langsung meluk dan nangis bareng...
***papa sih ngeloyor pergi***
moment yg bikin sakit gigi
kalu diajak papa ke kantornya dan diperkenalkan ke seluruh isi kantor...
*malunya minta ampun minta maap deyyyy*
moment yg bikin orang ngiri
diantar jemput papa, cipikika dan ngusilin orang bareng :p
moment yg rada-rada aneh
depan rumah lewat tukang beli karung..."beli karung-beli karung" teriak orang itu
aku dan papa langsung saling natap.
"mo beli milu siram de' ?" aku mengiyakan
"papa nggak ada duit, jual karung yuuk ?"
jadilah berdua papa, ngubek-ngubek gudang, ambil beberapa karung dan menjualnya
duitnya ? aseli dipake beli milu siram ..! heuheuheu
gaya papa yang aseli bikin orang salting
Bapak
A masuk dari gerbang rumah, ada seorang laki-laki berkaos putih butek
yg rada sobek bercelana pendek sedang memotong rumput
bertanya dari jarak jauh
"woi pak, pak Insan ada?" orang yg memotong rumput itu berhenti
"ada pak,"
"boleh panggilkan ?" ujar orang itu lagi
"boleh pak" segera situkang potong rumput itu berlari-lari kecil ke dalam rumah...
didalam rumah...
brak-bruk-brak...ada yg ke kamar mandi buru2
"de` tolong kaos papa yg biru dong"
beberapa saat kemudian di ruang tamu...
"saya Insan, bapak mo ketemu saya ?" papa keluar dengan rapih
tamunya tersenyum kecut dan bolak-balik nunduk2 minta maap...
ckckckck...
moment da...daaaghhh
ini mama yg crita :
"halaah..de' tadi mamam di sekolah jadi keanehan baru"
"apa-an ?"
"tadi mama diantar papa ke sekolah" biasanya mama naik motor sendiri...
"trus
biasa kan ber dadaahhhh ria..eh ada ibu guru yg nyeletuk : *Lho, bu niu
mesra da-dah2 an sama pak Insan ?* heuheuheu...lho ?kalu gak sama papa
sama siapa dong?"
"lebih
lucu lagi beberapa menit kemudian mobil papa lewat lagi depan sekolah
dan papa nge dadah-in mamam yg masih di teras sekolah, si ibu itu yg
malah jadi malu sendiri katanya...hohoho"
moment rapat
guru sekolah yg cerita ;
"papa kamu itu romantis ya?" daku melongo, ada apa lagi ???
"dirapat sekolah, saat break, papamu nyari-nyari ibu Arsyad. kira-in mo ngapain ternyata mo makan bareng"
halaaahhhh !!! bokap ! kebiasaan ! :p
moment dakyu berantem (waktu kelas 3 SD)
masuk ke rumah sambil nangis2... *kerna takut dimarahin*
"kenapa de` ?"
"habis berantem sama temennya, dua-duanya kena panggil kepsek" ujar abang dari belakang
"lah ini nangis dari sekolah ? tanya papa
"nggak, dia nangis dari depan pintu, kok" masih abang yg jawab
"emang siapa yg salah, de ?" tanya papa
"dia si "w"" jawab diantara isak
"trus kalah gak berantemnya ?" kemudian papa bercerita gaya berantem yang seruw...
jadinya nggak nangis deh malah ketawa-tawa...huuuuuuuuuuuuuu
moment...aiiih..panjang banget...banyak banget...
------------------------------------------------------------
miss him a lot
di awal ramadhan tahun ini, saya menyempatkan untuk menghitung berapa
banyak waktu hilir mudik saya yang tidak teragendakan dengan baik.
ternyata...phiuh` ...lebih dari 50 %
...
itu artinya saya mengerjakan ulang pekerjaan orang lain *yang tidak
beres* atau banyak agenda yang tiba-tiba saja nongol dengan atribut
*mendesak!* yang harus ditangani...bahkan ada beberapa yang harusnya
tidak perlu saya turun tangan malah lacur...kepegang..halaaahhh!
akhirnya memasuki Ramadhan, tekad kuat dihati untuk memaksimalkan
hadiah waktu yang dihadiahkan Allah untuk lebih banyak mendekat padaNya
*biar dicharge*
dan...
memilah dengan ketat tugas apa saja yang harus ditangani...
tapi...teteup saja...
** tiba-tiba ada yang minta mabit untuk benerin laptopnya yg errorejing
** tiba-tiba ada yg minta ditemani dari asar sampe jauh isya
** tiba-tiba harus bikin publikasi seadanya kerna yg ditugasin sampe hari "H" blom juga bikin
** tiba-tiba harus bikin tampilan untuk dipresentasikan
** tiba-tiba harus mimpin rapat yg sudah saya delegasikan !
dan akhirnya dibeberapa tiba-tiba itu saya memarahi beberapa orang ...
scene I
menelphone sebuah sekolah
"maaf pak, kok saya liat nama saya ada dipamflet, mengisi training
ramadhan ?" *orang saya tidak merasa dihubungi, dicek dikantor parttime
saya, juga gak ada jadwal disekolah itu*
"lho, bu kita sudah konfirm dua bulan yg lalu. dan sudah diacc," jawab dari seberang
"maaf ngubungin siapa ya, pak ?" *bingung mode on*
"lho, ngubungin ibu. nomernya 081334... sekian-sekian" menyebutkan nomer yg tidak saya kenal
"maaf, pak. yg ngisi materinya saya, kan ?"sambil menyebutkan nama, alamat kantor dlsb.
benar ! jawab dari seberang..
Haaah ??? emangnya bapak bicara dengan siapa ? saya selalu pake nomer
XL, bukan simpati ! *ngotot bin jengkel naik ke leher...* bisa ngerti
dimana ada nmr saya yg begitu ???
*sedihnya, peserta yg ikut lebih dari quota yg diharapkan panitia...dan
untuk menghubungi trainer diwaktu2 dekat ini..agak repot...
*blom nemukan solusinya kerna di jam yang hampir sama saya juga ada agenda*
di tiba-tiba yg lain, saya sempat membuat seseorang matanya berkaca-kaca, sedih...
Scene II
"kan, beberapa kali saya ingatkan...kalu nggak mampu, bilang ! biar
diselesaikan sama orang lain, toh saya tidak minta desain yg luarbiasa
! yg saya minta itu selesai tepat waktu !"
*walau pelan dan diucapkan tidak dengan intonasi tinggi...hawa marah
saya kental terasa. dia memang orang yg jarang sekali saya marahi. tapi
entah kenapa akhir-akhir ini kerja-annya selalu saja tidak beres !*
untuk semua itu...
maafkan saya tidak bisa untuk tidak memarahimu...
------------------------------------
habis marah2 jadi sedih...
Jeng-jeng !jeng-jeng ! dededumdededum dobs ! *bunyi sms yg selalu bikin kaget!*
huweeeeeeeeeiiii...sudah 10 Ramadhan lho, ramadhanmu diapain aja sist ?
satu pesan sms masuk di pagi buta sebelum tukang bangunin sahur di Masjid berteriak membangunkan orang sekampung.
Aih...degblast! sudah ngapain saja di Ramadhan yg jelang 10 hari ke dua ini ?
apa ramadhan kali ini lebih baik dari ramadhan tahun lalu ?
atau ? termasuk mereka yang merugi ? *iyya`udzubillah min dzalik*
Membaca tulisan yang sengaja dipampang di atas meja
"barangsiapa yang berusaha bersabar niscaya Allah akan menjadikannya
bersabar." "Barangsiapa berusaha untuk selalu mengerjakan kebaikan
niscaya Dia akan memberikannya dan barangsiapa menjaga diri dari
keburukan niscaya Dia akan menjaganya"
seberapa jujurkah usaha saya ?
-----------------------------------------------------
Ya Allah semoga Engkau jauhkan aku dari golongan orang-orang yang KAU beri tangguh... amiiin ya RAbb ...
*Sesungguhnya kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka (QS 3 : 178)*
"eh, gus, tadi yang dititip-in pesan yg ditempel di papan siapa ?"
"saya !"
"lho ? jadi tadi kamu yang nyapa saya di depan ruangan tadi ?"
"aduuuuuuhhhhh, iyaaa tetehhhhh...makanya pake kacamata dong !" Agus berlalu dengan menghentakkan kakinya dengan kesal !
Agus, yuniorku itu trauma dengan kesalahan mata saya. pasalnya setelah
hampir mau satu tahun saya menjadi mentor dia dan teman2nya di 5 seri
kegiatan, saya baru ngeh bentuk wajahnya. itupun kerna ada kejadian
*yang lagi2 bikin agus sakit gigi :p*
"gus," ujar saya saat berpapasan di lorong
"coba bilang sama temanmu yang pake kemeja kotak-kotak, kalu lagi ada
teman-teman putri yang ngumpul diruangan dalam, pintunya ditutup terus
ada tanda dont disturb itu artinya dilarang masuk-masuk apalagi nggak
pake salam !" panjang saya mencecarnya dengan males...
"kemeja kotak-kotak ?" tanya agus dengan tampang bingung
"iyah ! si kemeja kotak-kotak yang keluar masuk diruangan dalam, yang
bolak-balik ambil buku ! nggak lihat disana ada banyak putri yg tidur
kerna kecape-an ?" suaraku mengeja
"aaaahhhhhhh...teteh ! kalu mo marahin aku jangan bilang si kemeja kotak2 dong !"
"lho ?" kali ini saya yang bingung...orang wajah si kemeja kotak2 beda koq sama agus
"tapi...sebentar..."saya mengambil kacamata dan memasang..pelan...
"huwaaaaa....jadi..itu kamu gus ???" arghhh jauh banget dari apa yg tertangkap oleh mata saya tanpa kacamata :p
agus melongo....antara kesal dan ajaib ! :p
heuheuheu...itu kejadian sudah lama sekali... 6 tahun yang lalu
tapi lagi-lagi *kerna tidak suka pake kacamata* saya harus
dicemberut-in teman dan adik2 kerna senyum yang sudah dipasang lima
menit di cuekin oleh saya...
aihhhh gimana bisa melihat senyum, wajah saja sering datar terlihat oleh mata ini...hu...hu...hu...
jadi, bagi teman-teman yang kucinta, kalu ketemuan dan dakyu tak
menyapa, duuuhhh maaaf sungguh ! bukan karena sombong ato pura2 nggak
kenal...aseliiiii
...
itu semua karena kemampuan mata saya berkurang :p
----------------------------------
minus 5 dan 4,75 yang inipun keknya dah udzur tapi males gantinya...
---------------------------------
telah ku katakan padamu,
aku mencintaimu...
tidak perlu ungkapan berbunga-bunga dalam puisi
atau rangkaian kata indah dalam lagu...
kau bisa merasakan saat kumerindu,
dan aku mengerti tingkah sikap sayangmu...
itu...
sudah cukup...
arghhh...
mengapa masih juga bertanya ?
sikapku ini bukankah lebih terang dari lirikan sang raja siang ?
kukatakan padamu...
aku mencintaimu...
entah mengapa...
jangan tanya lagi...
atau bakiak bakal melayang ke arahmu :p
hiyaaaa...
aku capek menjawab pertanyaanmu...
walau ditanya berapa kali juga...
jawabannya tetap sama...
jadi...
nanti, tengah malam, bangunlah...
tolong tanyakan pada Tuhan...
mengapa ada orang yang penuh cinta hadir disampingmu
menjagamu dan selalu berharap...
kau baik-baik saja *widew kek lagu :p*
----------------------------------------------
*jangan tanya lagi ya...aku lagi bikin tugas ! :p*
| |