bintang's posts with tag: mine

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag mine
Blog EntryKapan Kura-kura Menang Lomba?Jul 1, '08 7:05 AM
for everyone

kura-kura tanpa tipu
juarai lomba lari
bagaimana bisa?
bisanya bagaimana?

singa, monyet, ular, serigala pun harimau, murka
hanya satu yang terduduk-duduk biasa,
; babi

hukum rimba diguncang-guncang
satu-satu coba dalih kurang-kurang
bagaimana sekarang?
sekarang bagaimana?

berembug urun taji
dari awal sampai hasil dikaji
marmut memekik lengking
"kamu! itu makan taik?"
Pelaku nyengir tak berdosa.
biasa
; babi

Harus apa?
Apa harus?
semua bertanya-tanya

Sang hakim, raja langit bijak laksana bertitah
"panggil kura-kura"
Rusa kalah lomba, berlari terpincang-pincang
sebelum sampai, maklumat tiba : kura-kura telah mati
sang juara.
Hukum Rimba kembali tegak
semua bubar.

"ayo kamu! kembali pulanglah!"
pelaku hanya menyeringai
ia berak dulu
; babi


ah...


Blog EntryAku Benci Listrik Mati...!Jun 29, '08 3:22 AM
for everyone
"Din, temanmu sudah lama menunggu di bawah. Cepatlah nak,"mama berteriak sepertinya dari bawah tangga.

Aku mematut-matutkan wajah di cermin, "sebentar lagi ma," balasku dengan teriakan lebih keras. Ini pertemuan penting dan dia harus mendapatkan kesan "lebih cantik dari fotomu' atau paling tidak ia bisa bilang 'aku lebih suka bisa liat yang aseli seperti ini'. uhm...

"Dina...!" uh mama. kebiasaan deh. Aku menyapu bibirku dengan lipgloss, sekali lagi. Semoga tidak ada yang kurang. Aku selempangkan tas imut berwarna cokelat tanah dan bergegas ke bawah.

"pamit ma" aku mencium tangan dan pipi mama. Pura-pura tidak sadar dengan mata mama yang penuh tanda tanya. Dandananku terlalu rapi untuk belajar kelompok? ah tentu tidak. Terlalu cantik. he.he

Helga tersenyum iri melihatku. Yah, ia baru dua hari ini belajar berkenalan dengan banyak orang, bertukar informasi kebiasaan dan kesukaan. Belumlah ia sampai pada levelku. Behubungan hati, bertemu rasa. Helga bisa dibilang masih perlu menempuh banyak hari lagi untuk setingkat denganku saat ini.

Sesampainya kami di Gavier aku membayar account dan menuju meja yang kosong. Helga mengambil meja yang lain.

"Hei! baru datang?" aku tersenyum dan menganggukkan kepala. Jantungku berdebar-debar.

"Akhirnya aku bisa melihatmu sekarang," aku mengiyakan. Lama. Ada jeda panjang setelah itu. Bunyi halus seperti terompet kecil terdengar dari balik meja. Kenapa ia tidak mengucapkan sesuatu? apakah...

Seseorang mengetuk-ngetuk mejaku. Aku melemparkan pandangan sengit, terganggu.

"Maaf dek, listriknya mati. Kalau ada file yang penting disimpan saja di folder pelanggan. Simpanan energi cadangannya kurang dari tiga menit," aku membelalakkan mata. Ouch!

--------------------------------------------------------
ditulis sambil nunggu angkot, duduk di halte sebelah anak SMP yang baru selesei latihan pramuka...



Blog EntryThe Ardh//ElBumiApr 8, '08 6:32 AM
for everyone

Saafilahaa tampak seperti bumi di abad 31, begitu selalu para tua-tua mengenang, saat melihat Saafil hari ke dua setelah bulan biru selesai.

Langit terlihat lebih kuning dan cerah. Satu hari setelah bulan biru selesai, kehidupan baru tampak bagi setiap mata memandang. Hijaunya pepohonan dengan pucuk-pucuk daun baru yang menggeliat bangun, segarnya rumput-rumput bertahtakan bulir air, ramainya kicau Burung Mlikut-produksi paling digemari dari walyah V sec Yesod. Semuanya menjanjikan nyanyian suci dari alam. Membuat hidup seperti terberkati, berarti. Memiliki tujuan.

Benarkah bumi seperti ini? Ah ya! Mungkin seperti ini jika tidak ada ambang, mosch, ley-ley dan lostruh. Juga tanpa orang-orang seperti dirinya. Neuralscahntech.

[w. syams ie w. dluh. h. w. lqmar ie idz. t. lah. w. nnah.r i idz. jallah.]

Siapa?
Kreszha mengejar neural yang menyusup di triune miliknya. Siapa kau yang menggunakan bahasa temu bumi? Hening. Bahkan jejak penindai impuls halus tidak bergetar. Engsh! Umpat Kreszha kesal. Ini kali kedua ada yang menyusup saat meta-kesadarannya diaktifkan.

Benarkah ada penyusup? atau ada yang salah dengan dirinya?

Kreszha berjalan cepat menuju bangku taman. Basah dijejeri embun. Kreszha duduk dan melakukan gerakan yang tidak pernah dilakukannya lagi dalam lima tahun terakhir ini. Kakinya disilangkan, menjulur ke depan dengan santai. Badannya membungkuk, tangan kanannya menyentuh ujung kaki kanan dan tangan kirinya menyentuh ujung kaki kiri. Jika ada orang dewasa yang melihat posisi Kreszha, pasti ada laporan yang masuk ke walyah III sec kesehatan dan diteruskan ke walyah XIV sec kehancuran. Sang kematian. Kreszha bisa dijemput untuk dieksekusi. Posisi yang dilakukan Kreszha hanya lazim dilakukan oleh manusia berusia lima hingga toleransi tujuh tahun yang mengalami kelainan pada fungsi otak. Selainnya berarti rusak.

Hexadrenalin Kreszha menderas mengeluarkan dehydroepiandrosterone. Dalam seribu lima ratus tigapuluh detik neurotrasmitter dopamin Kreszha memasuki bagian hingga yang paling dalam dan gelap pada segala-setiap-semua makhluk yang memiliki neural. Berjuta-juta informasi, niat, harapan, mimpi, nafsu, emosi, citra, warna, gerak, bentuk, setiap sisi yang ditangkap neural bergelombang memasuki ingatannya.

Dimana kau? Siapa?
Hening.

Amigdalanya bergetar sangat halus. Ada sinyal bahaya dari udara di sekitarnya. Hentikan Neuralscahntech Safier! Laisa emez! Lobus prefrontal Kreszha menyala. Kreszha menegakkan badannya dalam posisi normal. Laie! Otaknya mencela hanya lebih cepat sepersekian detik dari sesuatu yang melayang dan mengenai pelipisnya. Tepat! Sakit sekali! Kreszha memerlukan kerjapan mata untuk menikmati emosinya.

“Kreszha!” lengking bening itu terdengar dari arah datangnya 'sesuatu' yang kini tergeletak manis tidak jauh dari kakinya. Sebuah lumy lempar! Benda berbentuk bulat pipih terbuat dari alumunium campuran yang cukup berat dan digunakan dalam permainan ketangkasan ambang dan tanah.

“Kreszha! Benar kau ya, yang di sana?” Kreszha dapat merasakan aliran kecemasan yang hebat dari pusat-pusat emosi anak itu. Penderita sinkieinhibitadle!

[oh tidak! double L mengenai Kreszha? Kibo kumohon, tidak! Jangan Kreszha. Tidak hari ini. Ough! tidak hari ini! tidak selamanya!] Kreszha mendengarkan dengan jelas teriakan-teriakan yang dibahasakan sepanjang fisura sylvia, sebelum melihat sosoknya.

Xen. Pemegang kartu keter, berusia sembilan tahun itu akhirnya terlihat melompat dari ambang dan membuat salto sempurna dua kali sebelum menginjak tanah. Tanpa mengurangi kecepatannya ia menghambur ke arah Kreszha.

“Kreszha...”

“Ya?”

“umm...”Xen kehilangan sesuatu. Persepsi kejadian.

Kreszha tersenyum. 'Kau mengejar lumy lemparmu'. Mata Xen menemukan lumy lemparnya.

“Ah ya! Aku mencari ini,” seru Xen dengan canggung. [Sepertinya tadi aku cemas sekali. Teriakanku sampai bisa membuat batok kepalaku pecah. Teriak? Apa aku berteriak tadi? Sepertinya aku melupakan sesuatu yang penting]

“Apa kau tidak lupa, punya janji bertemu dengan ayah dan ibuku, nanti malam?” potong Kreszha membantu lobus prefrontal Xen.

“Wah! Tidak! Tentu aku tidak lupa, Kreszha. Terima kasih sudah mau menerimaku sebagai tamu, nanti malam,” Xen menjabat tangan Kreszha dan mengguncangnya. Terlalu kuat. Kreszha mengangguk-anggukkan kepalanya dengan sopan.

“Nanti malam pasti hebat, Kreszha!” mata Xen melebar.

'Ah! apa komposisi BDItF Xen perlu dikoreksi? Xen terlalu cepat terpasung emosi berlebihan'

“Aku pasti datang nanti malam! Hebat!” arus gembira meledak-ledak.

Kreszha mengeluarkan tawa lepas keras yang aneh. Efektif membebaskan Xen dari cengkaman liar amigdala.

“Xen!” teriakan dari ambang bersahutan ramai. Sepertinya teman-teman Xen.

“Kreszha! Benar kau ya, yang di sana?” ah pertanyaan seperti itu ternyata sedang trend di kalangan muda Saafil. Xen melambaikan tangan pada mereka dan meminta untuk bersabar sambil menunjukkan lumy lempar yang dipegangnya. Setelah menggumamkan pamit pada Kreszha, Xen berlari kencang dengan posisi tubuh mengambil ancang-ancang melenting ke arah ambang, mengejar lumy lempar yang telah ia lesatkan lebih dulu.

“kau tahu Kreszha, aku senang menjadi temanmu...!” lengking Xen dari ambang yang digemakan sama oleh teman-temannya.

'ya. uhm, maaf telah memotong beberapa neurotransmittermu, teman'

Tatap Kreszha pada ambang dengan kilat iri. Sejenak.

Perlahan, ia melangkahkan kakinya keluar dari walyah XIII sec hunian menuju rutinitasnya di teleflashcomn walyah VII. Kreszha menutup dan menonaktifkan meta kesadarannya.

-----------------------------------------

tentu bersambung :-)

------------------------------------------

sorry kalu tulisan ini naik terus di tayangkan (diganti-ganti setting private-contacs-network), lagi rareot nie kompie tapi dijadikan ajang belajar anak-anak. maapkan. mohon?


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help