bintang's posts with tag: indonesiaku

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag indonesiaku
Blog EntryKapan Kura-kura Menang Lomba?Jul 1, '08 7:05 AM
for everyone

kura-kura tanpa tipu
juarai lomba lari
bagaimana bisa?
bisanya bagaimana?

singa, monyet, ular, serigala pun harimau, murka
hanya satu yang terduduk-duduk biasa,
; babi

hukum rimba diguncang-guncang
satu-satu coba dalih kurang-kurang
bagaimana sekarang?
sekarang bagaimana?

berembug urun taji
dari awal sampai hasil dikaji
marmut memekik lengking
"kamu! itu makan taik?"
Pelaku nyengir tak berdosa.
biasa
; babi

Harus apa?
Apa harus?
semua bertanya-tanya

Sang hakim, raja langit bijak laksana bertitah
"panggil kura-kura"
Rusa kalah lomba, berlari terpincang-pincang
sebelum sampai, maklumat tiba : kura-kura telah mati
sang juara.
Hukum Rimba kembali tegak
semua bubar.

"ayo kamu! kembali pulanglah!"
pelaku hanya menyeringai
ia berak dulu
; babi


ah...


Blog EntrySeperti Pelabuhan...Jun 11, '08 5:06 AM
for everyone
Jadi, para suami...
jika isterinya ada kegiatan berkemah, silahkan didukung!
disupport, dibantu...
ya..ya memang...
saya sendiri kalau pulang ke rumah dan tidak mendapati isteri,
saya seperti...
sebuah kapal yang ditinggalkan pelabuhan...

*para suami tertawa, mengangguk-anggukan kepala*
*para isteri, tersenyum...tersanjung? :D*

*saduran dari pertemuan dgn Ust. Tifatul Sembiring*

Blog EntryD'oh! Plagiat - Arggghhh!Apr 29, '08 3:17 AM
for everyone
Rangkailah kata dari rahim sendiri
jelma rupamu ada, berdiri

susah, jelas! jika tak bersabar
apalagi malas berkobar-kobar
ditambah sanjung puji popular

Kamu!
bahkan bayang, malu, menyingkir
tak serta akan simbol pemikir
yang nyata hanya pelintir

huh!
bermalu diri lah pada cermin
letakkan tanda si pegiat
rupanya hanya plagiat

-------------------------------------------
muak membaca berita plagiat dan pembajakan
# tulisan tetralogi Andrea Hirata "Maryamah Karpov" yang sudah beredar padahal aselinya
 baru akan launching September *info sastrabelitong.multiply.com*

# artikel Pak Romi Satria Wahono  yang di plagiat oleh 'akademisi'

# tulisan Putu Wijaya dan seorang pujangga barat yang diaku karya sendiri

# mengingat crita yang sama sebangun kang Deni Baonk *malaikat dan iblisnya*, mas Agung Mbot *pengokot*, Mbak Helvy Tiana Rosa  *Mc Allister* , pak Agus Anwar dan lain yang masih bererot lagi.
-------------------------------------------------
mencuri jadi budaya!sikat!

Blog EntryJanji!Apr 23, '08 5:56 AM
for everyone
Pagi-pagi sekali
begitu kita paut janji

ku kira itu sungguh-sungguh
cepat gegas ku melepas subuh

bayang datang tengah hari
tak ku sua
mata dan hati
-------------------------------
apakah pemda a.k.a LLAJR mengubah rutemu?



Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423

Berapa banyak lagi do'a-do'a yang menggelombang menuju langit, menyepuh sembilu yang merajam hati...

kaitan ini dimaksudkan sebagai taujih bagi setiap pelayan masyarakat. Bahwa, ada banyak yang harus dibenahi..
bahwa ada banyak yang perlu dilatih...
bukan hanya kecakapan dan ketrampilan untuk menyambung hidup melainkan
ketrampilan memahami sesama...
berlatih untuk merasai cinta yang sebenar...
...
belajarlah-belajarlah untuk minimal...bersimpati...jika tak bisa berempati...

Blog EntryWaris ? nyumpahin ortu meninggal ?Jan 30, '07 8:58 PM
for everyone
Saat belajar Hukum Waris *yang baru saya tahu detailnya setelah kuliah" tidak pernah terbayang betapa syari`at Allah yang satu ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum.

Film dan Sinetron di tv pun sama-sama membodohi masyarakat -sengaja atau tidak sengaja-. bagaimana tidak ? dari zaman pertama kali sinetron muncul di tv (menggantikan serial drama yang lebih bervariasi temanya) sampai saat ini sinetron tidak jauh-jauh dari perebutan harta warisan. Jika penggambaran sinetron itu keluarga tanpa agama atau tidak jelas beragama apa sih...mungkin bisa dimaklumi, tapi jika penggambarannya adalah orang berpendidikan dengan agama -Islam- yg lumayan (yg biasanya menjadi korban :p) aneh (atau bego ?) kalau tak satupun yang pernah menggali bagaimana sebenarnya hukum waris dalam Islam.

Sinetron dan film kan penggambaran realita warganya.
ya, bolehlah dalih ini digunakan. karena ternyata. UGH TERNYATA !!! sebagian besar masyarakat Islam di Indonesia menjauh dari mengenal Hukum Waris dalam Islam. Tapi boleh dong berharap ada-lah sinetron yang mencerdaskan dari sisi penggarapan data yang menguatkan inti cerita, bukan sekedar gambar rumah besar, wajah cantik dan cakep serta kerutan seram atau bahkan teriakan bak film horor.

Warisan dalam Islam adalah hudud (ketetapan) yang -BAHKAN- dalam AlQur`an disebutkan dengan detail.

waris adalah harta peninggalan seseorang yang wafat wajib dibagi. Jadi tidak ada istilahnya bagi-bagi warisan semasa ortu masih hidup. D'oh nyumpahin ortu meninggal ya ?
----------------------------------------------------
Sungguh Allah betapa hebatnya Dia yang paling tahu sekrup kita yg longgar

Blog EntryTERHARU ....Aug 20, '06 9:38 PM
for everyone
sepagian ini sudah beres-beres file dan beberapa bahan yang kudu dibahas dipertemuan hari rabu...

sambil nengok MP...eh ada yang tampil-in lagu Indonesia Raya...
iseng-iseng ikut donlot...

arrrrggggg...jadinya malah mengharu biru...

daaaaa tau gini gak disetel degh....

---------------------------------
langsung ganti setel lagu dora emon...
---------------------------------
fiuh`...

Blog EntryMemaknai Dendam ???Jun 30, '06 2:39 AM
for everyone
”ia yang hidup dalam dendam, akan terbakar dalam kemarahan” (kata-kata bijak)

Kita, rakyat Indonesia, entah sejak kapan, selalu hidup dalam dendam. Dendam pada kemiskinan yang pernah melahirkan partai-partai dan kelompok masyarakat mengamini jalan komunis sebagai obor harapan.

Begitulah dalam sejarah kehidupan berbangsa kita, Partai Komunis Indonesia (PKI) menangguk pengikut yang fenomenal di bumi ini. Mereka –yang sebagian besar dan banyak- itu adalah rakyat yang bersimpati dan sangat berharap akan cita-cita dan tujuan lahirnya PKI dan organisasi-organisasi pendukungnya. Membuat perubahan, menyeret kekayaan yang tertimbun di kelompok-kelompok kecil anak bangsa yang diberi nama kaum kapitalis untuk menjadi hak bersama.


Harapan untuk menjadikan Indonesia bebas dari kotak-kotak perbedaan kekayaan. Cita-cita yang menghusung kesejahteraan yang sama untuk setiap orang, menjadi sebuah magnet pemikat rakyat. Kepayahan dalam hidup, kelelahan dalam derita dan rasa jemu yang memuakkan pada kemiskinan mengkristalkan dendam.



Peluang kebesaran PKI saat itu adalah keagungan dendam yang telah dipupuk oleh sistem dan kebijakan pemerintah. PKI hanya menjual wadah untuk bermimpi di pasar Indonesia dan hasilnya BUMMM !!! meledak laku bak kacang goreng.
Dendam membuat orang bergerak dengan satu tujuan, yaitu : TUJUAN HARUS TERCAPAI !
Dengan apapun caranya.


Kita pernah berada disuatu masa, kala dengan dendam kita bersemangat menggunakan jubah nasional, komunis dan agama. Menggemakan caci maki secara bebas dan merasa diri, kelompok dan golongan yang paling benar sendiri. Hingga dendam itu menjatuhkan korban berpuluh ratus kepala. Sia-sia. Kemudian, kita marah secara bersama-sama, seolah baru bangun dari mimpi. Kita menghempaskan amarah sesal pada PKI dan menjalankan hukum rimba. Tembak mati semua anggota PKI dan seluruh organisasi serta ormas-ormasnya, masukkan daftar hitam anak dan keturunan PKI. Amarah besar membuat kita mampu menarik Soekarno orang nomor satu di negara ini dari singgasana kepresidenan. Menyebut pengkhianatan pada kebijakan NASAKOM yang hampir-hampir tidak tersentuh oleh kritik sebelumnya (kecuali segelintir orang yang berpikir dan berani –mereka yang jumlahnya sangat sedikit dan suaranya tidak sampai ke tangga istana kepresidenan sekalipun-)
Kondisi yang membuat kita seperti orang yang jengkel karena harus (maaf) berak setelah kenyang karena makan.


Senjata dendam menyeret PKI menuai hasilnya, menang sejenak dan kalah, luluh lantak diberangus oleh kemarahan massal pada akhirnya. Lalu apa yang dihasilkan oleh kebesaran amarah selain dendam yang lain ?
Dendam itu membuat kita (dipaksa) hidup dengan saling curiga. Kita hidup dengan memata-matai keluarga, saudara, tetangga yang kesemuanya adalah bagian dari bangsa ini, rakyat Indonesia yang semestinya nyaman dilindungi hak-haknya oleh Negara.


Kita, dalam perjalanan kebangsaan ini menemukan pelarian baru bernama nasionalisme dan agama. Dua kata yang tersisa setelah nasionalisme diberangus. Kita berpayung pada agama atau nasionalisme untuk mendapatkan hak sebagai manusia di bumi Indonesia. Sebelum kemudian akhirnya dendam keserakahan kembali merenggut kita.
Atas nama kebersamaan, agama menjadi candu ancaman bagi keberlangsungan nasionalisme.

Maka, kita tidak lagi harus Bhineka Tunggal Ika, melainkan harus benar-benar menjadi satu dan padu. Pilihlah beragama ! agama apa saja benar. Tidak boleh ada kefanatikan dalam beragama !

Islam jangan besar kepala karena mayoritas ! maka, jika bersalah, adalah wajar sebagai bapak negri, pemerintah memukulnya babak belur. Non Islam, jangan rendah diri ! maka, jika bersalah, janganlah dibesar-besarkan. Apa nanti kata orang ? kita mayoritas menindas minoritas ?

Kita adalah satu ! maka seragam SD semua adalah putih-merah hati, seragam SMP adalah putih-biru dongker dan seragam SMA putih-abu abu. Moral kita sama, ialah Pancasila. Tafsirnya ada, dalam butir-butir Pancasila. Ia yang sakti, menyelamatkan kebangsaan Indonesia. Karenanya, selamat datang agama baru kita, Pancasila.



Dan dendampun membentuk kubu. Kubu agamis dan kubu non agamis –untuk tidak menyebutnya kubu Islam dan kubu Nasionalisme-


Menyanyikan kekecewaan dalam sunyi dan menganyam amarah merupakan prosesi kudus sebuah dendam yang berkembang di dalam rahim bangsa. Letupan peristiwa TanjungPriok, Lampung, Sulawesi Selatan, Aceh adalah sedikit amarah yang terungkap. Namun perselingkuhan kekuasaan, kekuatan dan kekayaan dengan kebenaran dan harga diri menggetarkan dendam kita hingga ruah.

Waktu 32 tahun mencederai dendam kita hingga mentato seluruh jiwa. Negri ini menuai badai dendam. Melemparkan Soeharto dari kursi kepresidenan. Membuat Habibi tidak betah duduk berlama-lama diatasnya. Menghentikan Gus Dur menyempurnakan pembaptisannya sebagai bapak negri dan menolak kebersamaan dibawah pimpinan ’ratu adil’ Megawati. Badai dendam ini membuat kita mudah menitihkan sabda membuat orang lain tunduk. Tapi ini adalah dendam ! yang bisa terwujud jika memiliki kekuatan atau kekuasaan. Maka lihatlah kegagapan kita mengeja kerja tanpa dendam. Menggenggam dendam dalam diam atau gempita adalah sama saja ! Selamat datang di bumi hukum rimba.


Kita, rakyat Indonesia, entah sampai kapan akan menyadari beban dendam yang ada di rahim ini.


Buka Mata ! Buka Telinga !
Berkaca pada peristiwa Bom Bali dan terror lanjutannya. Lihatlah dengan sangat tanggap pemerintah kita menunjuk kambing hitam dari rakyatnya sendiri. Kita diajarkan untuk mencurigai sesiapa yang pernah belajar dengan Ustadz Abu Bakar Ba`ashir sebagai teroris. Kita diajarkan untuk memata-matai mereka yang berjenggot panjang, dahi bergambar hitam, celana jingkrang –bukan karena kebanjiran-, mereka yang memiliki kelompok pengajian Islam yang rutin, berpasangan dengan isteri bercadar dan mempunyai anak banyak sebagai ”tanda-tanda kelompok teroris internasional” (jika tanda-tanda demikian ada pada diri anda, waspadalah terhadap kepemilikan hak-hak anda sebagai warga negara. Bisa saja hak-hak itu dicabut setiap saat. Siapa yang bisa menjamin ?)


Ketika rakyat bernama buruh meminta jaminan akan haknya untuk berpenghidupan yang layak di jalan-jalan dengan damai, para pengambil keputusan di negeri ini menghalau mereka dengan ancaman perubahan undang-undang yang menyengsarakan. Pada mereka diajarkan satu kata. LAWAN ! Dan lautan buruh menghentikan pekerjaannya menuju satu-satunya jalan bersuara, BERGERAK dengan MARAH !


Tapi kita sudah lama mendendam. Suara para buruh dianggap sebagai kegiatan-kegiatan politik kotor untuk menggoyang pemerintah.


Rakyat Indonesia, kita, benar-benar hidup dalam kubangan dendam yang dibenihkan dari hari ke hari. Kita seperti telah ditanam microchip programme yang berisi prasangka, curiga, marah, sadisme, radikalisme, kebencian, cemburu, iri hati yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk dendam keserakahan di hari yang lain.


Naiknya tarif harga listrik dan BBM, praktek korupsi dan manipulasi yang dilakukan terang-terangan, isue terrorisme, sikap politik dagang sapi yang terus berlangsung adalah bagian besar benih dendam yang terus membuat sekam menyala. Bahkan bencana yang datang silih berganti, tak mampu membuat kita mendekat tanpa dendam. Tatap saling curiga, menolong dengan saling sikut, berujar penuh prasangka menjadikan udara dipenuhi beban-beban dendam yang menyesakkan.


Karena hingga kini, hanya dendam yang bisa membuat kita satu dalam rasa yang berpadu lama. Hanya dendam yang membuat kita hidup dan menghidupkan orang lain. Dan hanya dendam yang membuat kita menemukan persamaan kebangsaan nasionalisme Indonesia kita. Hingga nanti kita sadar dan menemukan puluhan ribu lebih orang yang hilang dalam kemarahan, dan kita tegak sendiri bersama kemarahan yang menyisa akan penyesalan, akan kehilangan, akan alasan dendam dimasa lalu.

---------------------------------------------------------------------
mengapa cinta selalu tidak cukup ???

Blog EntryGelegar lagu dangdut...Jun 28, '06 1:32 AM
for everyone
Pagi ini sempat mengantar seorang teman ke sentral fotocopy yang letaknya depan pas sebuah SD.

lagu dangdut yang mendayu-dayu dengan musiknya yang  tetap bisa buat bergoyang terdengar  menggelegar keras. Mata saya mencari-cari sumber kebisingan pagi, mungkin ada orang yang lagi hajatan ?

lama baru saya sadar, suara itu berasal dari depan sentral fotocopy-an. Dari sebuah sekolah dasar yang masih ramai dengan murid yang bermain dihalamannya.

perpisahan kelas ? pengambilan raport sekolah ?
kenapa harus pasang soundsystem segitu kencangnya ?
pilihannya lagu dangdut yang begitu pula !

hayaaah...

Blog EntryMengapa Pelacur ???Jun 10, '06 10:54 PM
for everyone
sampai saat ini saya berpikir bahwa bahasa dan emosi, bahasa dan etika, bahasa dan kepedulian, bahasa dan hati, saling berhubungan...

karenanya, saya sering terganggu dengan istilah-istilah yang menurut saya mereduksi arti dan mengaburkan nilainya..

sebut saja beberapa dibawah ini

1.  pemerintah mendapatkan pinjaman lunak dari ..., glekh... kenapa tidak disebut pemerintah berhutang kepada ...

2.  PSK, pekerja sex komersial. Haaah ??? coba sebut saja dengan pelacur, sundal atau lonte. jadinya dua sisi. yang mendatangi dan didatangi sebutannya ya sundal ! ya pelacur... kalu PSK kesannya yg datang itu...majikan ? bos ? client ? phffff

3.  Korupsi, hayaaah.. tolong deh ! panggil aja pencuri !

4.  Remaja....maap2 saja bagi para pakar psikologi, tapi kategori ini bikin orang jadi manja, labil dan 'ngeles'. Giliran dikasih tanggung jawab, katanya ' kan gue masih remaja, masih anak2 getu lhoooo", giliran nggak dikasih kepercayaan, "hei ! whats up, mom ! aku kan sudah gede, sudah remaja nih !'  arrrrggggghhh...udah coba bikin kategori anak2, pemuda, ortu...bukannya anak2, remaja, dewasa, ortu...

5. apa lagi ?

------------------------------------
bukannya tidak suka dengan perkembangan bahasa, lho

Blog EntryPasca Trauma-JogjaJun 10, '06 6:20 AM
for everyone
para korban bencana jogja saat ini masih mengalami masa shock. Otak pragmatis mengambil alih fungsi dominan.
'saya masih hidup, alhamdulillah',
'dimana saya bisa makan ?', 'dapat makan, alhamdulillah',
'dimana bisa tidur ?', 'dapat terpal dan tenda, alhamdulillah'
semua masih disyukuri...

berjalannya waktu, fungsi otak kembali ke kondisi normal saat itu kondisi trauma akan segera terlihat. (biasanya 10 hari sampe dua minggu setelah bencana)
kesedihan, putus asa, kehilangan harapan, rasa payah dan susah akan segera memerangkap jika tidak ditangani dengan baik.
emosi yg meluap-luap akan muncul bersama kondisi otak yg mulai berpikir...

mereka butuh pendamping yang menguatkan
kondisi lingkungan yang membuat tabah dan kokoh
dan segenap bantuan kasih dan cinta
untuk memunculkan kembali harapan2

------------------------------------------
mbak, penanganan pasca trauma untuk Jogja ikut nggak ?
kapan berangkatnya ?
seminggu atau dua minggu lagi, cek aja nanti.
ada pelatihan penanganannya lagi ?
mungkin pelatihan intensifnya nggak, mbak. biasa, kayaknya pemberitahuan peta kondisi masyarakatnya saja.
bisa ikut ?
--------------------------------------------

Blog EntryIde Pak Hidayat Nur Wahid (oase)Jun 1, '06 10:43 PM
for everyone
e-mail dari seorang teman.

 ide dari Pak Hidayat Nur Wahid,

mengapa korban bencana gempa bantul-klaten-kidul-jogja tidak ditampung oleh daerah-daerah dijawa tengah yang tidak mengalami kerusakan berarti ?
seperti solo, magelang, purworejo ?

ini bisa menghemat dan memfokuskan bantuan.

caranya ?
1. sebut satu dusun korban bencana/satu pos dipersaudarakan dengan satu dusun yang ada di solo atau magelang.
2. seluruhnya didata berapa keluarga, anak2, ibu2, dll

manfaatnya :
1. di daerah bencana tim relawan bisa bekerja untuk membereskan puing-puing rumah dan membangun kembali
2. korban dapat tempat mukim yang layak
3. anak-anak dapat sekolah kembali (sekolah numpang)
4. bantuan makanan cukup dipasok ke rumah-rumah tempat korban menginap
5. dana dapat di audit lebih mudah
6. Penanganan traumatik pasca bencana lebih mudah dilaksanakan
7. kemanan lebih mudah dilaksanakan

-----------------------------------------
uhm. uhm ?...


Blog EntrySpeechless in JogjaJun 1, '06 10:26 PM
for everyone
jalan menuju bantul padat, banyak bantuan datang ? harusnya demikian...
sayangnya, mengulang kejadian saat bencana tsunami Aceh...
beberapa mereka yang memadati jalan menuju bantul sibuk dengan aksi foto-foto.
jadi ingat istilah untuk para pelancong bencana "rihlawan"

tadinya saya mau nulis info perjalanan kemarin saat ke jogja-bantul tapi melihat berita TV dan update berita jogja di helpjogja.net...kira2 begitu yang ditemui rombongan kami.

...jogja-bantul-klaten-kidul-sekitarnya masih sangat butuh bantuan kita semua...

-------------------------------------------------------------------
prioritas :
1. Koordinasi -manajemen bukan birokrasi-
2. logistik, semakin hari semakin banyak yang kelaparan
3. medis, masih banyak yang patah tulang dan cedera, makin banyak keluhan sakit karena
 kondisi tempat mukim
5. alat-alat berat dan relawan
4. tempat mukim yang layak untuk rasa aman, pendidikan anak dan kesehatan
--------------------------------------------------------------------
terima kasih untuk semua yang telah membantu



Blog Entryyang dibutuhkan Korban Gempa Bumi JogjaMay 28, '06 10:27 AM
for everyone
• Tenaga medis
• relawan
• peralatan medis: jarum jahit, jarum suntik, infus, surfatul, perban, dll
• makanan berat dan instan
• Kebutuhan TENDA untuk bencana
• Plastik Bagor
• Selimut
• Jas hujan
• Tissue gulung
• Jerigen plastik
• Autan
• Lilin
• Filter Air
• Senter/baterai
• Petromak
• Lampu minyak
• Tikar
• Masker
• Toiletries
• Pembalut wanita
• Korek api
• Obat ringan, seperti, obat flu, diare, penurun rasa sakit, antiseptik
• lain-lainnya seperti pakaian, handuk, sarung, susu, pakaian dalam, pakaian anak-anak...apalagi ya..

berita korban gempa Jogja 28.05.06 hingga pukul 21.30 wib dapat dilihat disini

mereka yang menggalang bantuan liat lembar kalendernya mbak ari

juga liat peduli multiply

dll ...





LinkMPers untuk Jogja...[HELP]May 28, '06 10:17 AM
for everyone
Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/calendar/item/10011?last_read=1&m...

butuh bantuan relawan, medis, obat-obatan, makanan, selimut
help...!
gempa skala 5,9 ritcher sabtu, 27 Mei 2006 pukul 05.53 mengguncang daerah jogja dan sekitarnya...
korban meninggal (lebih dari 2978 orang -data 27.05.06 pkl 20.00 wib)
bangunan rusak, aliran listrik terganggu dan rumah sakit kekurangan tenaga medis, obat-obatan -terutama cairan-
mohon bantuannya !!!

Blog EntryJogja - Selatan dan UtaraMay 28, '06 9:22 AM
for everyone
dari utara berhembus awan panas dan
cairan api yang mengancam
setiap saat...
dari selatan bumi berguncang
menggoyahkan setiap ruas yang bertopang
manusia seperti anai-anai

sempatkah ada yang melihat tanda-tandanya ?
betapa kita lupa pada saudara dan tetangga
berlari dengan tubuh dan jiwa menghindari maut
berharap waktu masih sedia tumpangkan kita hidup

bebalkah kita hingga harus terus diingatkan dengan bencana ?
keringkah kita hingga uluran tangan harus dimulakan dengan tangis ?
begitu sombongkah kita, hingga alpa harus disapa dengan nyawa ?

----------------------------------------
untuk Jogja
selatan dan utara
haturan do'a teriring...
semoga dikuat-tabahkan
----------------------------------------

Rencananya bareng teman2 medis berangkat tgl 31 Mei


Blog EntrySoeharto dan Forest GumpMay 14, '06 3:22 AM
for everyone
Jika seorang pemimpin bersalah dan dibiarkan saja, bagaimana menegakkan hukum pada yang dipimpin.

Sepertinya membuat film tentang kehidupan Pak Harto kayaknya se-heboh memfilmkan Forest Gump. Kalau Forest Gump adalah karakter dungu, baik hati dan pembuat kekacauan
karakter pak harto adalah seorang laki2 yang biasa2 saja tapi selalu menemui jalan-jalan keberuntungan.

untung nikah dengan bu tien,
untung ada operasi 6 jam jogjakarta-yang mendekatkan dirinya dengan petinggi ad,
untung komunis sedang mengembangsayapnya di indonesia,
untung ABRI tidak dalam satu komando,
untung ada perpecahan di angkatan bersenjata,
untung pak karno punya prinsip 'asal maju & bersatu semua paham, bisa' - dengan nasakom-nya,
untung ada isu penaklukan beberapa petinggi angkatan bersenjata,
untung pak haris nasution menganggap 'boleh' pada seorang soeharto -maka ia terpilih jadi pimpinan Indonesia sementara-
untung indonesia negri kepulauan yang susah saling tukar informasi, lagi internet blom ada
untung saat itu semangat pemuda2 yang dikirim belajar mau kembali ke Indonesia
untung ...

tapi semua untung itu kalau tidak dibagikan kepada yang berhak maka nahas pasti akan membalikkan jalannya

Jalur Forest Gump : diejek bodoh-ia sadar kalau ia bodoh *berpikir itu bukan keahlianku* ujar gump hampir setiap saat kalau ia mulai berpikir. -mentaati orang2 yang dikasihinya mamanya, Jeny *ia tahu ia kuat tapi tidak boleh sembarangan dengan kekuatannya karena ia bisa saja menyakiti orang lain, ia bodoh tapi punya hati yang sangat baik* begitu yang selalu ia dengar dari mamanya dan Jeny. -berusaha bekerja dengan sungguh2-, memandang semua orang lain adalah teman. Siapapun temannya yang pernah mengakalinya adalah orang2 yang khilaf, dan selalu ada kesempatan ke 2,3,4,... Berusaha-berhasil-mengacau, jadi gaya forest...walaupun pada akhir masa tuanya...keberhasilan itu benar2 permanen ada anak yang menginjak dewasa -forest junior-, ada sejumlah teman2 yang dulu ikut memanipulasinya, ada wanda, nama sebuah mobil,se-ekor babi dan seorang pelacur, ada pengganti Jeny yang telah mati dan ada perusahaan kerang internasional miliknya...

Jalur Pak Harto : dimasa tuanya...kekacauan itu benar2 permanen

kita ini bangsa peniru...
jika prasangka2 hukum -pidana dan perdata- yang dibebankan dikepemimpinannya tidak ada upaya hukum, berapa orang lagi pimpinan negara ini akan mengikuti jejaknya ???


***kasus pak harto tutup buku tanpa proses, ini tahun berapa siy ?
***hidup ini hanya sepotong cokelat adalah kata2 Tom Hanks bukan kata2 Gump ?



Blog EntryJadi Pegawai Negeri Dong...Apr 26, '06 9:07 AM
for everyone
Hampir setiap yang berhubungan dengan Indonesia -tanah airku tercinta- mengeluhkan pungutan liar yang tidak tanggung-tanggung untuk semua hal administrasi. Dari yang hal-hal kecil sampe yang gueeeduee...Lagi tidak tanggung-tanggung , pungutan liar berganti nama dengan 'uang administrasi', 'uang lelah', 'uang pelicin', dll membuat seolah-olah tidak liar lagi.

Konon teman saya yang pernah ikut sarjana pendampingan-program Pak Harto jadul-menyebutkan bahwa penyakit tukang tilep itu mewabah hingga ke pelosok desa yang paling pelosok. Ceritanya waktu itu ia memeriksa catatan anggota koperasi di salah satu dusun terpencil nun dilembah bukit, ternyata ia mendapati banyak anggota-anggota fiktif alias masih balita bahkan ada yang baru berumur satu minggu tercatat jadi anggota. Dan mereka tercatat sebagai anggota aktif yang melakukan pinjaman ke koperasi. Artinya ? ada dana koperasi yang mengucur ke kantong-kantong atas nama anggota fiktif itu. Lari kemana ? itu yang membuat teman saya 'sakit gigi' karena baik pengawas koperasi yang digaji -pegawai negeri- dan pengurus koperasi, kongkalingkong membiarkan hal itu terus berlangsung.


Belum lagi cerita susahnya mengurus KTP dan sejenisnya (jadi ingat KTP Indonesia yang saya bikin di Bogor sampe hari ini tidak ada kabarnya padahal sudah bayar 50-an ribu..dan baru tahu kalau seharusnya gak semahal itu..
)
Itu baru hal-hal yang kecil. Bagaimana lagi, proses mau jadi pegawai negeri, tender proyek jalan layang, tender kotak suara PEMILU, de el el, de es be, de es te.

Kernanya ada pemikiran yang menjadi perhatian yang lebih.

KITA HARUS ADA DI SETIAP LEVEL BIROKRAT
oya ?
O...YE !!!

dari tukang sapu gedung sampai yang punya wewenang di gedung itu

dari yang bikin sekolah sampe yang memimpin sekolah
dari yang masuk jadi pegawai negeri sampe yang berwenang untuk menempatkan pegawai negeri
dari ...

sudah nangkap kan maksud saya ?


Jadi.. ???


Level berkorban para da'i dan da'iyah (semua mereka yang mengimani Islam - lisan,kalbu,gerak-) tidak lagi dengan menjauhi pos-pos pemerintahan yang dikhawatirkan membuat apa yang kita konsumsi menjadi mubah. Saat ini para aktifis dakwah sedang mengalami apa yang dialami oleh Nabi Yusuf dijamannya.


Jika amanah di berikan pada yang tidak berhak maka akan menjadi fitnah, artinya
Jika amanah di jauhi oleh yang berhak maka tunggulah kehancurannya.

Kernanya...

...
Jadi pegawai negeri dong...!



Blog EntryFreeport…oh freeportApr 8, '06 4:09 AM
for everyone

Akhir Tahun 1997…

hai…dede’ kan ?” sebuah kepala menyembul dari balik pintu kamar berikut sosok lengkapnya. Cantik ! putih, tinggi, berambut lurus sebahu dan memiliki mata yang bak garis mata pedang.

Kak Ais ?” tebakku. Ia tersenyum mengiyakan dan duduk bergabung dengan kami di kamar. Sudah sering kali aku main ke sini, bahkan menginap tiga kali terhitung hari ini, sayangnya aku belum pernah bertemu dengan satu-satunya tetangga kamar di kost ini –kost Inda, sepupuku. Nama perempuan cantik itu, Raisha, anak batagor, ibu asal Batak, bapak asal Bogor, ia tingkat akhir di jurusan Kimia – MIPA ITB. Kabar terakhir yang kutahu ia magang di Freeport selama tiga bulan.

Kapan datang, kak ?”

Sudah dua minggu,”

Oleh-olehnya masih ada dong ?”

Mau orang irian aseli ?” tawarnya disambut tawa ngakak Inda, sepupuku –si pemilik kamar-. Aku manyun.

Sore-an ke jalan suci yuuk, beli bakso. Katanya ada warung yang baru di buka dan enak be-eng,” Inda mengonde bibirnya, ekspresi menolak. Diih padahal aku kan yang ditawarin Kak Ais.

Ada somay juga kok…” bujuk kak Ais, Inda setuju.

Emangnya berapa duit dapatnya dari sana, kak ?” penasaran juga. Siapa tahu aku bisa juga mengajukan lamaran untuk magang di sana. Jadi apa ya ? Anak ITK (Ilmu dan Tekhnologi Kelautan) bisanya diterima dibagian mana ya di Freeport ?

Lumayanlah...gaji guru sebulan kalah,” wah...mama kan guru...kira-kira berapa tuh ? aku tidak tahu...he he he...

Kak Ais dibayar bulanan atau tiga bulan ?”

aku hanya satu setengah bulan di sana, soalnya sudah dipanggil balik sama dosen. Untung ada penggantinya,”

Nggak apa-apa tuh ? kan teken kontraknya tiga bulan ?”

Bukan tiga bulan, tapi enam bulan. Aku dapat jatah dari dosen tiga bulan, temanku yang lain empat bulan. Setelah tiga atau empat bulan ada yang menggantikan nanti. Tapi berhubung aku sudah dipanggil balik jadi masa magangku dipercepat. Yang penting selama enam bulan ada tiga orang yang capabilitynya kurang lebih sama dari Kimia ITB. Itu tanggung jawabnya dosen yang teken kontrak, “jelas Kak Ais panjang. aku mengangguk-angguk.

Magangnya nggak masuk sks ya, kak ?”

Nggak, buat mahasiswa this is just experience aja,”

dan nambah tebal kantong,” sela Inda cepat di amnikan Kak Ais.

Kakak kelasku juga nanti kesana bulan depan,”

dari bogor ? ITK ?”

Iya tapi bukan dari jurusanku, dari jurusan Gizi Masyarakat. Katanya sih ada proyek penelitian dampak lingkungan,”

harus jelas tuh ia ditempatkan di Freeport bagian mana. Kemarin temanku ke sana bawa baju yang tipis dan minimalis eh ternyata ia ditempatkan di daerah yang dinginnya ampun-ampunan. Giliran aku kemarin ke sana di mintanya bawa jaket yang tebal-tebal, eh aku malah ditempatkan di daerahnya yang panas abis ! bete deh !” tutur Kak Ais dengan semangat. Ia juga bercerita tentang mess pegawai yang fasilitasnya tergantung tingkat jabatannya di Freeport begitu pula layanan menu makanan dan buah yang tersedia. Unfortunately, ia hanya sebulan di sana dan tidak sempat jalan-jalan jauh ke dalam Irian.

Tapi aku tidak pernah ketemu dengan orang irian aseli selama bekerja, lho. Aneh juga,”

jangan-jangan mereka tidak menerima pekerja orang Irian ?” ih tega banget ya ?

Mungkin di tempat kerja Kak Ais saja yang tidak ada orang Iriannya. Gila banget kalau nggak ada pekerja lokal, bisa-bisa Freeport di serang karena dianggap mengabaikan kemampuan penduduk aseli. Pake panah dan sumpit...wah bahaya,”

Tapi lucu juga kalo pekerja Freeport pada pake koteka...ha ha ha...bisa-bisa produksi nggak jalan...”

Shhhhhh.....!” ha.ha.ha kami terbahak

*** di Irian ada sebuah kerajaan. Freeport namanya. Orang-orang dilayani berdasarkan jabatannya. Tidak ada pembauran masyarakat lokal. Mereka yang terbelakang akan terus dibelakang.


Tahun 1998

de` apa hukumnya, yah ?”

Apa ?”

Menerima bayaran dengan memanipulasi data,”

HARAM !”

Ngasal !”

Lho ???”

Dengerin dulu sampe selesai…aku tidak tahu hal ini sampai kemarin…” aku menyimak.
”Hasil analisa air dan gizi masyarakat di sekitar limbah pembuangan Freeport yang kemarin dikerjakan tim ternyata sangat jauh berbeda dengan data yang dimiliki tim analisis dampak lingkungannya pemerintah. Karena itu agar data hasil penelitian tim tidak keluar ke publik, tim diberi tips besar,”

Pantes aku dapat 15 juta…”

walah...harusnya kalau tahu itu tips untuk menutupi manipulasi data kenapa tidak minta 100 juta aja sekalian ?”

Again deh !”

Apa ?”

Ngasal !”

*** kerajaan itu menebar jala racun ke sekelilingnya. Adakah yang sadar ?


Tahun 2001 --- Irian berganti menjadi Papua

Bapak nggak ada, ukh ?”

Oh...nggak ada...bapak pulang enam bulan sekali,”

Wahhh…? Emanghnya kerja di mana ?”

Di Irian...” Papua-papua...orang belum terbiasa juga lidahnya yah...

Walah jauh amat...polisi atau angkatan darat ?”

Pekerja Freeport,”

Ouw...,”

*** Enam bulan sekali ? saat bepergian yang membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan saja Rasulullah meminta shahabat-shahabatnya yang berkeluarga untuk mengajak isterinya, bahkan sempat membolehkan nikah mut`ah yang kemudian diharamkan (Haram lho nikah mut`ah !)


Tahun 2005

Ketegangan antara penambang liar dan pihak Freeport semakin pekat.


Tahun 2006

Korban dari pihak polisi berjatuhan, mahasiswa geram dan juga jadi korban, Freeport diguncang, pemain-pemain politik praktis mulai berkeliaran melancarkan aksi. Papua merdeka ? Ayo…merdekalah didalam Indonesia…semoga …



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help