bintang's posts with tag: belajar
kura-kura tanpa tipu juarai lomba lari bagaimana bisa? bisanya bagaimana? singa, monyet, ular, serigala pun harimau, murka hanya satu yang terduduk-duduk biasa, ; babi hukum rimba diguncang-guncang satu-satu coba dalih kurang-kurang bagaimana sekarang? sekarang bagaimana? berembug urun taji dari awal sampai hasil dikaji marmut memekik lengking "kamu! itu makan taik?" Pelaku nyengir tak berdosa. biasa ; babi Harus apa? Apa harus? semua bertanya-tanya Sang hakim, raja langit bijak laksana bertitah "panggil kura-kura" Rusa kalah lomba, berlari terpincang-pincang sebelum sampai, maklumat tiba : kura-kura telah mati sang juara. Hukum Rimba kembali tegak semua bubar. "ayo kamu! kembali pulanglah!" pelaku hanya menyeringai ia berak dulu ; babi ah...
 | Lapor! | Jun 9, '08 1:15 AM for everyone |
cuplik dari kejadian di MUTU :
# apel pagi : Lapor kelompok delapan jumlah 10 orang, hadir 6 orang, ijin 4 orang, 3 menyusui dan 1 piket tenda ...
# dari megaphone panitia: "ibu melahirkan kurang dari tiga minggu dilarang ikut flying fox!
seruw...haruw
Link: http://www.bartleby.com/141/index.htmlThe Elements of Style --William Strunk, Jr.-- Asserting that one must first know the rules to break them, this classic reference book is a must-have for any student and conscientious writer.
Anak-anak setelah usia cukup untuk belajar ditantang untuk bertahan hidup dalam suasana menjemukan yang bernama "SEKOLAH" -terima kasih untuk sekolah yang menggembirakan-
Sebut saja PR yang menggunung, pelajaran menyalin (hah !menyalin !) olahraga bersamainstruksi militer yang sangar, melelahkan dan sungguh sangat tidak menyegarkan, pelajaran matematika yang 'sengaja' dibikin rumit dengan hardikan, cubitan (aih...masih ada ?), dan pelototan guru (yang tidak becus mengajar :p) plus pelajaran agama yang membosankan, juga IPS, Sejarah dan hapalan Sains, phew !
Tapi, ada saja anak pejuang sejati -ehm banyak- mereka adalah kepala-kepala yang tetap tertawa gembira, mengambil jeda kapan saja untuk bermain dan menggemukkan otak, akal, kalbu, pikir, raga dan rasanya, secara mandiri.
Mereka yang saat kembali ke rumah disapa dengan ucap semangat dan kehangatan bahagia tanpa cela dari orangtuanya, sahabat sejati mereka
"Bila pendidikan tidak menunjukkan kepada anak, jalan yang lurus dan tidak menjadikannya kuat, teguh dan mahir, ia lebih baik meninggalkan pendidikan dan menghabiskan seluruh waktunya untuk bermain dan bersenang-senang"
"Jika kau amati anakmu dengan seksama ketika dia pulang sekolah, padahal dia sudah bersekolah 15 tahun atau lebih, tidak kaudapati orang yang pengalamannya lebih sedikit dan karakternya lebih kering daripada anakmu. keadaannya sekembali dari sekolah tidak layak dan tidak berguna. Yang ia peroleh dari sekolah hanyalah rasa bangga yang memuakkan, budaya yang menjijikkan dan kesombongan akan pengetahuannya yang tidak membawa manfaat yang besar"
[MONTINI]
"Tidak ada waktu bermain-main lagi !"
UAN merambah sekolah dasar. Jadilah ratusan (ribuan ?) guru memasang wajah tegang. Jam-jam tambahanuntuk melatih soal-soal digelar ramai dan ketat.
Kepala DIKNAS daerah mewantiwanti DIKNAS kecamatan Kepala Diknas Kecamatan mengingat-ingatkan setiap Kepala Sekolah. Para Kepala Sekolah berkerut pikir disetiap akhir pekan dalam rapat guru. Guru-guru panik dan kebanyakan terdeteksi mengalami gejala penyakit jantung, mengejar ketertinggalan pelajaran yang sangat banyak.
Setiap apel pagi anak-anak kelas 6 diawas-awasi dengan ketat untuk BELAJAR membuka buku & mengerjakan soal ! Tidak ada waktu lagi untuk bermain-main !
Pada tiap-tiap upacara bendera, murid-murid kelas 1-5 ramai menggerutu dan mencemberuti kakak kelasnya "penyebab panjangnya wejangan 'pembina upacara'.
sekolah jadi menjemukan bagi kelas 6, bukan berarti kemarin-kemarin sekolah itu asik, tapi tanpa wejangan dan pengawasan ketat dari guru...bolehlah...-
dan lihatlah si Udin. si 'troublemaker' itu kini tidak lagi menuai bentakan dan bilah penggaris dari gurunya. Sekarang Udin lebih sering terlihat mengantuk atau melamun disudut kelas. Lesu dan tak bergairah. Kabarnya ia sering begadang di rumah. Belajar ? Oh tentu tidak [tidak ! jika kegiatan belajar diartikan dengan membuka buku pelajaran, menghapal atau menjawab soal-soal]
Udin begadang karena ia mengalami phobia tidur. Bukan insomnia ! Udin sih mengantuk...hanya ia berusaha untuk tidak tidur. Ibu dan bapaknya sudah capek untuk mengajaknya tidur dengan berbagai cara. Pernah sekali, ibunya memaksa Udin menelan obat tidur.dan... BERHASIL ! Udin tertidur... tapi belum juga jam 3 pagi Udin sudah berteriak-teriak dalam tidurnya, hingga terpaksa dia dibangunkan kembali. Udin menangis dan tidak mau tidur lagi... untuk selamanya !!! demikian sedunya... setelah lama ia berhenti menangis.. ia bercerita... dalam tidurnya akhir-akhir ini ia selalu bermimpi... mimpi yang buruk sekali... SPIDERMAN mati terbunuh... sungguh menakutkan... seramnya lebih daripada film-film dan buku-buku yang ia baca... sungguh...benar-benar menakutkan... apalagi musuhnya bernama... UAN ---------------------------- Berapa banyak Udin ditengah kita ?
| |