bintang's posts with tag: about love
Jadi, para suami... jika isterinya ada kegiatan berkemah, silahkan didukung! disupport, dibantu... ya..ya memang... saya sendiri kalau pulang ke rumah dan tidak mendapati isteri, saya seperti... sebuah kapal yang ditinggalkan pelabuhan...
*para suami tertawa, mengangguk-anggukan kepala* *para isteri, tersenyum...tersanjung? :D*
*saduran dari pertemuan dgn Ust. Tifatul Sembiring*
Terima Kasih
sujudku mengembara pada puji dan celoteh manusia mencacah bumi menombak langit masih jua Kau beri kesempatan
ikhlasku mengapung pada derma dan darma dunia menggelar lupa membusung alpa masih jua Kau letakkan masa
kupalingkan wajah Kau berikan cermin keindahan kuhentikan langkah Kau rentangkan cinta kuteriakkan penolakan Kau letakkan kasih hingga ku menuju Kau limpahkan bahagia ... Terima kasih... ---------------------------------------------------------------- dan nikmat Tuhammu yang manakah yang layak kau dustakan ?
Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423Berapa banyak lagi do'a-do'a yang menggelombang menuju langit, menyepuh sembilu yang merajam hati...
kaitan ini dimaksudkan sebagai taujih bagi setiap pelayan masyarakat. Bahwa, ada banyak yang harus dibenahi.. bahwa ada banyak yang perlu dilatih... bukan hanya kecakapan dan ketrampilan untuk menyambung hidup melainkan ketrampilan memahami sesama... berlatih untuk merasai cinta yang sebenar... ... belajarlah-belajarlah untuk minimal...bersimpati...jika tak bisa berempati...
Ia yang besar dengan was-wasakan hangus dibakar ragu ... Ia yang besar dengan prasangka akan menjadi abu sebelum kebenaran
Apa bedanya was-was dengan waspada ? Apa bedanya prasangka dengan berhati-hati ?
was-was itu membesarkan cemas, meruntuhkan waspada. Prasangka itu membobol kepercayaan, membuat gelap mata -walau- pada kebenaran. Ekhm...tidak menjawab pertanyaan, ya ? 
kalau punya prasangka buruk pada orang lain, sering sekali tanpa disadari ada saja cara dan celah untuk mencari pembenaran prasangka itu. Bukan sebaliknya, mencari kesalahan dari timbulnya prasangka itu. Kata banyak orang begitu memang cara kerja imunitas sistem perasaan kita. Kalau ada yang aneh-aneh, terasa aja deh ! ups ! begitukah ?
saya jadi ingat sebuah cerita (Anak-anak langit, kalu tidak salah judulnya).. dengan latar belakang tragedi tiananmen si penulis meceritakan kisah pemimpin sebuah negara yang ngotot mencari salah seorang pemuda yang dituduh sebagai pemrakarsa gejolak tiananmen. pemuda itu adalah salah seorang cucu dari sepasang kakek yang pernah dibutakan para tentara pendukung si pemimpin. ia berada ditengah-tengah lapangan itu karena.............
pemuda itu kebetulan adalah anak yang pintar dan oleh kakeknya ia ditunangkan dengan seorang gadis -yang tidak cantik dan tidak manis- anak seorang pegawai negara *atau yang berhubungan dengan pejabat negara degh*
untuk menjamin nasib anak perempuannya, pejabat negara itu *sebut saja demikian ya* mengirimkan si pemuda ini ke Amerika. ya-ya beasiswa... dikisahkan di Amerika si pemuda ini bertemu dengan gadis amrik yang disukainya. Singkat cerita, pacarnya itu diberitahukan pada keluarga tunangannya -walau pada akhirnya ia putus dengan gadis Amrik setelah lulus- dengan hati berdarah-darah karena diputuskan oleh pacarnya yang Amrik si pemuda pulang ke negaranya.
Tapi apa mau dikata, si pejabat negara merasa diremehkan dengan kelakuan si pemuda. Ia memberikan katebelece ada semua instansi untuk tidak menerima si pemuda lulusan Amrik ini.
Apa mau dikata..? pekerjaan tidak ada. di rumah sering di tegur dan dimarahi sepsang kakek dan neneknya. satu-satunya kegiatan adalah...
ia bertemu dengan teman sma-nya yang telah menjadi seorang anti kemapanan. Masih mahasiswa *atau ? lupa bagian yg ini*
bersama temannya itu ia -yang aseli pengangguran- diajak bergabung dengan aksi tiananmen.
lalu kenapa ia dituduh sebagai pemrakarsa aksi tutup mulut hingga berdarah2 para mahasiswa di Tiananment ? 1. hanya karena ia memakai kaus yang ditulis dalam bahasa inggris 2. karena ia satu2nya pemuda yg dapat diajak bicara reporter asing -dengan bhs inggris- 3. karena wajahnya dianggap pemberontak...hahhhhhhhhh ???
kok jadi kayak review buku ya ? bukan ! yang ingin saya coba utarakan adalah... jika otak ini sudah disetel gelombang prasangka maka yang dapat diterima gelombang it adalah hal-hal yang sesuai dengan gelombang itu.
dalam agama saya, prasangka itu HARAM, dalam bahasa lain...terlarang atau dilarang keras
"maka jauhilah prasangka..."
jadi ? sebenarnya apa bedanya prasangka dan berhati-hati ???
------------------------------------------------------------------------------------------- ikatan ini bukan hanya bisa dimengerti dengan teori. Akan lebih indah jika semua tertancap tuang dalam gerak, isyarat dan kata. Prasangka, apa yang lebih buruk dari rayap ukhuwwah itu ?
Saat belajar Hukum Waris *yang baru saya tahu detailnya setelah kuliah" tidak pernah terbayang betapa syari`at Allah yang satu ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum.
Film dan Sinetron di tv pun sama-sama membodohi masyarakat -sengaja atau tidak sengaja-. bagaimana tidak ? dari zaman pertama kali sinetron muncul di tv (menggantikan serial drama yang lebih bervariasi temanya) sampai saat ini sinetron tidak jauh-jauh dari perebutan harta warisan. Jika penggambaran sinetron itu keluarga tanpa agama atau tidak jelas beragama apa sih...mungkin bisa dimaklumi, tapi jika penggambarannya adalah orang berpendidikan dengan agama -Islam- yg lumayan (yg biasanya menjadi korban :p) aneh (atau bego ?) kalau tak satupun yang pernah menggali bagaimana sebenarnya hukum waris dalam Islam.
Sinetron dan film kan penggambaran realita warganya. ya, bolehlah dalih ini digunakan. karena ternyata. UGH TERNYATA !!! sebagian besar masyarakat Islam di Indonesia menjauh dari mengenal Hukum Waris dalam Islam. Tapi boleh dong berharap ada-lah sinetron yang mencerdaskan dari sisi penggarapan data yang menguatkan inti cerita, bukan sekedar gambar rumah besar, wajah cantik dan cakep serta kerutan seram atau bahkan teriakan bak film horor.
Warisan dalam Islam adalah hudud (ketetapan) yang -BAHKAN- dalam AlQur`an disebutkan dengan detail.
waris adalah harta peninggalan seseorang yang wafat wajib dibagi. Jadi tidak ada istilahnya bagi-bagi warisan semasa ortu masih hidup. D'oh nyumpahin ortu meninggal ya ? ---------------------------------------------------- Sungguh Allah betapa hebatnya Dia yang paling tahu sekrup kita yg longgar
Karakter dipengaruhi oleh berbagai hal. Lingkungan, gen, gender dan pengalaman merupakan hal-hal utama yang diakui membentuk karakter seseorang. Menurut psikotest tentang kecenderungan karakter, saya termasuk karakter korelis kuat dengan sedikit bayang-bayang sanguinis. karakter korelis : pemimpin, otoriter, ekstrim : cepat marah, cepat calm down, tepat mengambil keputusan, enthusiastic, menggebu-gebu, dll analisa : mama-papa termasuk orang yang doyan organisasi dan kumpul-kumpul. Kakak juga termasuk maniak organisasi, abang ? walo selalu menghindar, tetap saja kepilih jadi pemimpin anu ato ketua inu... bagaimana si bungsu ini tidak terpengaruh ??? Menurut banyak orang *juga menurut pelajaran sosiologi pedesaan* karakter orang luar jawa : terang-terangan, jujur *ato polos ?* :p dan sederhana analisa : daerah di luar Jawa tidak banyak yang punya adat keninggratan *lebih banyak dicelupi oleh budaya Islam atau budaya animisme* jadi demikian karakter ini juga dipengaruhi... ada banyak orang yang mengambil kesimpulan bahwa orang yang berkutat dengan sains, MIPA atau tehnik itu tidak romantis, tidak bisa berbanyak kata, tidak bisa berbasa-basi, yang dominan dipake logikanya... benarkah hal ini juga memberi asupan pengaruh ? dan sayapun tertawa saat komentar-komentar seperti ini mampir : "Kalo mbak ica yang minta, itu artinya harus !" *d'oh oriter bangedkah saya ? :( "cha, dirimu yang ngundang, dong ! pasti ikhwannya gak ada yang berani nolak ! :p Saat ditanya kenapa waktu dikasih tugas bilang, bisa. Tapi pas hari 'h' ternyata gak dibikin "soalnya, waktu dirimu ngasih tugas, gak tau bagaimana bilang gak bisa.." *heeehhh !!!* Lucunya, saat bedah karya di FLP ranting semua pengurus hampir berkata sepakat : karyanya, elbintang banged... cerita mengalir cepat tiba-tiba selesai, maksudnya jelas, kata2nya lugas, romantismenya khas bahasanya orang tehnik... *HALAAAAHHHH !!!* :)) *maksudnya gak romantis blas ?*  jadi inget satu kritikan buat saya, kalau mimpin rapat koordinasi, kata2 saya dianggap terlalu cepat dan tiba2 selesai. jadinya, mereka yang terbiasa rapat tanpa menulis, bisa cepat lupa apa saja yang sudah ditugaskan :D -------------------------------------------------------------------------------------------------- ada yang mengatakan karakter dipengaruhi bintang yang menaunginya, ada yang
beranggapan karena hari kelahiran, ada yang menyambungkan dengan tahun,
bulan, bahkan kejadian-kejadian yang terjadi saat kelahiran seseorang. -------------------------------------------------------------------------------------------------- iseng-iseng saya menyambung-nyambungkan karakter dengan beberapa hal ini : Aries, Mars, bergolongan darah O, hari rabu, Api, Emperor, Star, Naga, Air, umar bin khattab, mush'ab bin umair, hitam, laut, taekwondo ... whoaaaaa... -------------------------------------------------------------------------------------------------- korelis dan perfectionist itu deket banged ya ? -------------------------------------------------------------------------------------------------- "Dan shibgah Allah semoga selalu menjadi arahan karakter ini...Ya Allah...amiin"
tahun 2003, bulan November. hari ke 2 Ramadhan...
"de`, nambah tugas untuk ramadhan ini boleh ?" ketua umum masjid datang
dengan cengar-cengir khasnya meminta bantuan. Siapa juga mau nolak ? 
ada permohonan ke masjid untuk memberi makan gratis 100 orang
musafir dan yatimpiatu selama ramadhan. syaratnya hanya satu : standar
makanannya harus bukan makanan yg biasa-biasanya.
jadi, demikian. ditengah persiapan beberapa training dan beberapa
kegiatan diluar kota, saya juga membentuk tim kecil bareng teman2 untuk
membuat kegiatan makan gratis itu lancar dan sesuai standar yg di minta.
hari pertama berlangsung lancar. alhamdulillah. kebahagiaan tiada
terkira melihat senyum bahagia dari teman2 sesama perantau dan
adik-adik yatimpiatu yang dijamu. Teman saya Septina bahkan, sepanjang
buka shaum sampe makan malam selesai matanya terus berkaca-kaca kadang
pula saya sempat menjemput satu-dua bening dimatanya yang tidak kuasa
ditahan. Ah, Septina salah satu dari beberapa teman saya yang telah
yatim piatu sejak SMP. Bagaimana rasanya tidak memiliki ayah dan ibu ?
detail wajah-wajah adik-adik yatimpiatu itu saya rekam bersama do'a.
hari ke lima ramadhan. setelah shalat isya, jelang tarawih...
"mbak, tadi siang k`upie nelpun ke kost..."
"oya ? tumben siang-siang...ada apa ya ?" saya asyik mengedit film yang akan ditonton bareng, besok.
"ayah mbak...tadi siang sudah nggak ada," saya menoleh
"apa ?"
"ayah mbak...tadi siang meninggal," kosong. dengan [sok] tenang saya meraih dompet dan bersegera ke wartel depan masjid.
menelphone rumah. tidak lama di seberang mengangkat telphone. suaranya
terdengar lumayan gaduh...om -kakak mama- yang menerima...hanya
mendengar suara salam saya, segera om berteriak memanggil
kakak...telphone berpindah ke kakak...
"de`...kuatkan ? sudah tiba masanya papa. i know u a tough sista..."
"papa meninggal... jam berapa ? dimakamkan jam berapa ?" kakak mengabarkan singkat...
"boleh bicara dengan mama ?" ada jeda disana. 'dd itu, papa banged'...ah
ya, mama mungkin masih sangat shock. ya sudah. telpon ditutup. saat
itu, malam rasanya tidak akan berakhir. tephone dan hp berdering hingga
subuh. dari saudara dan teman-teman...
...papa...
...bagaimana wangi tubuhmu ?..aku bahkan hampir tidak ingat...
"bagaimana rasanya, mbak icha ?" seorang adik yang juga sangat dekat
dengan ayahnya bertanya dengan agak segan dari seberang telphone pukul
3 pagi. saat sahur...
"bagaimana ?..."bingung
"sekarang tidak terasa apa-apa. kosong," kami tertawa lirih. ayahnya
sedang dirawat dirumah sakit. sudah beberapa kali cuci darah. sedangkan
papa, pagi hingga 30 menit sebelum meninggal masih sempat cuci mobil,
bantu mama ke pasar dan nelpun beberapa saudara untuk mengingatkan
acara buka shaum di rumah..
paginya, ada telpun dari penanggungjawab dana makan gratis yatim piatu se Malang untuk janji bertemu.
ah. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah telah memberi saya kehidupan yang lama bersama papa. penghiburanMu sunggu jeli.
Juni, 2006
di televisi jogja di guncang gempa...
ratusan keluarga kehilangan sanak keluarga, rumah dan semua harta bendanya...
tak bersisa, tak terkira, tak disangka...
dihari yang sama...
hanya karena salah informasi dan komunikasi yang macet, hampir 500 buah
buku2 saya *yang lebih dari 4 tahun dikumpulkan* tidak bersisa...
dijual ke tukang loak, oleh penjaga rumah...
"pantesan mbak, bukunya tebal2 dan masih bagus2, ternyata bukan buku untuk diloakkkin ya...?" tanya beliau lugu...
mata saya gerimis. perpustakaan kecil yang saya cicil sedikit demi
sedikit...hilang begitu saja. Belum lagi ada beberapa buku pinjaman
yang belum saya sempatkan untuk dikembalikan...
sesak rasanya...
berkaca pada mereka yang kehilangan di Jogja...
Alhamdulillah, ya Allah. Terima kasih, hanya buku itu yang lenyap, bukan kesempatanku dibumi...
terima kasih...
pelajaranMu sungguh halus.
-----------------------------------------------------------------------
*melihat buku yang baru saja duikembalikan teman dengan nomer 532...
sebelumnya bagian pertama bisa diliat di
SINI
bagian kedua ditengok di
SINI
----------------------------
Ini benar-benar kondisi yang tidak bisa kupecahkan !
lampu-lampu bandara satu-satu mulai dimatikan...
para karyawan, pramugari dan agen2
tiket mulai keluar menuju mobil jemputannya masing2 untuk istirahat
dari penatnya kerja seharian. Dan aku ??? masih dengan mushaf ditangan
sambil terus memohon-mohon pada Allah mencari belas kasihanNya. *Allah
tahu aku nggak bermaksud korupsi uang papa* berulang-ulang aku
memantapkan diri 
seorang berseragam satpam menghampiriku.
"maaf, mbak...tadi saya liat sudah
check-in ?" *kata pembuka itu masih melekat rapat dimemori ini. Aku
menolehkan kepala dan melihat seorang bapak berumur sekitar 40-an
dengan wajah khas orang timur. Segera, tanpa basa basi ku ceritakan
kondisi dompetku dan "aku tentunya" yg berhenti di depan satpam tax
bandara. diperhatikannya dengan cermat tiketku dan sesekali berdecak.
"Wah, mbak, taxnya nggak seberapa
nilai tiketnya ! kenapa tadi tidak ke desk sempati air saja ? kami bisa
bantu lewat bawah, langsung ke pesawatnya,"
aku menyeringai lebar *meneketehe ?*
eh ini ungkapan zaman sekarang artinya...mana kutahu ? *dengan sikap
memelas* -asalnya ungkapan ini tidak saya ketahui, ada yg tahu ?-
"trus ? mbak ini ada yg jemput ?"
kuceritakan lagi dari mana asalnya diri yg setengah terseret waktu dan
kini duduk pasrah dibandara, dari awal hingga post terakhir bandara...
"Ikut saya aja, mbak, keberangkatan mbak ke Menado besok kita urus.
Cahaya itu ada !!! segera-segera ! dengan cepat menangkapnya ditangan. Alhamdulillah...
"mbak, ke rumah saya dulu malam ini," oke...saya tersenyum lega...
beberapa saat bapak itu menghilang dan kemudian muncul dengan...sepeda motor ?
WHAT !!! apa nggak salah niy
saya ? "maaf, mbak, mobil jemputan kami sedang di bengkel, jadi hari
ini kami pulang sendiri2," Ouw..Ooouw...okeh...ini daruri kan ya
?kudekap tas tenteng *yg alhamdulillah kuisi satu jilbab dan satu
gamis* diletakkan diantara tempat dudukku dan si bapak satpan sempeti
air *hijab dunks agh* ...kamipun melaju...
ditengah-tengah perjalanan...
Ini sinetron ! ini benar2 sinetron !
hujan menggerimis tiba-tiba, laju motor masih mantap. namun tidak
berapa lama, hujan menumpahkan airnya yang lama disimpennya erat-erat
ke bumi. Deras. Dan rela nggak rela motor yg dibawa bapak satpam pun
menepi ke sebuah teras rumah berbentuk warung yang gelap tanpa lampu.
Hafalan ayat ku rapal berulang2, argh Allah mengikuti persangkaan
hambaNya. jangan berpikir negatif. jaga pikiran untuk harus berpikir
positif ! kami menepi tidak berapa lama, karena hujanpun mulai reda dan
boleh diterabas. Motor kembali melaju. Tapi memang hujan sedang ingin
bermain-main dengan hatiku :p, kembali ia mengguyur kami dengan hebat.
Menepi-menepi...kali ini disebuah teras rumah makan yang
remang-remang...piyuh...
beberapa orang bapak2 datang sambil
menggoda si bapak dan aku, entah apa yg mereka katakan, yang pasti
telingaku memang tidak sedang on untuk mereka. Setelah agak reda
kamipun meneruskan perjalanan *deuh kamiii* :p
perjalanan agak lama...dan sampailah
saya dan si bapak ke sebuah rumah petakan. Aku dipersilahkan masuk dan
...kok sepi sekali ???
"isteri saya asal Palembang. Ia dan
anak saya sudah lebih dulu mudik" LHO ? jadi ? dengan memberikan
keterangan terakhir itu si bapak permisi sebentar, keluar.
saya deskripsikan dulu rumah
petakan si bapal. Rumah tipe 25 punya kamar mandi satu, dapur
satu, ruang tamu satu dan ruang tidur yang hanya dibatasi oleh dinding.
*sekali lagi ruang tidur bukan kamar tidur* karena baju basah kuyup,
jadilah saya beberes dulu..Alhamdulillah...kok ya bawa baju satu dan
jilbab di tas tentengan yaks ? Allah emang Maha Pemelihara :-) ...
setelah berganti pakaian kering, saya melanjutkan tilawah. Iyalah !
horor dunks kalu tidur2an :p agak lama barulah si bapak datang...
beliau kaget ! lho ? blom tidur ?
huwawwww...! gimana njelasinnya yaks. Agh, jujur kacang ijo saja ! saya
jelasin aja pake contoh yg rada2 serem. Bayangin kalu ada perampokan
besar di rumah sebelah, dan dicurigai pencuri itu lari ke rumah
ini, terus orang2 ngegerebek rumah ini, ditemukan saya dan bapak yg
tidak punya hubungan apa-apa...repot kan ? lagi pula, bapak, sambung
saya, memperlunak analogi tadih...saya sedang mengkhatamkan bacaan
Qur`an saya dihari2 terakhir ramadhan, jadi saya jarang tidur
*kedengarannya gak aneh, kan ?* si bapak mengangguk2 anggukkan
kepalanya *itu setelah ngotot2-an duluw lho*
akhirnya pamit keluar lagih. Kali ini
tidak lama. sambil senyum beliau mengajak saya ke rumah sebelah. Saya
di kenalkan dengan pemilik rumah kontrak petakan itu. Bapaknya aseli
solo, ibunya orang betawi, punya anak 3. dan si bapak "satpam" tadih
sudah ijin untuk menitipkan saya disitu dan si ibu betawi itu dengan
ikhlasnya menggusur kamar ke tiga anaknya untuk saya tempati yang
ditemani si ibu betawi :P ...
berniat nggak bakal tidur sampe sahur,
tapi letih emang nggak bisa dibohongi, saya pulas ditengah2 ngobrol
asik dengan si ibu. dan dibangunkan untuk sahur. !sigh
sahur-shalat subuh dan...tadaaaa...saya dan si bapak satpam pamit untuk bermotor lagi...*hiks kenapa jadi kebiasaan beginih ?*
sesampainya di bandara saya diminta
bapak satpam untuk menunggu di luar, beliau masuk dulu sambuil bawa
tiket saya, kemudian keluar lagi *tentu juga sambil membawa tiket saya*
tapi sudah terstempel TRANSIT ! huwaaakekekek... :D saya
masuk..melewati si satpam bandara yg tadi malam...diantar sama bapak
satpan sampe duduk di pesawat...
ada yang aneh dari cerita saya nggak ?
ada ! saya blom pernah menyebut nama
bapak satpamnya !kerna itu, alhamdulillah sebelum pesawat lepas landas,
saya minta alamat bapak satpam. yang langsung di berikan dengan kartu
nama. Nama bapak itu Pak Robert satpam Sempati air...
dipesawat saya terharu...betapa, begitu banyak orang yg menolong ...
saya memang belum sampe rumah, belum
bisa bilang..finnally... tapi yg memohon untuk
dipelihara Allah, sungguh tidak merugi...
*ada rasa bersalah setiap mengingat kejadian ini*
karena ditengah kecemasan saya *walo
kliatannya cool* saya lupa bertanya nama bapak-ibu pemilik rumah
petakan dan bapak sopir taxi itu, bahkan...setelah sempati air
bangkrut, sayapun tidak bisa menemukan jejak bapak Robert...
apakah mereka malaikat ?
lautan do`a dan ucapan terima kasih saya pada mereka semuwa... --------------------------------------------------------------------------------------
Ps. kejadian saat saya menumpang dirumah pemilik rumah petak itu
berlangsung hampir jam 12 malem *saya aja sampe melotot liat detak
detik sijarum jam*
---------------------------------------------------------------------------------------
Hari terus berputar gak peduli dengah siapapun yang sedang panik dan
puzzzhiing. Tiket bus ataupun kreta tidak juga kunjung ada...
O ya sebelum lupa dicritakan, untuk tiket bus atau kreta sengaja nitip
ke teman yg biasa ngelajo. Akhirnya di H-4 sang teman datang dengan
wajah kuyu, penuh dengan pendar-pendar keletihan yang sangat serta
ekspresi yang disetel memelas...ough... keknya tidak perllu dijelaskan juga sudah paham kan situasinya ?
Iya ! betul ! anda benar ! tidak ada satupun tiket kreta atau bus yang
dapat diperjuangkan dengan harga "normal" lebaran. Dia kalah ngotot
dengan para calo yg tentunya lebih sangat berpengalaman dari dirinya.
Dan semua itu bisa dimaklumi...
tapi persoalan saya kan masih belum terselesaikan !!!
Akhirnya "JDENGGGG !!!" dengan sedikit pemaksaan dari Mbak Kanti *ouw
mbak kostku yg penuh perhatian, lembut dan TOP deh* di buatlah mission
impossible banged...
kaluw normally naik kapal laut,
dengan dana sigap siap sedia musibah *yg mestinya dimiliki oleh negara
kita setiap saat karena struktur alam Indonesia yg dipenuhi oleh
kekuatan alam yg seringkali susah diprediksi..eips lho ?
kemana-mana...intinya...dana taktis yg saya miliki hanya cukup untuk
mengejar kapal yg lewat *disetiap pelabuhan ?* :p
ada satu pilihan yg saya belum coba...pilihan radikal...naik sepeda ? hohoho...BUKANNN ! blom lah sedramatis ituw...
Pilihannya adalah... naik pesawat
Radikal ??? iya dong, jaman itu,
dengan dirikuw yg baru semester 5 ? (info terakhir itu
penting gak siy ? :p) nyari2 duit juga baru bisa dibilang main2...jelas
saja NGGAK PUNYA JATAH BELI TIKET PESAWAT! heks 1,3 - 2 jt d'oh berapa
kali lipat dari tiket kapal ?
tapi yg radikal itu kadang2 suka
jeblos dari lubang jarum kan ??? demikian ! akhirnya saya menghubungi
satu persatu teman menjual dan menarik saham *eh emang dulu istilahnya
begituw lho* akhirnya-akhirnya ??? ku dapati sejumlah uang tiket ke
Menado plus lebih dikiitttt...*tiket ke Gorontalo fullbooked :(*
H-3, jadilah saya memesan tiket.
Ngubek-ngubek agen se-Bogor akhirnya dapat yg termurah 1,6 jt. oke
deiii. diambil ! pesan pagi jam 8 ambil jam 3 sore, berangkat jam 5
sore dengan bus damri. Siip !
dirumah beres2 barang yg akan dibawa. Dibantu Mbak Kanti. Ary, teman sekamar sudah berangkat ke temanggung.
telphone berdering. "Cha, telpun," Oke ! hari ini rasanya hati sangat ringan...legaaa...
Telpun dari Teh Iif, suaranya penuh
harap untuk dimaklumi. Ia tahu saya lagi beberes untuk pulang mudik
hari ini, tapi urusan kegiatan besar yg rencananya akan kami laksanakan
sebulan setelah lebaran "bermasalah" dan membutuhkan dirikuw dimasjid,
segera...
liat jam, oke ! tidak masalah ! mbak
Kanti yg mengomel panjang pendek dibelakang...terang aja, baju2 saya
blom ada yg di packing rapih...
perjalanan ke masjid ternyata paraaah
!!! bogor macet total tanpa merayap...hu.hu.hu...bisa sampe jam berapa
ke masjid ?akhirnya, tiba di Masjid jam berdetak menuju angka 11.
Setelah memapar panjang kali lebar kali tinggi bergantian antara Teh
Iif dan Anng akhirnya disimpulkan permasalahn yg akut ada pada ketua
panitia, jadilah yg harus dipanggil adalah ketua panitia. kalau tidak
bisa, kita yg ke rumahnya. Hagh !? dimana tuh rumahnya ? jam kan terus
berdetak !!!
setelah
mewasiati macem2 sang ketua panitia yg *alhamdulillah bisa datang ke Masjid
setelah dzuhur*, dengan berat hati, saya menelphun mbak Kanti untuk minta tulung membawakan
serentengan tas2 saya dan tentunya mengepak barang2 yg berseliweran
diantara tas2 ituw. Kami janjian di agen tempat pembelian tiket.
sampai di agen, Mbak Kanti sudah ada
disana, pukul 3 kurang tujuh menit *ingat banget exactly deh jam2nya
sangking deg2-an* tiketnya blom datang ! huwaa ??? Pfffff...menunggu,
menunggu dan menunggu...lama banget hingga 4.30 sore. "sebenarnya, ada
nggak niuh tiketnya ?" was2 mulai bergelayut di dada...H-3 sodara2...
Tiket selese, pukul 5 kurang. Segera
bergegas ke terminal bus Damri. Lari-lari, beneran berlari sepenuh hati
mengejar angkot. Sampai di pemberhentian Damri...airmata rasanya malu
juga untuk keluar. Damrinya baru saja berangkat lima menit sebelumnya.
Untuk hal yg satu ini saya benar - benar merasakan apa yg disering
disebut-sebut kata pepatah,* jika ingin tahu rasanya menyesal
tanyakanlah pada si telat 1 menit sebelum bus terakhir yg dapat
dinaikinya* saya sih tidak 1 menit, lima menit ! tapi rasanya gigi mau
rontok aja semuwa...
merogoh2 dompet. duit tinggal berapa
ya ?lho ini duitnya ? tinggal seratus kurang ??? "ada di dompet yg satu
lagi. Di ransel," kata Mbak Kanti. Ouh...mengelus dada...bernego dengan
para supir taksi. ongkos normal 120-150 rb, paling poll ada yg bisa
turun sampe 90 rb. Harus hemat2 ! aku kan masih harus melanjutkan
perjalanan menado-gorontalo.
Dan, hiyaaaa, hip2 huray, alhamdulillah, Allah emang Maha pemelihara deh tiba2 ada bapak2 menawarkan 65 rb, katanya ia juga punya anak sepantaran saya yg sedang kuliah di Jawa sanah. Aih terharu ...
dalam perjalanan ke bandara, saya
menghitung pengeluaran tax tol yg dikeluarkan bapak itu...whalah, 65 rb
dapet apa ? akhirnya setelah nyampe di bandara dengan sangat malu2 saya
memberikan bapak itu 75 *hatur nuhun pisan, bapak...saya bisanya
hanya nambah segitu* syukurnya gak abis2 deh sama bapak itu. *duit di
dompet -yg kubawa- tinggal ribuan2 yg gak jelas*
alhamdulillah, check in. pesawat baru
akan berangkat jam tujuh lebih seperempat. Sebelum memasukkan barang2,
aku harus mengubek2 ke dua tasku untuk mencari dompet yg satunya
lagih...*aku kan harus bayar tax bandara*
Masya Allah ! nggak ada ? aseli nggak
ada ! keluar, mencari telpun kartu ke bogor *eh sekarang apa masih ada
telpun umum kartu ?* di seberang Mbak Kanti terdengar prihatin
mengabarkan dompetku yg memang masih tertinggal di tempat tidur.
lemes ! bingung harus mo ngapain.
dicoba aja duluw melewati petugas tax.
Kuberitahukan pada petugas itu *dengan tanpa malu* bahwa aku tidak
punya cukup uang untuk membayar tax bandara. Tampangku disetel cukup
memprihatinkan Hiks, apakah bapak itu bisa terenyuh dengan
keadaanku ? ternyata TIDAK sodara ! aku malah diceramahi ttg perpu no sekian sekian dengan lancar dan suara lantang. aku mundur teratur...
bhehehehe...dititik ini saya heran
juga, saya dengan tenangnya membaca qur`an diruang tunggu diluar *oya,
barang sudah masuk bagasi*
Jam 07.15 malam pesawat sempati air
*udah nggak ada sekarang !* memanggil2 namaku dengan 2 bahasa. gimana
dunks ? dan byebye...pesawatpun lepas landas. jam terus berdetak ! trus
aku harus kemana ? bagaimana caranya untuk keluar dari bandara ? kan
harus pake duit juga ?
satu-satu lampu mulai dimatikan...huwaaaaaa...
*kepanjangan yaks ? bersambung lagi ya...* (Insya Allah)
Tahun itu saya berencana pulang
kampung untuk berlebaran. Semua persiapan sudah
dibuat. Tugas kuliah semua sudah selesai. Urusan asistensi
praktikum sudah dibereskan. Daftar pesanan oleh-oleh teman-teman
sefakultas sudah ditangan *ugh!yg bener aja Ndro...masak pesen ulekan
Gorontalo ? :P* Proyek selepas ramadhanpun sudah tidak ada
tanggungan…lega rasanya…
Hari “H” jadwal mudik saya,
telphone dan pager (duh masih masa2nya pager boooo) tidak berhenti
berbunyi ngucapin selamat jalan dan embel-embelnya*tengkiyu guys*
Rencana hari itu :
Pamitan dengan PA yg kebetulan
rumahnya tetangga-an
telp. Masjid untuk pesan2 terakhir
ngambil duit di bank untuk beli
tiket
ke tanjungpriok beli tiket disana
Tas travel jinjing
satu, isinya segepok baju dan bibit bunga titipan papa,tas ransel
isinya buku-buku bacaan penghilang suntuk selama dikapal *fiuh
beratnya* dan satu tas gandeng kecil yg cukup diisi seperangkat alat
bebersih, satu handuk, satu jilbab kaos dan satu gamis. Gorontalo I’m
coming…he he he…kangen banget hampir dua tahun tidak pulang.
Baru keluar pagar
kost, ketemu Utuy *sesama asisten statistik*. ”de’ diminta Pak
Meno kumpul asisten jam 8,” saya melihat jam…30 menit lagi…ugh
??? oke...saya balik lagi ke kost, meletakkan sekumpulan tas yang
bergelantungan di badan saya dan segera menuju kampus. Jadi
rencananya berubah :
ke kampus kumpul asisten
pamitan P.A kali aja
ada di kampus
ngambil duit di bank
pulang ke kost telp
masjid trus ke P.A lagi kalu nggak ketemu dikampus
meluncur ke tanjung
priok
acara
kumpul2 dengan asisten, seperti biasa berlangsung tidak lebih dari
satu jam. Menengok ruangan P.A masih kosong. Berdagh-dagh
sama
teamn-teman dan segera menuju bank. Ketemu teman sekost-sekamar yang
memandang dengan penuh teguran kerna masih saja beredar di sekitar
kampus. “nggak ketinggalan kapal, cha ?” he.he.he…segera kabur
sebelum diceramahi panjang pendek .
Ngantri di bank, deuh kalau lagi begini kepikiran kenapa nggak buka
atm saja ???. Tapi malezzz dey…setelah giliranku tiba…BELUM ADA
TRANSFERAN YG MASUK, MBAK ! ^%&*())!!!! APPPPPPPAAAAA ???
dohhhhhhhhhh !!!duit tiket saya sebenarnya sudah dikirim papa sejak 4
bulan yg lalu, hanya saja…tiket kapal kan nggak bisa dibooking 4
bulan sebelumnyaaaaaa!!! Jadi waktu teman tersayang ada yg butuh, oke2
aja *dengan catatan diganti sebelum hari “H” keberangkatanku !!!*
cepat-cepat aku ke
wartel, nelpun si teman tersayang. GLEKH..anaknya sudah mudik, kata ibu kostnya. Uwaaaaaaaaaaa !!! terus
aku pulang pake apa dong? Ini kapal terakhir yang nyampe Gorontalo
sebelum lebaran !!! panik ??? sedikit sih...banyakannya
kezzzhhaalll. Kepala rasanya berasap...
”Ada
apa ?” tiba-tiba roommate sudah ada didepanku...lagi...pasti
tampangku mengenaskan, kerna wajahnya ikutan mendung. Sambil diam
kami berdua berjalan cepat menuju kost. Segera, setelah sampai di
rumah, masukin tas-tas yg siap berangkat ke dalam kamar,
nyanyi-nyanyi setengah kesal dan meluncur ke kamar mandi. Harus
di adem-in kalu nggak meledak !!! Abis sholat...curhat abis sama Ari,
myroommate. Hu.hu.hu…bingung !!!
Setelah ademan
dikit, kita memilah-milah situasi yg kuhadapi *ciehhh* akhirnya
diambil 3 opsi.
Ngelajo alias pulang berantai.
Dari Bogor naik kreta atau bus ke Surabaya dari Surabaya naik kapal
ke ujung pandang dari ujung pandang naik bus ke Gorontalo
bilang papa kalu ada trouble dan
minta lagi duit tiket
nggak jadi pulang !!!
hu.hu.hu opsi no. 2
kagak brani !!!kagak tega !!! aih...papa siy oke aja kaleee...tapi
kan...tapi kan...???
opsi ke 3 ??? gila
!!! selain dakyu yg kangen, itu mah bisa bikin papa merundung rindu
dan mama blingsatan he.he.he
akhirnya opsi pertama yg paling mungkin....
BUT...u know h-8
lebaran...emang ada tiket kreta ato bus yg murah, meriah dan lapang
??? kelaut aje kaleee !!!
[bersambung ding !]
---------------------------------------
tahun itu sengaja di beri warna yg beda biar pada ngeh, ini crita beberapa tahun yg silam
|  | siang tidak begitu terik, tiga sahabat berjalan penuh canda dan tawa... jaulah fie al fashl sudah dikerjakan... tempat acara sudah fix... formulir pendaftaran anggota sudah siap... ... besok...ya besok... tinggal dijalani saja... kernanya... sekarang waktunya foto-foto untuk rehat... xoxoxoxo... ---------------------------------------------- tengkiyu 2 being enthusiastic partner, sist
|
terima kasih
telah hadir
dan
berbagi
kasih
terima kasih
telah ada
dan
berbagi tawa
terima kasih...
terima kasih...
terima kasih...
------------------------------
*tengkiyu buat :
hadi, dibatam :p yg dah ngomporin pertemuan MPers Jatim
dindin, yg bersemangat untuk rencana kopdar *yg meski sibuk baksosm bisa ikutan datang*
Lilik, buat empati dan rasa sayangnya.
Dewi, yang imut dan terus2an dikira mahasiswa baru :p
cak nono, yang sigap dan selalu siap :-)
pak Imam, yang masih menyempatkan diri untuk gabung. Semoga si kecil cepat sembuh, ya
Kris, jadi...kapan undangannya ? :p
Fauzi, tengkiyu mau bertahan 30 menit :p
Mbak diani, tengkiyu semangkanya :-) ternyata sahur semangka lagi, lho :-)
zaza yg nanyain kabarnya liwat ym :-) *maap, pas msg masuk, lagi keabisan pulsa tugh*
mbak tika, yang sudah mau nengok acaranya dan semangat follow upnya :-)
semua dan semua yg turut menyemangati kopdar mpers jatim...
deuh tengkiyu yaaaaa...
-----------------------------
luph u all
Jika ada yang bertanya, topik apa yang aku tak bosan-bosannya berbicara pada orang lain ?
aku akan cepat menjawabnya tentang papaku
moment yg serem...
saat ketahuan papa, bikin mama marah...hu.hu.hu...
di suruh minta maaf sambil cium kaki mama...tapi blum sampai nyium kaki biasanya mama langsung meluk dan nangis bareng...
***papa sih ngeloyor pergi***
moment yg bikin sakit gigi
kalu diajak papa ke kantornya dan diperkenalkan ke seluruh isi kantor...
*malunya minta ampun minta maap deyyyy*
moment yg bikin orang ngiri
diantar jemput papa, cipikika dan ngusilin orang bareng :p
moment yg rada-rada aneh
depan rumah lewat tukang beli karung..."beli karung-beli karung" teriak orang itu
aku dan papa langsung saling natap.
"mo beli milu siram de' ?" aku mengiyakan
"papa nggak ada duit, jual karung yuuk ?"
jadilah berdua papa, ngubek-ngubek gudang, ambil beberapa karung dan menjualnya
duitnya ? aseli dipake beli milu siram ..! heuheuheu
gaya papa yang aseli bikin orang salting
Bapak
A masuk dari gerbang rumah, ada seorang laki-laki berkaos putih butek
yg rada sobek bercelana pendek sedang memotong rumput
bertanya dari jarak jauh
"woi pak, pak Insan ada?" orang yg memotong rumput itu berhenti
"ada pak,"
"boleh panggilkan ?" ujar orang itu lagi
"boleh pak" segera situkang potong rumput itu berlari-lari kecil ke dalam rumah...
didalam rumah...
brak-bruk-brak...ada yg ke kamar mandi buru2
"de` tolong kaos papa yg biru dong"
beberapa saat kemudian di ruang tamu...
"saya Insan, bapak mo ketemu saya ?" papa keluar dengan rapih
tamunya tersenyum kecut dan bolak-balik nunduk2 minta maap...
ckckckck...
moment da...daaaghhh
ini mama yg crita :
"halaah..de' tadi mamam di sekolah jadi keanehan baru"
"apa-an ?"
"tadi mama diantar papa ke sekolah" biasanya mama naik motor sendiri...
"trus
biasa kan ber dadaahhhh ria..eh ada ibu guru yg nyeletuk : *Lho, bu niu
mesra da-dah2 an sama pak Insan ?* heuheuheu...lho ?kalu gak sama papa
sama siapa dong?"
"lebih
lucu lagi beberapa menit kemudian mobil papa lewat lagi depan sekolah
dan papa nge dadah-in mamam yg masih di teras sekolah, si ibu itu yg
malah jadi malu sendiri katanya...hohoho"
moment rapat
guru sekolah yg cerita ;
"papa kamu itu romantis ya?" daku melongo, ada apa lagi ???
"dirapat sekolah, saat break, papamu nyari-nyari ibu Arsyad. kira-in mo ngapain ternyata mo makan bareng"
halaaahhhh !!! bokap ! kebiasaan ! :p
moment dakyu berantem (waktu kelas 3 SD)
masuk ke rumah sambil nangis2... *kerna takut dimarahin*
"kenapa de` ?"
"habis berantem sama temennya, dua-duanya kena panggil kepsek" ujar abang dari belakang
"lah ini nangis dari sekolah ? tanya papa
"nggak, dia nangis dari depan pintu, kok" masih abang yg jawab
"emang siapa yg salah, de ?" tanya papa
"dia si "w"" jawab diantara isak
"trus kalah gak berantemnya ?" kemudian papa bercerita gaya berantem yang seruw...
jadinya nggak nangis deh malah ketawa-tawa...huuuuuuuuuuuuuu
moment...aiiih..panjang banget...banyak banget...
------------------------------------------------------------
miss him a lot
"eh, gus, tadi yang dititip-in pesan yg ditempel di papan siapa ?"
"saya !"
"lho ? jadi tadi kamu yang nyapa saya di depan ruangan tadi ?"
"aduuuuuuhhhhh, iyaaa tetehhhhh...makanya pake kacamata dong !" Agus berlalu dengan menghentakkan kakinya dengan kesal !
Agus, yuniorku itu trauma dengan kesalahan mata saya. pasalnya setelah
hampir mau satu tahun saya menjadi mentor dia dan teman2nya di 5 seri
kegiatan, saya baru ngeh bentuk wajahnya. itupun kerna ada kejadian
*yang lagi2 bikin agus sakit gigi :p*
"gus," ujar saya saat berpapasan di lorong
"coba bilang sama temanmu yang pake kemeja kotak-kotak, kalu lagi ada
teman-teman putri yang ngumpul diruangan dalam, pintunya ditutup terus
ada tanda dont disturb itu artinya dilarang masuk-masuk apalagi nggak
pake salam !" panjang saya mencecarnya dengan males...
"kemeja kotak-kotak ?" tanya agus dengan tampang bingung
"iyah ! si kemeja kotak-kotak yang keluar masuk diruangan dalam, yang
bolak-balik ambil buku ! nggak lihat disana ada banyak putri yg tidur
kerna kecape-an ?" suaraku mengeja
"aaaahhhhhhh...teteh ! kalu mo marahin aku jangan bilang si kemeja kotak2 dong !"
"lho ?" kali ini saya yang bingung...orang wajah si kemeja kotak2 beda koq sama agus
"tapi...sebentar..."saya mengambil kacamata dan memasang..pelan...
"huwaaaaa....jadi..itu kamu gus ???" arghhh jauh banget dari apa yg tertangkap oleh mata saya tanpa kacamata :p
agus melongo....antara kesal dan ajaib ! :p
heuheuheu...itu kejadian sudah lama sekali... 6 tahun yang lalu
tapi lagi-lagi *kerna tidak suka pake kacamata* saya harus
dicemberut-in teman dan adik2 kerna senyum yang sudah dipasang lima
menit di cuekin oleh saya...
aihhhh gimana bisa melihat senyum, wajah saja sering datar terlihat oleh mata ini...hu...hu...hu...
jadi, bagi teman-teman yang kucinta, kalu ketemuan dan dakyu tak
menyapa, duuuhhh maaaf sungguh ! bukan karena sombong ato pura2 nggak
kenal...aseliiiii
...
itu semua karena kemampuan mata saya berkurang :p
----------------------------------
minus 5 dan 4,75 yang inipun keknya dah udzur tapi males gantinya...
---------------------------------
coba... kita tetangganya...
coba... dia kenal kita...
coba... kita ada didekat dia ...
coba... kita yg jadi penulis skenarionya...
itu ucapan yang hampir selalu ada saat saya dan teman2 sedang
nonton tv yg isinya lebih banyak tayangan kekerasan (ya berita, ya
sinetron, ya humor..argggghhh...)
tunggu saja, kalu aku kaya !
dan, lagi dan lagi ucapan kami itu ditimpali teman saya demikian...
kalu saya kaya...anak-anak yg tertindas, sini saya kumpulin, disayangi, beri perhatian dan pembinaan yang benar...
sini, saya kumpulin preman-preman di jalanan *pada dasarnya mereka itu
punya potensi kebaikan yg besar* hanya salah langkah saja...
terusssss ??? *tidak bosan2nya kami mendengar dia membuat sketsa masa depannya yg kaya...
hingga suatu saat..tiba2 saya teringat tentang sebuah riwayat, suami
isteri yang sangat miskin. demikian miskinnya sehingga pakaian
shalatpun bergantian. Hingga sang suami taksempat memperpanjang do'a
setelah sholat hanya agar sang isteri dapat segera menunaikan shalat.
demikian miskinnya sehingga suatu ketika sang suami diminta sang isteri untuk mengadu pada pemimpin mereka...
hari pertama, pergilah sang suami menuju rumah pemimpinnya...hanya
sebentar saja, suami itu pulang ke rumah. "bagaimana " tanya sang
isteri penuh harap. Sang suami menggeleng pelan..."aku malu..."
ahhh...desah sang isteri menahan kekecewaannya...
hari kedua, sekali lagi sang isteri meminta sang suami untuk menghadap
sang pemimpin..."temuilah pemimpin kita, yang penting kau bisa
berhadap-hadapan dengan beliau itu sudah cukup," pinta sang isteri. dan
pergilah sang suami...
tidak lama kemudian terdengar suara sang suami pulang...wajahnya merah
dan keruh...'ah tentu tidak bertemu, pemimpin yang mulia' pikir sang
isteri. ia pun menelan keinginannya dalam-dalam
hingga disuatu kesempatan. saat shalat jama`ah selesai ditunaikan.
Pemimpin yang mulia itu menahan langkah si suami untuk beranjak.
"ada apa fulan ? mengapa shalatmu selalu terburu2 ?" si suami tertunduk
malu, pelan-pelan ia menjelaskan keberadaan keluarganya. ia tahu sang
pemimpin itu tidak lebih kaya dari dirinya. namun permohonan sang
isteri terbayang diwajahnya. "mintalah do'a pada sang pemimpin, agar
kita dimudahkan rezeki" demikian pinta sang isteri berkelebat.
"andai saja kami berkelapangan rezeki, mungkin ibadah kami akan tambah lama dan tekun" ujarnya meminta pada sang pemimpin...
sang pemimpinpun tersenyum dan menadahkan tangannya untuk berdo'a bagi keluarga itu...
haripun berganti...berjalan sebagaimana sunatullah...
kini, tidak terlihat lagi sang suami atau isterinya beribadah jama`ah di masjid
ada apakah gerangan ? bukankah do'a yang telah panjatkan sang pemimpin
telah diijabah ? bukankah kerja keras mereka telah terlihat hasilnya ?
bukan hanya sekedar ada melainkan telah menjadi saudagar kaya raya...
itukah yg menahannya untuk beribadah ???
lalu dimanakah niat tulus yang dulu sempat terujar ?
kabarkan, sungguh kerugian bagi mereka yg lalai...
-----------------------------------------------------------
aaaaahhhh... "Ya Allah yg membolak-balikkan hati, kokokkuatteguhkan hatiku dalam iman kepadamu" aamiin...
telah ku katakan padamu,
aku mencintaimu...
tidak perlu ungkapan berbunga-bunga dalam puisi
atau rangkaian kata indah dalam lagu...
kau bisa merasakan saat kumerindu,
dan aku mengerti tingkah sikap sayangmu...
itu...
sudah cukup...
arghhh...
mengapa masih juga bertanya ?
sikapku ini bukankah lebih terang dari lirikan sang raja siang ?
kukatakan padamu...
aku mencintaimu...
entah mengapa...
jangan tanya lagi...
atau bakiak bakal melayang ke arahmu :p
hiyaaaa...
aku capek menjawab pertanyaanmu...
walau ditanya berapa kali juga...
jawabannya tetap sama...
jadi...
nanti, tengah malam, bangunlah...
tolong tanyakan pada Tuhan...
mengapa ada orang yang penuh cinta hadir disampingmu
menjagamu dan selalu berharap...
kau baik-baik saja *widew kek lagu :p*
----------------------------------------------
*jangan tanya lagi ya...aku lagi bikin tugas ! :p*
ada tarikan nafas yang berat
bermain diantara jeda waktu yang hampir berkarat
menunggu...
Mengapa begitu banyak cinta ?
tanya, seperti menghitung data,
sekali lagi diam menggagu...
Mengapa cinta kali ini begitu beda ?
menyesakkan dan membuat ragu,
membingungkan dan membuatku merindu,
bukankah sungguh menjengkelkan ?!
sekali lagi kala, diam tak terganggu...
Mengapa baru sekarang ?
disaat semuanya telah begitu terang...
dan baluran suci telah menyamak semua sarang...
hingga kukira aku telah menjadi setegar karang...
hingga...
hadirmu yang penuh kurang berdiri didepanku, menantang
Mengapa begitu banyak cinta yang tersedia ?
hingga kutak kira dirimu ada,
menyelinap didalamnya...
dan membuatku terjaga...
Mengapa hadir dengan penuh cinta ?
...
---------------------------------------------------------
*tidakkah kau tahu, aku susah menjawabnya ?!!*
jika ada salah seorang coach atau trainer mengalami gangguan aktifitas
karena sakit atau kekhawatiran yang berlebihan, teman-teman yangg lain
hampir sering berujar "NLP dunks..honey" ...
kemaren, beberapa saat akan mengisi training saya kembali teringat dengan ujaran itu...
"NLP dunks, honey..." :p
jadilah selama masih ada sempat untuk mematangkan persiapan, saya terus
memotivasi otak saya untuk bisa memberikan perintah untuk tampil fit
saat pelatihan berlangsung. Tidak ada ragu! otak harus di motivasi
maksimal untuk keperluan yg satu ini. 4 jam, bukan waktu yang singkat
untuk bisa memaksa kemampuan suara saya yang menghilang seiring dengan
kerasnya batuk untuk tetap beredar...
kata mbak
hida pake asisten saja ...hu.hu.hu...maunya
sih begitu...hanya saja gk bisa...
akhirnya...jeng-jeng !!!
pas acaranya, suara saya alhamdulillah *walau tidak seperti biasanya* bisa keluar.
reramuan teh eny, mbak agnes, lytha, cheeko, dll *tengkiyu..* bereaksi ...
ada siy episode saat kudu teriak2 suara saya tidak keluar...tapi semua alhamdulilah lancar...
ternyata NLP ku berhasil ! tengs God !
herannya selesai acara, suara saya aseli gk keluar sebisik-bisikpun :p halaaah ...
--------------------------
Kau menyayangiku ?
yups ! kujawab dengan lugas...
Kau mencintaiku ?
iya ! tak pernah kumengelak...
kau merindukanku ?
setiap temu kita berjeda
aku sudah merasakan ada getarnya yang hadir
kau merasakan bahwa hubungan kita ini aneh ?
nafasku menghela berat
bukankah itu yang telah kusebutkan padamu dipertemuan pikir kita yang kedua ?
lalu ?
kuulangi sekali lagi
kuberikan komitmenku padamu...
bahwa kau tempat pembuangan akhirku...
benarkah ??
kuletakkan tanganku didada, berharap hentikan harap
yakiiin... ???
mataku mengerjap spontan...
bukankah itu lebih dari segalanya...
tempat pembuangan akhir
----------------------------------------------
teruntuk yang suka buang sampah sembarangan...
yakin sudah buang sampah ditempatnya hari ini ? :p
| |