Blog EntryMengapa Pelacur ???Jun 10, '06 10:54 PM
for everyone
sampai saat ini saya berpikir bahwa bahasa dan emosi, bahasa dan etika, bahasa dan kepedulian, bahasa dan hati, saling berhubungan...

karenanya, saya sering terganggu dengan istilah-istilah yang menurut saya mereduksi arti dan mengaburkan nilainya..

sebut saja beberapa dibawah ini

1.  pemerintah mendapatkan pinjaman lunak dari ..., glekh... kenapa tidak disebut pemerintah berhutang kepada ...

2.  PSK, pekerja sex komersial. Haaah ??? coba sebut saja dengan pelacur, sundal atau lonte. jadinya dua sisi. yang mendatangi dan didatangi sebutannya ya sundal ! ya pelacur... kalu PSK kesannya yg datang itu...majikan ? bos ? client ? phffff

3.  Korupsi, hayaaah.. tolong deh ! panggil aja pencuri !

4.  Remaja....maap2 saja bagi para pakar psikologi, tapi kategori ini bikin orang jadi manja, labil dan 'ngeles'. Giliran dikasih tanggung jawab, katanya ' kan gue masih remaja, masih anak2 getu lhoooo", giliran nggak dikasih kepercayaan, "hei ! whats up, mom ! aku kan sudah gede, sudah remaja nih !'  arrrrggggghhh...udah coba bikin kategori anak2, pemuda, ortu...bukannya anak2, remaja, dewasa, ortu...

5. apa lagi ?

------------------------------------
bukannya tidak suka dengan perkembangan bahasa, lho

29 CommentsChronological   Reverse   Threaded
hady82 wrote on Jun 11, '06
Itulah salah satu fungsi bahasa --> menghaluskan. Meskipun tidak semua, tak kira hal tersebut masih diperlukan.
rabwa wrote on Jun 11, '06
setujuuu..:-)
rabwa wrote on Jun 11, '06
Ehm, salam kenal ya, dari sesama Arek Malang..:-)
reipras94 wrote on Jun 11, '06
indonesia memang terkenal suka dengan eufimisme....atau penghalusan bahasa.......
dealova79 wrote on Jun 11, '06
mo tanya kamu seneng kan dengan perkataan N perlakuan yang halus...?
winakarnie76 wrote on Jun 12, '06
Mba bintang wina sependapat dengan mba neh,
elbintang wrote on Jun 14, '06
hady82 said
Itulah salah satu fungsi bahasa --> menghaluskan. Meskipun tidak semua, tak kira hal tersebut masih diperlukan.
memperjelas, menekan, menghaluskan, memudarkan arti, memanipulasi arti, menyindir, menghina...beberapa fungsi bahasa...

menghaluskan arti pencuri dengan korupsi..ehm...penting ya ? :-)
elbintang wrote on Jun 14, '06
rabwa said
Ehm, salam kenal ya, dari sesama Arek Malang..:-)
salam kenal juga, Rabwa :-)
elbintang wrote on Jun 14, '06
mo tanya kamu seneng kan dengan perkataan N perlakuan yang halus...?
tergantung sikonnya...
elbintang wrote on Jun 14, '06
eufimisme...penghalusan bahasa..
"eh..mari disantap, ini hidangan alakadarnya" padahal yg tersedia segala lauk, segala sayur, segala buah, segala pencuci mulut.
dan yg diajak makan...
si orang tak berpunya yg belum pernah lihat macam aneka lauk semewah itu...
merendah atau merendah ??? he he he :-)
chimei wrote on Aug 15, '06
mending istilah yang jelek untuk jelek tetep......, hihihi..., biar mereka gak mau di sebut jelek...
elbintang wrote on Aug 15, '06
iyup...pelacur koq pekerja sex komersial ...kalu pekerja, kena pajak penghasilan dunk...
eh ato jangan2 emang kena pajak yagh ?
ehza wrote on Aug 21, '06
berbicara bahasa sangatlah luas. coba kita merujuk pada disiplin ilmu logika, semantik. di sana digambarkan bagaimana kita harus menggunakan bahasa secara implisit, explisit, analog dan lain lain. kapan kita harus berbicara kasar, kapan kita menggunakan perkataan halus dan kapan kita harus menggunakan kata sindiran.

Pada prakteknya, sehari-hari tanpa sadar kita tidak bisa lepas dari yang namanya disiplin ilmu ini. diakui maupun tidak memang itulah kenyataannya. sering kali terdengar kata-kata orang di sekeliling kita ataupun kita sendiri seperti : "makanlah, kalau pengen perutmu sakit", "sebaiknya kamu memaafkan dia" atau "sebenarnya konflik itu nggak baik".

yang menjadi pertanyaan; mengapa tidak dikatakan "jangan makan!!!", "maafkan aja" atau "jangan konflik"? nah, itulah fungsi bahasa, sehingga akan memberikan nilai sastra yang amat tinggi seperti yang dimiliki al-Qur'an, yang 14 abad yang lalu telah memberikan bukti untuk itu. thank.
elbintang wrote on Aug 21, '06, edited on Aug 21, '06
tengkiyu komentnya, bang...
tapi...
kalu bahasa kita poles sanah poles sinih..
bisa2 artinya jadi halus banget...
padahal untuk sesuatu yg salah...baiknya kata2nya kudu sesuai...
------------------------------------------
masak pelacur dipoles jadi PSK :p

itu baru salah satu contoh...blom lagi ngutang negara dibilang diberikan pinjaman...heks ?
ehza wrote on Aug 22, '06, edited on Aug 22, '06
berbicara disiplin ilmu logika semantik memang terkesan penuh dengan polesan. Namun kalimat yang mbak contohkan sebenarnya tidak ada kesalahan sama sekali, karena "Pelacur" sama halnya "PSK" (Pekerja Sex Komersial) sedangkan "Hutang" samahalnya "Pinjaman". Thank.
elbintang wrote on Aug 23, '06
angguk-angguk
-----------------------
oui...lihatnya dari semantik ya, bang
-----------------------
moharifwidarto wrote on Aug 24, '06
Pemerintah. Sebut saja sebagai penguasa, bukan pemerintah alias tukang perintah. Kalau bahasa Mr. Blair adalah government dari kata to govern yang artinya mengatur (dalam konteks negara). Jauh banget, dari mengatur seharusnya menjadi pengatur, eh malah jadi pemerintah alias tukang merintah!

Sebut saja penguasa. Misalnya: Pemerintah DKI Jakarta menjadi Penguasa DKI Jakarta. Pemerintah Indonesia menjadi Penguasa Indonesia. Toh, fungsi mereka bukan mengatur melainkan menguasai. Contoh:

- Bukan mengatur Sumber minyak bumi melainkan menguasai sumber minyak bumi untuk dibagi-bagi ke Exxon atau Lapindo Brantas.
- Bukan mengatur Air melainkan menguasai air untuk dibagi-bagi ke pengusana AMDK (Air Minum Dalam Kemasan)
- Bukan mengatur Partai Politik melainkan menguasai Partai Politik agar semuanya memiliki ideologi yang sama.

[Serius amat ya?]
elbintang wrote on Aug 27, '06
serius banget bang...
----------------
tapi serius emang tugasnya yang liat pemerintah, kan ?
========
we must do our job, properly *kek.nggak.ada.bahasa.indonesia-nya.yaks*

:p
thetrueideas wrote on Sep 7, '06
PSK = Pekerja Seks Komersial, berarti ada PSNK = Pekerja Seks Non Komersial alias geratisan (opo tumon?)

Minuman keras = khamr = minuman beralkohol = minuman beralkohol 0%
elbintang wrote on Sep 8, '06
Minuman keras = khamr = minuman beralkohol = minuman beralkohol 0%
heuheuhue...

ini tidak mengandung alkohol tapi mengandul etanol ato alkil ester... :p
deocharytas wrote on Oct 4, '06
Itu perlu untuk beberapa hal, namun untuk yang di atas aku setuju.
elbintang wrote on Oct 4, '06
ya...
beda lagi kalu yg dimaksud etika bahasa *ke yg tua, muda, orang sakit, orang yg marah dlsb*
masarcon wrote on Nov 14, '06
rabwa said
Ehm, salam kenal ya, dari sesama Arek Malang..:-)
walah, podho podho arema toh, mbakyu ....
larassejati wrote on Jan 31, '07
berbudi bahasa halus itu sunah rosul. itu yg menjadikan kita muslim.
elbintang wrote on Jan 31, '07
berbudi bahasa halus itu sunah rosul. itu yg menjadikan kita muslim.
menurut saya berbudi bahasa halus beda konteksnya dengan memolas-moles kata dan bahasa agar yg tercela menjadi 'seolah' terhormat ...
khaylif wrote on Sep 6, '07
analogi yang bagus..!!!
sayang gue telat bacanya...
elbintang wrote on Sep 7, '07
he.he.he alhamdulillah sempet dibaca :-)
-----------------------------------
terima kasih udah mampir.
khaylif wrote on Sep 8, '07



Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)
mataharimerahhati wrote on Jan 17
pengusaha wanita!
kalo pengusaha mobil kan usahanya jual-beli mobil.
pengusaha tempe, jual-beli tempe.
pengusaha wanita?!

eh, nggak ding. yang ini salah pengertian kali ya...

tapi aku setuju sama 4 yang di atas. yang remaja, hmmm... apa nggak anak-anak (balita, batita) diganti bocah aja?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help